Iklan

,

Ahmad Zaki Munibi Bawa Isu Pendidikan Rural Indonesia ke Forum ICDEL 2026 China

Kabar Nusantara
Senin, 22 Juni 2026, 13.44 WIB Last Updated 2026-06-22T06:44:44Z

Kabar Nusantara - Hangzhou, 14 Juni 2026 - Mahasiswa Program Doktor Linguistik Terapan Universitas Negeri Jakarta, Ahmad Zaki Munibi, membawa isu pendidikan rural Indonesia ke forum akademik internasional ICDEL 2026 di Hangzhou, China. Konferensi ini berlangsung pada 12-15 Juni 2026 dan mempertemukan peneliti, akademisi, serta praktisi pendidikan dari berbagai negara.


Dalam forum tersebut, Zaki hadir sebagai oral presenter melalui jalur invitation letter. Ia mempresentasikan riset yang berfokus pada pemanfaatan multimedia berbasis AI dan pendekatan neuroeducation dalam pembelajaran membaca Bahasa Inggris di sekolah rural.


Zaki menyampaikan bahwa penelitian ini tidak hanya membahas teknologi, tetapi juga persoalan keadilan akses pendidikan. Menurutnya, sekolah di wilayah rural memiliki kebutuhan yang berbeda dengan sekolah di perkotaan. Karena itu, solusi pembelajaran berbasis teknologi harus mempertimbangkan kondisi lokal.


“Pendidikan rural tidak boleh tertinggal dalam arus transformasi digital. Namun, transformasi itu harus realistis. Teknologi perlu disesuaikan dengan infrastruktur, kesiapan guru, dan karakteristik siswa,” ujar Zaki.


Penelitian ini dilakukan di Kepulauan Aru, Maluku. Zaki mengumpulkan data melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan dokumentasi pembelajaran. Penelitian melibatkan guru dan siswa yang menggunakan media pembelajaran berbasis AI dalam kelas Bahasa Inggris.


Temuan penelitian menunjukkan bahwa AI multimedia dapat membantu siswa memahami teks yang lebih kompleks. Siswa juga lebih aktif dan lebih mandiri dalam belajar. Integrasi dengan neuroeducation membantu proses pemahaman karena pembelajaran dirancang dengan memperhatikan cara siswa mengolah informasi.



Meski memberikan dampak positif, penerapan teknologi ini masih menghadapi kendala serius. Koneksi internet yang tidak stabil dan keterbatasan perangkat belajar menjadi tantangan utama. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran membutuhkan dukungan ekosistem yang kuat.


Zaki menilai bahwa riset ini dapat menjadi masukan bagi pendidik dan pembuat kebijakan. Pemerataan teknologi pendidikan harus dimulai dari kebutuhan dasar sekolah. Infrastruktur, pelatihan guru, dan bahan ajar digital perlu dikembangkan secara bersamaan.


Keikutsertaan Zaki dalam ICDEL 2026 didukung oleh Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), LPDP, PPAPT Kemdiktisaintek, dan PUSLAPDIK Kemendikdasmen. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendorong mahasiswa Indonesia agar aktif berkontribusi di forum ilmiah internasional.


Zaki berharap presentasinya di ICDEL 2026 dapat memperluas jejaring akademik dan membuka ruang kolaborasi riset. Ia juga berharap isu pendidikan rural Indonesia dapat mendapat perhatian lebih luas dalam pengembangan teknologi pembelajaran global.


“Riset ini ingin menunjukkan bahwa inovasi pendidikan harus menjangkau semua wilayah. Sekolah rural juga berhak mendapat pembelajaran yang berkualitas, relevan, dan didukung teknologi yang sesuai,” tambahnya.