Iklan

,

Perbanyak Lembaga Amil Zakat, Wapres Ma'ruf Amin Luncurkan Ruang Amal Indonesia

Kamis, 16 Mei 2024, 08.12 WIB Last Updated 2024-05-16T01:12:00Z

Kabar Nusantara - Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin mendukung adanya Ruang Amal Indonesia (RAI) dan berharap lembaga-lembaga amil zakat dapat diperbanyak lagi karena potensi wakaf dan zakat di Indonesia sangat tinggi. 

Hal itu disampaikan saat meresmikan peluncuran lembaga amil zakat Ruang Amal Indonesia (RAI) dengan ditemani Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah di kantor Istana Wapres, Jakarta pada Selasa (14/5/2024). 

"Saya sangat mendukung adanya lembaga-lembaga yang bergerak untuk kebaikan dalam arti mengumpulkan dana potensinya memang ada, " kata Wapres dalam siaran pers yang diterima InfoPublik pada Rabu (15/5/2024).

Wapres Ma'ruf Amin mengungkapkan potensi zakat di Indonesia begitu besar yakni mencapai Rp327 triliun rupiah dan belum termasuk potensi wakaf uang yang mencapai Rp180 triliun. Hal itu membuktikan bahwa masih banyak potensi atau peluang yang bisa kita bersama-sama kerjakan untuk membangun Indonesia ke depan. 

"Karena itu perlu ada penambahan lembaga amil zakat yang kredibel, bukan hanya banyak tapi selektif dan perlu inovasi serta ide kreatif untuk mengumpulkan potensi dana yang besar itu sekaligus pemanfaatannya," ujar Wapres Ma’ruf Amin.

Wapres juga memberikan apresiasi kepada Kementerian Agama yang telah menerbitkan izin operasional kepada 170 lembaga amil zakat  hingga Februari 2024. Perizinan ini diberikan sebagai upaya menjaga kepercayaan umat agar dana yang dihimpun terkelola dengan baik dan transparan.

"Selamat atas Peluncuran RAI. Saya berharap RAI menjadi salah satu akselerator transformasi pengelolaan dana sosial syariah dan memberikan dampak nyata dalam mewujudkan kesejahteraan umat, " ucap Wapres.

Sejalan dengan pernyataan Wapres, Pembina Yayasan RAI Taufiq R. Abdullah mengatakan selain memiliki potensi zakat dan wakaf yang sangat tinggi, Indonesia juga memiliki budaya kepedulian yang sangat tinggi. 

Hal tersebut dibuktikan dengan predikat Indonesia sebagai negara paling dermawan di dunia selama 6 tahun berturut-turut. 

Taufiq menjelaskan RAI akan fokus pada pembangunan sosial kemanusiaan, keagamaan, pendidikan dan lingkungan melalui pengelolaan zakat, infak, sodaqoh, wakaf, corporate social responsibility (CSR), dan dana sosial lainnya. Untuk itu, RAI telah merancang program sebagai respon dan antisipasi atas berbagai kondisi dan realitas yang ada di masyarakat.

"Di antaranya meliputi Program Amal Inklusi, Amal Vokasi, Amal Migran, Amal Tangguh, Amal Pangan, Amal Cendekia, Amal Sehat, Amal Wirausaha, Amal Lestari, dan Amal Wakaf, " ujar Taufiq.

Taufiq juga optimistis pengelolaan filantropi di Indonesia akan dapat meningkat setiap tahunnya dengan salah satu caranya meningkatkan kolaborasi dan sinergi dengan seluruh pihak, baik pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perusahaan swasta, lembaga-lembaga sosial, dan sebagainya.

Turut hadir menemani Wapres Ma'ruf Amin, Menteri Ketenagakerjaan Ida Faziyah, Staf Khusus (Stafsus) Presiden Angkie Yudistia, Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki, Pembina Yayasan RAI Taufiq R. Abdullah, Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Achmad Sudrajat, dan Ketua Yayasan RAI Caswiyono Rusydie Cakrawangsa.

Sumber