Menristekdikti Targetkan Tahun 2022 Mobil Listrik Diproduksi

Menristekdikti Targetkan Tahun 2022 Mobil Listrik Diproduksi

Rabu, 04 September 2019


Rektor ITS Prof Mochamad Ashari saat memberikan sambutan pada acara Finish Jambore Nasional Kendaraan Listrik ITS
“Kami tidak sepenuhnya menggunakan tol, karena kami menempuh jalur selatan dan tujuan dari jambore ini sendiri selain menguji komponen kendaraan listrik juga sekaligus mengedukasi masyarakat akan kendaraan listrik yang ke depan akan menjadi kendaraan massal,” tutur pria yang akrab disapa Uta tersebut.
Uta juga mengatakan, total yang mengikuti kegiatan rally ini terdapat 15 kendaraan listrik. Dari ITS sendiri mengikutkan total 12 kendaraan listrik yang terdiri dari sembilan mobil listrik dan tiga motor listrik. Sembilan mobil tersebut adalah Ezzy 1 dengan tipe mobil sporty hatchback car, Ezzy 2 sporty hatchback car, Lowo Ireng Reborn tipe mobil super car, Kasuari tipe Dakar rally car, 5Sin shuttle car, Hamster E-UTV tipe Side by Side ATV, Alap-Alap E-UTV tipe Side by Side ATV, Koneng E-UTV tipe Side by Side ATV, dan terakhir ada mobil Gang Car dengan tipe pick up berkapasitas dua orang. Sedangkan pada motor ada motor listrik dengan nama 3SE tipe scooter, Trail, dan Moped dengan tipe naked bike.
Namun untuk mobil Ezzy 1 dan Hamster power terdapat kendala ketika sampai purworejo, dan tidak dapat menyelesaikan perjalanan. “Sehingga yang finish pada hari ini ada tujuh mobil listrik dan tiga motor listrik dari ITS,” ungkap Uta.
Sementara itu, saat menyambut rombongan jambore, Menristekdikti Mohamad Nasir mengatakan, dirinya sudah berjanji pada publik. Pertama, motor listrik sudah dapat diproduksi massal yaitu GESITS, dan kedua, untuk ke depan ia harapkan di tahun 2022 sudah ada mobil listrik yang diproduksi asli karya Indonesia. Ia mengatakan, untuk desain dan jenis mobilnya apakah family car, city car atau yang lain ini nantinya harus didalami untuk menyesuaikan pasar di Indonesia.
Nasir juga mengharapkan, inovasi yang dikembangkan oleh ITS ini dapat memberikan manfaat yang lebih tinggi yaitu hilirisasi. Dirinya selalu menekankan, inovasi-inovasi tidak akan artinya jika tidak masuk proses hilirisasi industri. Sedang untuk proses tersebut, tidak bisa ditangani sendiri, harus ada proses kolaborasi.
Jika itu ditangani sendiri, maka akan terbayang berapa besar nilai investasi yang harus dikeluarkan. Oleh karena itu perlun adaya kolaborasi, bagaimana mengkoordinasikan antara dunia akademik para peneliti, perekayasa, dan inovasinya bisa dimanfaatkan untuk proses hilirisasi industri. “Dan kita di pemerintahan adalah berperan sebagai mediator antara dunia akademik dan pelaku industri, ” ujar Nasir.


Menristekdikti saat menyambut rombongan Jambore Nasional Kendaraan Listrik ITS Nasir juga mengatakan, jika nantinya bisa dihilirisasi, maka mobil listrik ITS ini akan menjadi prinsipal dari Indonesia untuk pertama kalinya di bidang mobil listrik. Setelah GESITS pada motor listrik, Nasir menginginkan mobil yang diproduksi nanti bisa menjadi pelopor dan ikonik negara Indonesia di bidang kendaraan listrik.
Ada dua yang telah dibicarakan oleh pemerintah perihal kendaraan listrik yang akan dihilirisasi ini, pertama yaitu elektrik bus dan kedua mobil listrik. Untuk produksinya di tahun 2022, Menristekdikti mengharapkan bisa dilakukan di Indonesia.
“Kita punya material di dalam negeri, dan baterai mudah-mudahan di tahun 2022 bisa diproduksi di dalam negeri. Saat ini sudah mulai dilakukan pembangunan pabriknya untuk baterai,” paparnya.
Nasir menyatakan, perihal pertama yang perlu dikerjakan serius dan sebelum proses hilirisasi ini adalah rancangan supply chain atau rantai pasok komponen untuk membuat mobil tersebut. Dan Menristekdikti menginginkan PUI SKO ITS yang membuat detail supply chain tersebut.
“Jika ini bisa dilakukan kita akan menghadapi kompetisi yang sangat hebat dan sangat kompetitif untuk Indonesia, karena supply chain-nya ada di Indonesia. Jika supply chain ada di Indonesia, ini yang akan luar biasa,” tegasnya.
Menristekdikti didampingi Rektor ITS Prof Mochamad Ashari saat diwawancara awak media
Pada prosesnya nanti PUI SKO ITS akan menjadi rujukan kendaraan listrik nasional dalam perancangan supply chain yang akan dibuat. “Yang penting supply chain dahulu yang ada, berapa ratus atau berapa ribu komponen dalam satu mobil tersebut harus jelas sebelum mobil diproduksi. Agar ketika dilempar di pasaran nantinya semua komponen tersebut, terutama suku cadangnya sudah siap,” ujar Nasir.
Menjawab tantangan dari Menristekdikti tersebut, Rektor ITS Prof Dr Mochamad Ashari MEng mengatakan, ITS siap untuk membuat rancangan supply chain tersebut. PUI SKO ITS akan merancang detail setiap komponen mobil listrik yang akan diproduksi massal nantinya.
Ashari mengatakan, memang merancang ekosistem, memetakan dan memastikan komponen-komponen mobil listrik ini tersedia untuk proses hilirisasi itu sangat penting. Karena dari masing-masing komponen ini nantinya harus dipastikan tersedia di Indonesia dan bisa mencukupi proses produksi nantinya.
“ITS ditargetkan Pak Menteri (Menristekdikti, red) pada tahun 2022 InsyaAllah siap. ITS akan selalu berusaha sebaik mungkin untuk memberikan sumbangsih positif kepada bangsa Indonesia,” tandas Ashari meyakinkan. (HUMAS ITS)