Iklan

,

Indonesia India Perkuat Kemitraan AI untuk Dorong Transformasi Digital Inklusif

Jumat, 23 Januari 2026, 09.44 WIB Last Updated 2026-01-23T02:44:00Z

Wamenkomdigi Nezar Patria menyampaikan sambutan dalam acara Official Pre-Summit Event: India-AI Impact Summit 2026 di Hotel Le Meridien, Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (21/01/2026). (Foto: Pey HS/Komdigi)

Kabar Nusantara - Pemerintah Republik Indonesia dan India menegaskan komitmen untuk memperkuat kemitraan strategis di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) sebagai fondasi transformasi digital yang inklusif, berdaulat, dan berorientasi pada kepentingan publik di kawasan Asia.


Komitmen tersebut disampaikan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria dalam acara Official Pre-Summit Event: India-AI Impact Summit 2026 yang digelar di Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2026).


Nezar menilai Indonesia dan India memiliki posisi strategis dalam lanskap digital global. Kedua negara sama-sama mencatat pertumbuhan pesat ekonomi digital, ditopang oleh jumlah penduduk besar serta ketersediaan talenta teknologi yang terus berkembang.


“Revolusi digital yang didukung kecerdasan artifisial harus menjadi kekuatan untuk kesetaraan, keberlanjutan, dan pertumbuhan inklusif,” ujar Nezar.


Menurutnya, kemitraan Indonesia–India tidak hanya berfokus pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada penerapan solusi AI yang mampu menjawab tantangan publik di masing-masing negara. Bidang kerja sama meliputi inklusi keuangan, layanan publik digital, hingga penguatan ketahanan iklim.


Nezar juga menyoroti pengalaman India melalui Misi IndiaAI sebagai referensi penting bagi Indonesia. Pendekatan tersebut dinilai mampu membuka akses terhadap komputasi dan data berkualitas, sehingga pengembangan AI tidak bersifat mahal dan elitis.


“Pendekatan holistik ini merupakan model yang relevan bagi Indonesia dalam membangun ekosistem AI yang inklusif,” jelasnya.


Dalam konteks bilateral, kerja sama AI Indonesia–India turut diarahkan pada pembangunan fondasi AI yang beretika dan berpusat pada manusia. Indonesia sendiri tengah menyiapkan Peta Jalan Nasional Kecerdasan Artifisial sebagai bagian dari visi besar Indonesia Emas 2045.


Nezar menekankan pentingnya investasi publik strategis agar startup, peneliti, dan talenta di kedua negara dapat berpartisipasi secara setara dalam ekosistem AI. Selain pengembangan perangkat lunak, kolaborasi juga mencakup penguatan rantai pasok teknologi dasar, termasuk industri semikonduktor.


“Indonesia dengan kekayaan sumber daya mineralnya dan India dengan misi semikonduktor yang ambisius memiliki potensi saling melengkapi untuk membangun rantai pasok teknologi yang tangguh,” katanya.


Ia menambahkan, pengembangan AI yang berdaulat menjadi elemen penting untuk melindungi kepentingan nasional serta data warga negara masing-masing. Nota kesepahaman yang telah disepakati menjadi landasan kerja sama konkret antara Indonesia dan India, dengan AI dan Infrastruktur Publik Digital sebagai prioritas bersama.


Menutup pernyataannya, Nezar menegaskan kemitraan Indonesia–India akan menjadi faktor penentu arah pemanfaatan AI di kawasan Asia.


“Masa depan AI sedang ditulis di Asia, dan kemitraan antara India dan Indonesia akan menjadi babak yang menentukan,” pungkasnya.


Dialog tersebut menjadi bagian dari rangkaian persiapan menuju AI Impact Summit 2026 dan menegaskan komitmen kedua negara untuk memastikan pengembangan AI berjalan seiring dengan kepentingan publik, perlindungan data, serta pemerataan manfaat teknologi.


Berita ini Dilansir dari InfoPublik.id