Dosen Kota Santri Kembangkan Jam Tangan Kesehatan Haji dan Umroh Berbasis Geolocation -->

Dosen Kota Santri Kembangkan Jam Tangan Kesehatan Haji dan Umroh Berbasis Geolocation

Kamis, 07 November 2019


Wiwit Denny Kiri & Yuliasnita Verlandes Kanan
Kabar Nusantara - Kesiapan Indonesia dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 bukan merupakan suatu hal yang bisa ditawar menawar. Mau tidak mau, Indonesia harus siap menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan salah satu tolak ukur kesiapan Indonesia dalam menghadapi Revolusi Industri 4.0 adalah melalui iptek dan inovasi. Kemenristekdikti sendiri dalam rangka melaksanakan dan mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa di era Revolusi Industri 4.0 adalah dengan melakukan terobosan inovasi dan perkuatan system inovasi untik meningkatkan produktivitas industry dan meningkatkan perusahaan pemula berbasis teknologi. Sebanyak 404 hasil inovasi peneliti dan inovator Indonesia dipamerkan di Inovasi Inovator Indonesia Expo (I3E) 2019. Tahun ini I3E digelar di Hall B JCC Senayan mulai dari 3-6 Oktober 2019.

Salah satu inovator yang menarik adalah Jam Tangan Kesehatan Haji dan umroh Berbasis Geolocation yang merupakan hasil penelitian dari Dosen Muda Wiwit Denny Fitriana yang berasal dari kota santri Kabupaten Jombang Jawa Timur.  Hasil inovasi tersebut memiliki berbagai fitur diantaranya mendeteksi detak jantung, suhu tubuh dan kadar oksigen di dalam tubuh yang terintegrasi dengan aplikasi android yang terhubung dengan jaringan internet sehingga kesehatan jemaah haji bisa di pantau dari jarak jauh. Tidak hanya itu Wiwit Denny Fitriana mengungkapkan “hasil inovasi ini telah di lengkapi dengan tatacara ibadah haji dan umroh dan penuntuk arah kibat dan tasbih digital  tingkat hanya bisa memontoring kesehatan jemaah haji kami ingin memudahkan jemaah haji dalam melaksanakan ibadah di tanah suci. Ucapnya.

Sementara itu Yuliasnita Verlandes yang juga merupakan tim inventor hasil inovasi tersebut menyampaikan “ Produk hasil inovasi ini telah di uji fungsional akurasi deteksi kesehatan di rumah sakit medika jombang dan telah kami daftarkan Hak Kekayaan Intelektual”. Produk inovasi tersebut telah di daftarkan merk dagang dengan nama W-fitri yang artinya jam tangan di tanah suci. (Anggara)