Iklan

,

Edukasi Bahaya Listrik dan Energi Terbarukan Sejak Dini, Dosen Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol, Fakulas Vokasi UNAIR Hadir di SD Negeri 1 Tambak Sari Surabaya

Kabar Nusantara
Kamis, 18 Juni 2026, 09.09 WIB Last Updated 2026-06-18T02:09:20Z

Kabar Nusantara - Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari oleh dosen Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol, Departemen Teknik, Fakulas Vokasi, Universitas Airlangga menyelenggarakan kegiatan edukasi bertema Bahaya Listrik dan Pengenalan Energi Terbarukan di SD Negeri 1 Tambak Sari Surabaya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar mengenai pentingnya keselamatan dalam penggunaan listrik serta mengenalkan berbagai sumber energi terbarukan sebagai solusi energi berkelanjutan di masa depan. Melalui kegiatan tersebut, para siswa memperoleh pemahaman tentang cara menggunakan peralatan listrik secara aman, mengenali potensi bahaya listrik di lingkungan sekitar, serta memahami manfaat energi surya, angin, air, dan sumber energi terbarukan lainnya sebagai alternatif energi yang lebih ramah lingkungan. Dengan pendekatan yang interaktif, siswa diajak belajar sambil berdiskusi sehingga materi dapat diterima dengan lebih mudah dan menyenangkan.


Acara yang diselenggarakan pada Selasa,15 Juni 2026 yang lalu merupakan sebuah program pengabdian kepada masyarakat yang diikuti oleh siswa tersebut berlangsung dengan penuh antusias. Kegiatan ini penting dilaksanakan karena edukasi keselamatan listrik perlu diberikan sejak usia sekolah dasar karena listrik digunakan setiap hari dan memiliki potensi bahaya apabila tidak dipahami dengan baik. Selain itu, pengenalan energi terbarukan menjadi investasi pendidikan jangka panjang untuk membentuk generasi yang peduli terhadap lingkungan dan keberlanjutan energi di masa depan, seperti yang disampaikan oleh Dr. Ir. Riky Tri Yunardi, S.T., M.T., dari salah satu pemateri.


Dalam sesi pertama, Sisca Dina Nur Nahdliyah, S.T., M.T. dan Eva Inaiyah Agustin, S.ST., M.T. menjelaskan berbagai risiko yang dapat ditimbulkan oleh listrik apabila digunakan tanpa memperhatikan aspek keselamatan. Melalui pemaparan materi yang interaktif dan disertai contoh-contoh sederhana, siswa diajak memahami cara menggunakan peralatan listrik secara aman serta langkah-langkah yang harus dilakukan ketika menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan. Para peserta mendapatkan materi mengenai potensi bahaya listrik yang dapat terjadi dalam kehidupan sehari-hari, seperti menyentuh peralatan listrik dengan tangan basah, penggunaan stop kontak yang berlebihan, hingga pentingnya menjauhi instalasi listrik yang rusak atau terbuka.



Pada sesi kedua, siswa diperkenalkan dengan konsep energi terbarukan sebagai sumber energi yang ramah lingkungan dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Elsyea Adia Tunggadewi, S.T., M.T. dan Aji Akbar Firdaus, S.T., M.T. menjelaskan berbagai jenis energi terbarukan, seperti energi surya, energi angin, energi air, dan biomassa. Melalui gambar, video, dan diskusi interaktif, siswa diajak mengenal bagaimana energi tersebut dapat diubah menjadi listrik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Materi energi terbarukan juga disampaikan untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak usia dini. Siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya menghemat energi dan mendukung penggunaan sumber energi yang lebih bersih guna mengurangi dampak perubahan iklim dan menjaga kelestarian lingkungan.


Penutup dari materi pada kegiatan ini semakin hidup ketika para siswa mengikuti sesi tanya jawab dan kuis edukatif yang disampaikan oleh Wilda Prihasty, S.T., M.T. Berbagai pertanyaan yang diajukan menunjukkan tingginya rasa ingin tahu siswa terhadap listrik dan teknologi energi masa depan. Sebagai bentuk apresiasi, tim memberikan hadiah kepada peserta yang aktif selama kegiatan berlangsung. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, diharapkan para siswa dapat menerapkan perilaku aman dalam menggunakan listrik serta menjadi generasi yang lebih peduli terhadap pemanfaatan energi terbarukan dan mendukukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, energi bersih dan terjangkau, serta aksi terhadap perubahan iklim. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan literasi energi dan keselamatan masyarakat melalui pendidikan sejak usia sekolah dasar.