Maksimalkan Potensi Jahe Merah, LPPM Unipdu dampingi Desa Seketi Mojoagung Kembangkan Produk Jahe Merah

Maksimalkan Potensi Jahe Merah, LPPM Unipdu dampingi Desa Seketi Mojoagung Kembangkan Produk Jahe Merah

Selasa, 21 Januari 2020

Peserta Pendampingan Inovasi Desa Seketi
Kabar Nusantara -  Desa Seketi Kecamatan Mojoagung Jombang yang dulunya terkenal dengan barang rongsokan sekarang terkenal dengan Desa pembudidaya jahe merah yang bermanfaat bagi kesehatan masyarakat. Melalui Program Inovasi Desa LPPM unipdu Bersama DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa )  Kabupaten Jombang melaksanakan program pendampingan inovasi desa tentang pengelolaan jahe merah di Desa Seketi Kecamatan Mojoagung.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa yang di wakili oleh Nuning dalam sambutanya menyampaikan “ Penggunaan website desa harus di optimalkan agar bisa mengenalkan produk jahe merah Desa Seketi lebih luas” tegasnya sementara itu Kepala Seketi Bambang Sutikno menyampikan “Pak kepala desa bahwa beliau ingin desa  seketi dikenal dg jahe merahnya. Ada perdes yg mengatur bahwa setiap warga harus memiliki minimal 5 bibit jahe merah, Produksi jahe merah dilakukan sepanjang tahun. Kelompok petani jahe merah telah berhasil membudidayakan jahe merah di semua musim baik kemarau maupun musim hujan Hal ini dikarenakan mereka memiliki teknik khusus pemelirahaan jahe merah “Ada 15 produk olahan jahe merah, ada jahe merah instan, jahe merah minuman, dodol jahe merah, balsem jahe merah, dsb. Dalam pengolahan nya jahe merah "Zero Waste" artinya semua bagian dari jahe merah digunakan kembali, tidak ada yg menjadi limbah. Rimpang Jahe merah sebagian dijadikan bibit, ampas jahe merah dan batangnya dijadikan pakan ternak.
Kepala LPPM Unipdu Bersama Tiga Tim Ahli Narasumber 
Kepala LPPM Unipdu Yahya menyampiakan “ Dalam kegiatan pendampingan Desa Seketi telah mendatangkan tiga narasumber ahli yang siap mendampingi Desa Seketi mengembangkan jahe merah”. Narasumber pertama Wiwit Denny Fitriana menyampikan  “Pengolahan jahe merah kedepannya harus menggunakan standar industri sehingga produk yg dihasilkan lebih terjamin dari segi higenitas dan kualitas nya.Dan pentingnya pendaftaran PIRT per produk untuk menjamin kualitas produk yg layak beredar di masyarakat. Pendaftaran merk juga dibutuhkan agar jahe merah lebih dikenal di masyarakat luas”. Selanjutnya Mukhoirotin Narasumber kedua menyampaikan tentang Khasiat jahe merah sangat banyak, sehingga harus dioptimalkan penggunaannya. Khasiat jahe merah antara lain untuk antibakteri, antihepatotoksik, mencegah mual, menambah nafsu makan, mengurangi nyeri otot, peluruh masuk angin.

Siti Mutrofin dalam paparan materinya menyampaikan “di era digital 4.0 ada dua hal yg penting yaitu tujuan yg ingin dicapai (penjualan/branding) dan  target pemasaran (segala umur atau ada batasan umur)”ucapnya. Kegiatan tersebut di sambut baik oleh masyarakat Desa Seketi terbukti dari peserta yang hadir sangat antusias dan target utama adalah branding merk dan Pengurusan Perizinan PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga). (Ari)