Iklan

,

Pembersihan Sungai Pascabanjir, Pemulihan Wilayah Pidie Jaya Terus Berjalan

Rabu, 07 Januari 2026, 19.30 WIB Last Updated 2026-01-07T12:30:00Z

Tiga unit Excavator membersihkan sungai antara Desa Dayah Usen dan Meunasah Mancang, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya/ dok. Pendam IM


Kabar Nusantara - Upaya pemulihan wilayah pascabanjir di Kabupaten Pidie Jaya terus dikebut. Tiga unit ekskavator capit bantuan Presiden Republik Indonesia dikerahkan untuk membersihkan alur sungai yang tersumbat material banjir di kawasan antara Desa Dayah Usen dan Meunasah Mancang, Kecamatan Meurah Dua.


Deru mesin alat berat terdengar nyaris tanpa henti. Ekskavator tersebut difokuskan mengangkat glondongan kayu berukuran besar serta sedimentasi lumpur yang selama ini menghambat aliran sungai akibat terjangan banjir. Langkah ini dinilai krusial untuk mempercepat pemulihan sekaligus menekan risiko banjir susulan.


Seiring proses pembersihan, hasil positif mulai dirasakan. Aliran sungai yang sebelumnya terputus kini kembali lancar, sehingga potensi luapan air ke permukiman warga berangsur menurun.


Komandan Kodim (Dandim) 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, menyampaikan bahwa bantuan alat berat dari Presiden RI memberikan dampak signifikan terhadap percepatan penanganan pascabanjir di wilayah Pidie Jaya.


“Alhamdulillah, tiga ekskavator capit bantuan Presiden RI bekerja maksimal. Pembersihan glondongan kayu dan sedimentasi sungai berjalan efektif dan hasilnya sudah sangat terlihat. Ini langkah penting untuk mencegah banjir susulan dan mempercepat pemulihan wilayah,” ujar Letkol Inf Abdul Hadi dalam keterangannya, Selasa (6/1/2025).


Selain mengandalkan alat berat, puluhan personel Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) TNI Kodam Iskandar Muda juga diterjunkan ke lapangan. Satgas ini melibatkan prajurit dari Kodim 0102/Pidie, Yon Armed 17/RC, Yonif TP 857/GG, serta Yon Zipur 16/DA yang menyisir sejumlah titik terdampak banjir.


Dengan semangat kemanusiaan, para prajurit bahu-membahu membersihkan lumpur, puing, dan sisa material banjir di permukiman warga serta berbagai fasilitas umum. Upaya tersebut tidak hanya difokuskan pada pemulihan infrastruktur, tetapi juga untuk mengembalikan harapan masyarakat agar aktivitas kehidupan dapat kembali berjalan normal.


Menurut Letkol Inf Abdul Hadi, sinergi lintas satuan dalam Satgas Gulbencal menjadi kunci utama keberhasilan penanganan pascabanjir di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya.


“Personel Satgas Gulbencal TNI bekerja tanpa kenal lelah. Fokus kami tidak hanya pada sungai, tetapi juga pemulihan fasilitas umum dan rumah warga agar aktivitas masyarakat bisa segera normal kembali,” tambahnya.


Kolaborasi antar satuan TNI di bawah jajaran Kodam Iskandar Muda tersebut mulai menunjukkan hasil bertahap. Sejumlah fasilitas umum, seperti jalan desa, sekolah, masjid, meunasah, hingga rumah warga yang sebelumnya tertimbun lumpur kini telah dibersihkan dan kembali difungsikan.


Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya mempercepat pemulihan fisik wilayah terdampak, tetapi juga memberikan dukungan moril bagi warga yang tengah bangkit dari bencana.


Meski masih dihadapkan pada tantangan cuaca serta sisa material banjir di beberapa titik, Satgas Gulbencal memastikan upaya penanganan akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Melalui kerja terpadu antara pemerintah pusat, TNI, dan masyarakat, Pidie Jaya diharapkan segera pulih dan mampu menggerakkan kembali roda sosial serta ekonomi warganya.


Berita ini dilansir dari Infopublik.id

Sumber