Iklan

,

Knowledge Management Award 2025: Gubernur DKI Dorong ASN Jadikan Berbagi Pengetahuan sebagai Identitas Birokrasi Kota Global

Redaksi Kabar Nusantara
Minggu, 14 Desember 2025, 12.30 WIB Last Updated 2025-12-14T08:49:42Z

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, kepada 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai berhasil mengimplementasikan budaya berbagi serta mendokumentasikan praktik baik di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu, (10/12/2025).

Kabar NusantaraPemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi menggelar Knowledge Management Award (KMA) 2025 yang merupakan penghargaan perdana, sebagai upaya strategis untuk memperkuat fondasi Jakarta sebagai kota global yang berbasis pada inovasi dan budaya belajar. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, kepada 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dinilai berhasil mengimplementasikan budaya berbagi serta mendokumentasikan praktik baik dalam penyelenggaraan pemerintahan. Acara bersejarah ini diikuti 51 OPD dan diselenggarakan di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu, 10 Desember 2025.


Gubernur Pramono Anung dalam sambutannya menekankan bahwa KMA ini adalah langkah awal untuk menjadikan manajemen pengetahuan sebagai identitas inti birokrasi ibu kota. Ia menjelaskan bahwa tradisi berbagi, mendokumentasikan, dan mengembangkan praktik baik inilah yang akan memperkuat posisi Jakarta sebagai global city, sejalan dengan kota-kota besar dunia yang maju karena budaya belajar yang kuat.


Pramono secara khusus menyoroti pentingnya konversi pengetahuan. "Kita harus memastikan bahwa pengetahuan tacit—pengalaman, keahlian, dan intuisi yang dimiliki individu ASN—tidak hilang seiring pergantian personel atau masa pensiun," ujar Gubernur. "Budaya berbagi pengetahuan menjadi kunci utama untuk mengubah keahlian pribadi menjadi aset organisasi yang abadi, sehingga Pemprov DKI tidak pernah kehilangan memori institusionalnya."


Menurut Gubernur, sebagai Learning City, setiap kebijakan di Jakarta harus lahir dari proses pembelajaran yang terdokumentasi dan berbasis data, karena dari proses inilah inovasi akan muncul dan kualitas layanan publik akan meningkat.


Sementara itu, PLT Kepala BPSDM DKI Jakarta, Marulina Dewi Mutiara, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi yang tinggi kepada Community of Practice (CoP) di 51 OPD DKI Jakarta yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik. "Kami berharap kegiatan ini akan terus mendorong peningkatan pelayanan dan inovasi di seluruh satuan kerja," ujar Marulina Dewi Mutiara.


Senada dengan hal tersebut, Kepala Pusdatin BPSDM, Andhika Karuniawan Nanda, menjelaskan bahwa kegiatan KMA 2025 ini merupakan puncak dari proses pendampingan yang telah dilakukan secara intensif oleh BPSDM selama satu tahun penuh, mulai dari Triwulan 1 sampai Triwulan 4. "Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam pelaksanaan knowledge management di lingkungan Pemprov DKI," tambah Andhika.


Sebagai pihak yang mewakili konsultan yang mendampingi proses ini, Syaifulloh, Principle Consultant PT Madep Jakarta, mengungkapkan bahwa KMA 2025 adalah kegiatan penting dalam mendorong CoP untuk terus maju dan berkembang dalam menggerakkan komunitas belajar. Ia menjelaskan bahwa terdapat enam aspek utama yang menjadi dasar observasi CoP, meliputi Relevansi Tema, Partisipasi dan Kolaborasi, Dokumentasi dan Aset Pengetahuan, Aksesibilitas dan Diseminasi, Manfaat dan Dampak, serta Keberlanjutan, yang semuanya dinilai telah dilaksanakan dengan baik oleh OPD pemenang.


Mengakhiri pidatonya, Gubernur Pramono Anung menekankan aspek keberlanjutan. "Knowledge Management Award ini bukan akhir, melainkan pemantik. Penguatan komunitas belajar dan keberlanjutan Community of Practice (CoP) harus dijamin oleh kebijakan manajemen di setiap OPD, sehingga pengetahuan yang didokumentasikan hari ini dapat terus dikembangkan dan diwariskan kepada generasi ASN berikutnya," tandasnya. Ia berharap kegiatan KMA ini dapat menjadi tradisi baru di lingkungan Pemprov DKI Jakarta