Iklan

,

Wujudkan Generasi Emas: Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau Sosialisasikan Bela Negara di Kalangan Pelajar

Kabar Nusantara
Selasa, 16 Juni 2026, 11.34 WIB Last Updated 2026-06-16T04:34:29Z



Kabar Nusantara - Pekanbaru, 12 Juni 2026 – Suasana di Sekolah Islam Terpadu (SIT) Imam Asy-Syafii 2 Pekanbaru tampak lebih hidup dan penuh semangat pada Jumat, 12 Juni 2026. Mahasiswa dari Program Studi Farmasi, Fakultas MIPA dan Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), hadir untuk menyapa para siswa dalam kegiatan sosialisasi bertajuk "Aku Bela Negara: Wujud Nyata Pelajar". Kehadiran mereka di sekolah tersebut bukan sekadar untuk melaksanakan kewajiban akademis dalam rangka tugas kuliah, melainkan sebuah inisiatif nyata untuk memberikan perspektif segar mengenai bagaimana rasa cinta tanah air dapat diwujudkan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks bagi para remaja. Mahasiswa UMRI berusaha mengubah pandangan umum bahwa bela negara tidak selalu identik dengan seragam militer, memanggul senjata, atau keterlibatan dalam konflik fisik, melainkan sesuatu yang sangat inklusif dan relevan dengan kehidupan seharihari setiap pelajar di sekolah.  


Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dibuka dengan dialog hangat yang berhasil mencairkan suasana antara mahasiswa dan para siswa, di mana tim mahasiswa UMRI menekankan bahwa di era modern saat ini, membela negara dapat diwujudkan melalui tindakan-tindakan konkret yang dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu sekolah. Mereka menekankan bahwa tekad untuk menjaga keutuhan wilayah ini harus dijiwai oleh kecintaan kepada NKRI yang berlandaskan pada ideologi Pancasila dan UUD 1945, yang mana hal ini sangat penting untuk dipahami oleh generasi muda sejak dini agar memiliki pondasi karakter yang kokoh dalam menghadapi pengaruh dari luar.  


Salah satu poin krusial yang cukup menarik perhatian seluruh siswa adalah pembahasan mendalam mengenai ancaman "musuh tanpa senjata" yang kini semakin nyata di hadapan generasi muda. Mahasiswa Farmasi memberikan pemahaman kritis bahwa penyebaran hoaks dan disinformasi melalui media sosial bukan hanya sekadar berita bohong biasa, melainkan alat manipulasi emosi yang dirancang untuk menciptakan perpecahan, memicu kubu-kubuan yang ekstrem, hingga berujung pada provokasi digital di dunia nyata. Oleh karena itu, mahasiswa mengajak para siswa untuk selalu mempraktikkan prinsip "Saring sebelum Sharing", di mana setiap informasi harus diverifikasi melalui sumber resmi dan kredibel sebelum disebarluaskan, agar mereka tidak mudah terpancing oleh juduljudul bombastis yang justru merusak persatuan bangsa.


Selain menyoroti bahaya informasi, para mahasiswa juga mengangkat isu kesehatan yang menjadi perhatian utama mereka selaku mahasiswa Farmasi, yaitu mengenai ancaman penyalahgunaan narkoba terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia. Mereka menjelaskan secara ilmiah dan rinci bagaimana narkoba bukan hanya sekadar pelanggaran hukum, tetapi merupakan serangan terhadap kesehatan fisik yang menyebabkan kerusakan saraf permanen, gangguan fungsi organ vital seperti hati dan ginjal, hingga risiko tinggi penularan penyakit menular. Lebih lanjut, mereka memaparkan dampak kehancuran mental yang ditimbulkan, seperti hilangnya kendali atas diri sendiri, gangguan kognitif, hingga hilangnya motivasi hidup, yang pada akhirnya dapat menghancurkan ekonomi keluarga dan masa depan generasi emas Indonesia.  


Sesi diskusi kemudian berlanjut dengan pembahasan mengenai pentingnya memegang teguh ideologi Pancasila sebagai benteng terakhir dari paham radikalisme. Mahasiswa dengan tegas mengajak para siswa untuk secara konsisten menolak paham radikalisme yang ingin memaksakan kehendak melalui cara-cara kekerasan, karena bangsa yang kuat adalah bangsa yang rakyatnya mampu menjaga kerukunan dan kedamaian. Mereka menegaskan bahwa menolak segala bentuk tindakan radikalisme, seperti menolak ajakan untuk membenci tetangga yang berbeda agama atau tidak memaksakan kehendak dalam sebuah argumen, adalah bukti nyata bahwa seorang pelajar sedang menjalankan amanah bela negara untuk menjaga keutuhan tanah air.  



Diskusi pun semakin mendalam ketika membahas nilai Persatuan, di mana para mahasiswa mengajak siswa untuk menghindari segala bentuk konflik yang memicu perpecahan serta menanamkan rasa bangga terhadap produk-produk dalam negeri sebagai bagian dari dukungan ekonomi negara. Selain itu, nilai Musyawarah dan Keadilan ditekankan melalui ajakan untuk aktif dalam berorganisasi di sekolah, tidak bersikap egois saat melaksanakan diskusi kelompok, serta menghargai setiap hasil keputusan rapat kelas meskipun pendapat pribadi mungkin berbeda. Mahasiswa juga menyinggung pentingnya disiplin waktu, seperti datang tepat waktu ke sekolah, karena hal tersebut merupakan bentuk nyata dari menghargai hak belajar orang lain dan tidak menggunakan hak milik pribadi untuk hal-hal yang bersifat pemborosan.  

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini akhirnya ditutup dengan harapan besar dari tim mahasiswa UMRI agar setiap poin yang telah disampaikan tidak hanya berhenti pada sesi sosialisasi saja, melainkan dapat dipraktikkan secara berkelanjutan dalam keseharian para siswa. Momen ini menjadi sangat berharga karena siswa merasa lebih dekat dan terbantu dalam memahami peran mereka sebagai bagian dari "generasi emas" yang memiliki tanggung jawab besar terhadap masa depan bangsa Indonesia ke depannya. Keberhasilan kegiatan ini diharapkan mampu menjadi pemantik bagi para siswa untuk senantiasa berkontribusi positif, baik bagi lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat luas sebagai wujud nyata dari aksi bela negara mereka.  

Keberhasilan kegiatan sosialisasi ini tidak terlepas dari dedikasi dan kerja sama tim mahasiswa Program Studi Farmasi UMRI yang terdiri dari : 

No Nama NIM
1 Dian Agustin 250205204
2 Novira Husna Pratiwi 250205205
3 Marlina 250205207
4 Aulin Vebri Syafriani 250205208
5 Ristalya Alifiani 250205209
6 Meitia Anindi 250205212
7 Shifa Salsabila 250205213
8 Alexandria Azzahra 250205215


Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan sesi foto bersama antara tim mahasiswa Program Studi Farmasi UMRI dengan para siswa, sebagai simbol kebersamaan dan komitmen untuk terus menjaga persatuan bangsa. Seluruh rangkaian acara pada tanggal 12 Juni 2026 ini memberikan kesan mendalam bagi tim mahasiswa, yang merasa bahwa kontribusi kecil melalui pendidikan dan diskusi ini sangat berharga bagi masa depan bangsa, serta bagi para siswa yang kini memiliki pemahaman lebih luas mengenai arti sebenarnya dari berbakti kepada tanah air.