Iklan

,

Menjaga Warisan Lewat Canting: Tradisi Batik Polowijen yang Terus Hidup di Kota Malang

Kabar Nusantara
Senin, 26 Januari 2026, 09.55 WIB Last Updated 2026-01-26T02:56:39Z
Gambar Karya lukis batik di pawon kampung budaya polowijen

Penulis: Najwa Nabila (Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang)

Kabar Nusantara - Kota Malang, Kain batik tidak sekadar menjadi busana, tetapi juga cerminan identitas dan sejarah bangsa. Semangat pelestarian warisan budaya tersebut terus dijaga oleh warga Kampung Budaya Polowijen, Kota Malang, melalui kegiatan membatik yang hingga kini masih aktif dilakukan oleh masyarakat setempat.


Kampung Budaya Polowijen dikenal sebagai salah satu kampung tematik yang konsisten mengangkat nilai-nilai budaya lokal. Salah satu ikon utamanya adalah batik Polowijen, yang memiliki motif khas terinspirasi dari sejarah Kerajaan Kanjuruhan, tokoh pewayangan, serta kearifan lokal Malang Raya. Motif-motif tersebut menjadi pembeda batik Polowijen dengan batik dari daerah lain.


Proses membatik di Kampung Budaya Polowijen masih dilakukan secara tradisional, mulai dari pembuatan pola, pencantingan malam, hingga proses pewarnaan kain. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh perajin senior, tetapi juga melibatkan generasi muda melalui pelatihan dan workshop membatik.


Selain sebagai aktivitas budaya, membatik juga memberikan dampak ekonomi bagi warga. Produk batik Polowijen kini dipasarkan dalam bentuk kain, pakaian jadi, hingga cendera mata khas kampung budaya. Kehadiran wisatawan yang datang untuk belajar membatik turut membantu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.


Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi kunci keberlanjutan tradisi ini. “Kami ingin anak-anak muda tidak hanya mengenal batik sebagai pakaian, tetapi juga memahami proses dan nilai di baliknya. Dengan begitu, tradisi membatik tidak akan terputus oleh zaman,” tambahnya.


Dengan menggabungkan pelestarian budaya, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, Kampung Budaya Polowijen membuktikan bahwa tradisi membatik masih relevan di era modern. Kain batik tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga aset budaya yang terus hidup dan berkembang untuk masa depan.