Kabar Nusantara - Edukasi melalui sosialisasi dilakukan oleh tim pengabdian kepada masyarakat dari Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Unsoed mengenai analisa ilmu usahatani kepada mitra kegiatan pengabdian yaitu kelompok wanita tani Tunas Mandiri yang berada di Desa Cilongok, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas. Tim kegiatan ini terdiri dari ibu Ulfah Nurdiani, S.P., M.Sc. selaku ketua dan Ibu Alpha Nadeira M, S.P., M.P., Dr. Akhmad Rizqul Karim, SP., M.Sc., dan Ibu Dewanti Risa U, S.P., M.Sc. Kegitan pengabdian kepada masyarakat ini didukung secara penuh pada pendanaan pengabdian berbasis riset oleh Universitas Jenderal Soedirman tentunya juga difasilitasi langsung oleh LPPM Unsoed. Ulfah selaku ketua kegiatan pengabdian menyatakan bahwa pada saat ini banyak kelompok wanita tani yang eksis dengan berbagai macam program kerja namun kurang menguasai mengenai analisa usahatani sehingga program kerja khusunya budidaya yang dilakukan hanya sekedar pelaksanaan program tanpa tahu apakah mendapatkan keuntungan atau tidak.
Permasalahan mengenai kelompok wanita tani Tunas Mandiri juga mengalami hal yang sama terlebih lagi dalam pengelolaan keuangan khususnya dalam hal pembukuan sudah dilakukan namun masih kurang konsisten. Pencatatan juga masih dilakukan sederhana tanpa pengelompokan pada pos-pos tertentu. Pencatatan juga masih dilakukan pada waktu-waktu tertentu sehingga tidak dilakukan secara berkelanjutan. Permasalahan analisa usahatani yang masih belum dilakukan oleh KWT inilah sehingga program pengabdian ini muncul sehingga harapannya mitra mendapatkan sharing knowledge yang bisa diberikan oleh tim pengabdian.
Sumber daya manusia merupakan salah satu aspek yang harus terus dikembangkan khususnya dalam hal melakukan bisnis yang ada pada kelompok wanita tani juga harus ditunjang dengan adanya berbagai macam program salah satunya adalah edukasi mengenai analisa usahatani. Besar kecilnya keuntungan yang didapatkan oleh kelompok wanita tani dapat diukur jika setiap anggota mampu menghitung ataupun menganalisa secara tepat. Pengelolaan keuangan yang baik akan membuat adanya rekam jejak keuangan yang jelas. Pencatatan keuangan menciptakan rekam jejak yang sistematis dari semua transaksi keuangan. Ini termasuk penerimaan, pengeluaran, investasi, dan pinjaman. Dengan catatan yang baik, KWT Tunas Mandiri dapat dengan mudah mengevaluasi kesehatan finansial mereka dan membuat keputusan yang lebih tepat berdasarkan data yang akurat.
Edukasi analisa usahatani juga mendorong manajemen organisasi dalam merencanakan alokasi anggaran yang dimiliki. Pemanfaatan peluang-peluang melalui berbagai macam program bantuan juga harus bisa direspons oleh KWT Tunas mandiri melalui proyeksi keuangan yang lebih akurat dan pengelolaan arus kas yang baik. Analisa usahatani yang bisa dilakukan dengan baik setelah melalui edukasi dan pendampingan oleh tim kegiatan pengabdian membuat program kerja berjalan lebih realistis. Tentunya kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang ada di KWT Tunas Mandiri tidak terhenti disini saja namun akan terus berlanjut dengan kegiatan lainnya seperti pengemasan produk sayuran dan pembuatan eco-enzym guna mendukung eksistensi KWT Tunas Mandiri, Tutup Ulfah.
