Iklan

,

Festival Seni Bertaraf Dunia BIRF 2026 Siap Meriahkan Kabupaten Buleleng

Kabar Nusantara
Rabu, 07 Januari 2026, 21.00 WIB Last Updated 2026-01-07T14:00:00Z

 

Ilustarsi seni pertunjukan. (Dok.MC Kab.Buleleng)

Kabar Nusantara - Kabupaten Buleleng kembali dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Buleleng International Rhythms Festival (BIRF) 2026, sebuah ajang seni dan budaya bertaraf internasional yang akan berlangsung pada 10–15 Maret 2026. Festival ini menjadi momentum penting bagi Bali Utara dalam memperkuat posisinya di kancah seni dan budaya global.

Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan BIRF 2026 yang didukung oleh IOV–UNESCO, organisasi internasional yang bergerak di bidang seni, budaya, dan tradisi. Menurutnya, festival tersebut merupakan ajang prestisius yang mempertemukan seniman dari berbagai negara dengan pelaku seni lokal.

“BIRF adalah ruang kolaborasi lintas budaya yang sangat dinantikan masyarakat. Seni dan budaya merupakan bagian yang dekat dengan kehidupan warga Buleleng,” ujar Sutjidra saat menerima audiensi panitia penyelenggara di Kantor Bupati, Senin (5/1/2026).

Ketua Panitia BIRF 2026, Nyoman Dini Andiani, mengungkapkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya telah membangun kepercayaan dan ikatan emosional yang kuat dengan peserta internasional. Hal tersebut tercermin dari kembalinya sejumlah delegasi yang sebelumnya pernah berpartisipasi.

“Hingga saat ini, tercatat delapan negara telah menyatakan rencana keikutsertaan, dengan estimasi jumlah peserta mencapai sekitar 200 orang. Proses pendaftaran masih terus berjalan,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur IOV–UNESCO Indonesia Wilayah Bali, I Gusti Ngurah Eka Prasetya, menegaskan bahwa pelaksanaan BIRF 2026 merupakan bentuk kepercayaan internasional kepada Bali Utara sebagai bagian dari jaringan anggota IOV Indonesia. Ia menilai festival ini menjadi sarana strategis dalam mendorong diplomasi budaya Indonesia di tingkat global.

“BIRF mengukuhkan Kabupaten Buleleng sebagai salah satu simpul penting dalam jejaring budaya dunia,” pungkasnya.

Berita ini dilansir dari Infopublik.id.

Sumber