Iklan

,

Wujudkan Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKN PMD Unram Edukasi Warga Desa Tanjung Olah Limbah Jadi Pupuk

Kabar Nusantara
Senin, 26 Januari 2026, 11.38 WIB Last Updated 2026-01-26T04:39:37Z


Kabar Nusantara - LOMBOK UTARA– Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Universitas Mataram (Unram) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi pembuatan pupuk organik di Aula Kantor Desa Tanjung, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Selasa (13/1/2026). 


Kegiatan ini mengintegrasikan pengolahan limbah ternak dan limbah rumah tangga guna mendukung sektor pertanian serta optimalisasi lahan pekarangan, Acara ini menghadirkan pemateri ahli dari Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) ketahanan pangan, pertanian, dan perikanan kecamatan Tanjung untuk memberikan bimbingan teknis langsung kepada puluhan warga dan anggota kelompok tani yang hadir.

Program ini dilatarbelakangi oleh tingginya potensi limbah di Desa Tanjung yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Mahasiswa KKN PMD Unram mengidentifikasi bahwa kotoran sapi dari peternakan warga dan sampah organik dapur seringkali dibuang begitu saja, padahal memiliki nilai manfaat tinggi bagi kesuburan tanah,


"Kami ingin mengubah pola pikir masyarakat bahwa limbah bukan sekadar sampah, melainkan sumber daya. Dengan mengundang pemateri dari UPTD, kami berharap ilmu yang disampaikan lebih aplikatif dan sesuai dengan kondisi tanah di wilayah Tanjung," ujar ketua KKN PMD Unram dalam sambutannya (13/1/2026).


Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan dua materi praktik utama:


1. Pupuk Organik Padat (Kotoran Sapi): kelompok kkn mendemonstrasikan teknik fermentasi kotoran sapi menggunakan dekomposer untuk memutus rantai patogen dan mempercepat pematangan pupuk. Hal ini bertujuan untuk mendukung pertanian berkelanjutan di lahan luas.


2. Pupuk Organik Cair/POC (Limbah Rumah Tangga): Warga diajarkan cara mengolah sisa sayuran dan buah-buahan dari dapur menjadi POC. Inisiatif ini dikhususkan untuk mendorong pemanfaatan lahan pekarangan rumah melalui konsep *urban farming* atau kebun keluarga.


Pihak UPTD kecamatan Tanjung memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ini. Menurutnya, pemanfaatan POC sangat efektif untuk masyarakat yang ingin bercocok tanam di lahan sempit sekitar rumah.

"POC dari limbah rumah tangga sangat praktis. Selain membersihkan lingkungan dari sampah organik, warga bisa menghemat biaya belanja sayur dengan berkebun di pekarangan sendiri menggunakan pupuk buatan sendiri," jelas perwakilan pemateri UPTD.


Kepala Desa Tanjung menyambut baik inisiatif mahasiswa Unram. Ia berharap kegiatan ini menjadi pemicu bagi warga untuk lebih mandiri dalam penyediaan pupuk, mengingat fluktuasi harga pupuk kimia yang sering menjadi beban bagi petani lokal.


Dengan berakhirnya sosialisasi ini, mahasiswa KKN PMD Unram berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan kepada warga hingga proses fermentasi pupuk yang dibuat saat demonstrasi mencapai hasil akhir yang sempurna dan siap diaplikasikan ke tanaman.