Iklan

,

Amsakar Ingatkan Musrenbang Harus Fokus pada Kebutuhan dan Dampak bagi Masyarakat

Rabu, 14 Januari 2026, 00.38 WIB Last Updated 2026-01-13T17:38:20Z

Wali kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan sambutan saat menghadiri Musrenbang tingkat kelurahan, Minggu (11/1/2026). HUMAS DISKOMINFO BATAM / RUMAW

Kabar Nusantara — Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan bahwa pembangunan daerah harus dimulai dari perencanaan yang kuat dan tepat sasaran di tingkat kelurahan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.


Hal itu disampaikan Amsakar saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Sadai dan Sungai Pelunggut tahun 2026, Minggu (11/1/2026). Musrenbang Kelurahan Sadai digelar di Room VIP E Restoran Golden Prawn 933, sementara Musrenbang Sungai Pelunggut berlangsung di GOR Bulu Tangkis RT 003 RW 011, Kavling Bukit Kamboja.


Amsakar menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar forum penyampaian aspirasi masyarakat, melainkan bagian dari sistem perencanaan pembangunan yang resmi dan berjenjang. “Seluruh tahapan ini kita lalui untuk menyaring dan menetapkan skala prioritas pembangunan, mulai dari pra-musrenbang, musrenbang kelurahan, musrenbang kecamatan, hingga musrenbang tingkat kota,” ujarnya.


Ia menjelaskan bahwa usulan di tingkat kelurahan harus diprioritaskan sebelum dibawa ke level kecamatan. Setelah itu, usulan tersebut diselaraskan dengan kemampuan APBD, pokok pikiran DPRD, arah kebijakan pemerintah daerah, serta visi–misi kepemimpinan Amsakar–Li Claudia.


Amsakar juga memaparkan kondisi fiskal Kota Batam. Jika seluruh usulan pembangunan digabungkan, kebutuhan anggaran mencapai Rp9 triliun. Sementara itu, kemampuan APBD saat ini baru sekitar Rp4,27 triliun. “Kondisi ini menuntut kita lebih bijak. Tidak semua usulan dapat diakomodasi. Prioritas utama adalah program yang memberikan manfaat paling besar bagi masyarakat,” tegasnya.


Meski begitu, Amsakar mengajak masyarakat tetap optimistis. Ia menyampaikan bahwa berbagai indikator pembangunan menunjukkan tren positif selama sepuluh bulan kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Li Claudia. Pertumbuhan ekonomi Batam mencapai 6,89 persen, realisasi investasi hingga triwulan III 2025 menembus Rp54,74 triliun atau 91 persen dari target Rp60 triliun, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat menjadi 83,8.


Menurutnya, capaian tersebut mencerminkan peningkatan kualitas pendidikan, kesejahteraan, dan derajat kesehatan warga Batam. “Ini menunjukkan tata kelola pemerintahan berada di jalur yang tepat. Batam menjadi yang terbaik di Kepulauan Riau dan masuk lima besar daerah dengan kinerja pembangunan terbaik di Sumatera,” ujarnya.


Amsakar juga menyebutkan adanya penurunan tingkat pengangguran terbuka serta kemiskinan. Persentase penduduk miskin turun dari 4,85 persen menjadi 3,81 persen, capaian yang turut mengantarkan Batam meraih penghargaan nasional atas kinerja penurunan kemiskinan.


Ia menutup arahannya dengan apresiasi kepada masyarakat atas partisipasi aktif dalam proses perencanaan pembangunan. “Capaian ini adalah hasil kerja bersama. Partisipasi masyarakat melalui Musrenbang menjadi kunci agar pembangunan Batam benar-benar menjawab kebutuhan warga,” katanya.


Sumber