Iklan

,

Beasiswa Keolahragaan Kemenpora Buka Peluang Atlet dan Pelaku Olahraga Lanjutkan Kuliah

Selasa, 27 Januari 2026, 15.30 WIB Last Updated 2026-01-27T08:30:00Z

Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membuka Beasiswa Bidang Keolahragaan sebagai kesempatan bagi atlet dan pelaku olahraga untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan doktor. (Foto Ilustrasi dokumen Beasiswa Kemenpora 2026)


Kabar Nusantara –  Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) membuka Beasiswa Bidang Keolahragaan bagi atlet, mantan atlet, dan tenaga keolahragaan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister (S2) dan doktor (S3). Program ini menjadi upaya pemerintah memastikan masa depan insan olahraga tetap terjamin, baik saat aktif berprestasi maupun setelah pensiun dari dunia kompetisi.


Beasiswa Keolahragaan merupakan hasil kolaborasi Kemenpora dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) guna memperkuat kualitas sumber daya manusia olahraga nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing.


Program ini menyasar dua kelompok utama, yakni atlet dan mantan atlet berprestasi, serta tenaga keolahragaan yang berperan dalam pembinaan olahraga nasional, seperti pelatih, wasit, tenaga medis olahraga, psikolog olahraga, sport scientist, analis performa, hingga pengembang kebijakan olahraga prestasi.


Beasiswa disalurkan melalui dua skema, yaitu Jalur Peningkatan Prestasi bagi warga negara Indonesia yang aktif di bidang olahraga, serta Jalur Penghargaan Prestasi yang ditujukan bagi atlet dan mantan atlet elit dengan prestasi tingkat dunia.


Pendanaan beasiswa mencakup pendidikan jenjang magister dengan durasi maksimal 24 bulan dan doktor hingga 48 bulan, baik di dalam maupun luar negeri sesuai ketentuan LPDP. Bidang studi yang didukung meliputi ilmu keolahragaan, kepelatihan, kebugaran, fisiologi olahraga, psikologi olahraga, manajemen olahraga, hingga hukum olahraga.


Selain biaya pendidikan, penerima beasiswa juga memperoleh dukungan biaya hidup bulanan, transportasi, asuransi kesehatan, penelitian tesis atau disertasi, serta publikasi jurnal internasional. Khusus Jalur Penghargaan Prestasi, LPDP juga menyediakan Program Pengayaan Bahasa untuk meningkatkan kemampuan bahasa asing sebelum perkuliahan.


Pendaftaran rekomendasi Beasiswa Keolahragaan dijadwalkan berlangsung dari akhir Januari hingga 5 Februari 2026 melalui laman resmi sitenor.id. Hasil rekomendasi Kemenpora akan diumumkan pada Februari 2026 sebelum peserta mengikuti tahapan seleksi LPDP.


Proses seleksi dilakukan secara transparan dan akuntabel, dengan menitikberatkan pada rekam jejak prestasi serta komitmen pengembangan diri calon penerima. Dokumen yang dipersyaratkan meliputi data kependudukan, riwayat pendidikan, rencana studi, serta bukti prestasi olahraga yang diverifikasi oleh induk organisasi resmi.


Melalui Beasiswa Keolahragaan, pemerintah menegaskan komitmennya menjadikan pendidikan sebagai investasi jangka panjang dalam membangun fondasi olahraga prestasi nasional. Program ini diharapkan mampu melahirkan atlet dan pelaku olahraga yang tidak hanya unggul di lapangan, tetapi juga siap berkontribusi sebagai profesional dan akademisi menuju Indonesia Emas 2045.


Berita ini diansir dari InfoPublik.id

Sumber