Sebanyak sembilan mahasiswa dari lintas jurusan yang tergabung dalam KKN Kebencanaan USK hadir di desa tersebut tidak hanya menjalankan program akademik, tetapi juga berperan sebagai mitra masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana. Salah satu fokus utama mereka adalah dukungan psikososial, berupa pendampingan emosional serta kegiatan bermain dan belajar bersama anak-anak terdampak banjir.
Kegiatan dukungan psikososial ini dipusatkan di posko KKN, dengan menghadirkan berbagai macam permainan psikososial, aktivitas edukatif, serta sesi belajar bersama anak-anak. Melalui suasana yang aman dan menyenangkan, mahasiswa berupaya membantu anak-anak mengurangi rasa takut, kecemasan, dan tekanan mental akibat bencana, sekaligus mengembalikan keceriaan dan semangat mereka.
Koordinator Kelompok KKN Kebencanaan USK, Firdaus, mengatakan bahwa perhatian terhadap kondisi psikologis anak menjadi prioritas utama karena anak-anak merupakan kelompok paling rentan terdampak bencana.
“Anak-anak merasakan dampak banjir bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara psikologis. Melalui kegiatan dukungan psikososial di posko, kami ingin membantu anak-anak kembali merasa aman, nyaman, dan ceria,” kata Firdaus, Sabtu (18/1/2026).
Selain kegiatan dukungan psikososial bagi anak-anak, mahasiswa KKN Kebencanaan USK juga aktif melaksanakan gotong royong bersama masyarakat Desa Balee Panah. Mereka bersama warga membersihkan lingkungan desa, fasilitas umum, serta sekolah-sekolah yang terdampak banjir dan lumpur.
Firdaus menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankan disusun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat dan dilaksanakan dengan semangat pengabdian.
“Kami berusaha hadir dan menyatu dengan masyarakat agar program ini benar-benar bermanfaat,” ujarnya.
Sementara itu, Keuchik Desa Balee Panah mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN Kebencanaan USK yang dinilai membawa dampak positif bagi pemulihan desa.
“Kegiatan dukungan psikososial ini sangat membantu warga kami, khususnya anak-anak yang kembali ceria setelah mengikuti kegiatan di posko,” katanya.
Melalui KKN Kebencanaan tahun 2026, mahasiswa USK menunjukkan peran sebagai agen perubahan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kemanusiaan, kesehatan mental anak, serta penguatan ketangguhan masyarakat di wilayah rawan bencana.


