Iklan

,

AKUNTANSI USAHA MIKRO SEBAGAI PENDUKUNG RURAL PRENEURSHIP ANYAMAN PANDAN DI DESA MUNUNG KEREP KABUH JOMBANG

Kabar Nusantara
Selasa, 28 November 2023, 05.44 WIB Last Updated 2023-11-27T22:50:30Z


Kabar Nusantara - Desa munungkerep merupakan salah satu desa penghasil kerajinan Pandan yang sudah ada sejak zaman dulu dan merupakan warisan budaya kearifan lokal yang diperoleh dari orang tua secara turun-temurun. Kerajinan anyaman dibuat dari tanaman pandan yang tersedia dengan jumlah yang melimpah di desa Munungkerep. Mayoritas penduduknya bekerja sebagai pengrajin anyaman tikar pandan. Permasalahannya adalah anyaman Pandan yang dihasilkan oleh pengrajin biasanya dijual langsung kepada pengepul anyaman sehingga nilai jual dari anyaman Pandan tergantung dari jumlah harga yang diberikan oleh pengepul. Mitra kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pengelola dan pengrajin Usaha Mikro  Anya Craft di Desa Munungkerep, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang yang bertujuan memberikan pelatihan mengenai inovasi produk baru yang dihasilkan dari kerajinan anyaman pandan dan meningkatkan kreativitas pengrajin. Dengan menambahkan desain baru yang lebih beragam dan disesuaikan dengan perkembangan zaman akan meningkatkan daya jual. Serta membantu mitra dalam memanfaatkan teknologi dan media sosial sebagai sarana promosi. Hasil dari kegiatan ini, pengrajin bisa memahami materi yang diberikan dan bisa mempraktekannya, mulai dari persiapan dan proses produksi. Kendala yang dihadapi adalah ada sebagian kecil pengrajin yang keterampilannya kurang memadai.



Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh wirausahawan UMKM adalah pengelolaan keuangan dan pengelolaan manajemen yang belum sesuai dengan kaidah akuntansi yang baik dan benar. Pengelolaan dana yang baik menjadi kunci utama yang menyebabkan keberhasilan atau kegagalan suatu UMKM. Dalam rangka membantu UMKM menyusun kebutuhan pelaporan keuangan, Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) pada tahun 2016 menerbitkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelaporan keuangan entitas sekaligus mendorong pertumbuhan UMKM yang berkembang di Indonesia.


Berdasarkan wawancara  warga desa Munungkerep bahwa alokasi Bahan baku yang berasal dari pandan ini diperoleh di sekitar kebun dan hutan di lingkungan Desa Munungkerep. Karena Tanaman pandan hanya tumbuh di beberapa desa sebagai bahan baku makan tanamana pandan ini perlu dilestarikan. Dalam seminar ini dipahamkan kepada masyarakat bahwa pandan mempunyai nilai yang besar, mohon dijaga agar tanaman pandan tidak punah di daerah sekitar. Masyarakat antusias sekali memperhatikan bahwa Bahan baku pandan mempunyai nilai lebih. Komponen selanjutnya adalah tenaga kerja dari ibu-ibu pengrajin harus ada nilainya juga , bahan2 lain seperti jarum benag dan alat menyusir pandan juga harus di nilai.


Seperti penulis terdahulu menyampaikan  Banyak Kendala yang dihadapi UMKM sehingga UMKM sulit berkembang, salah satunya adalah kurangnya SDM yang memiliki kualifikasi baik dan berpengalaman (Lonela at al, 2011). Faktor lain dan merupakan tantangan utama yang dihadapi oleh UMKM adalah terkait dalam pengelolaan dana. Pengelolaan dana yang baik merupakan faktor kunci keberhasilan UMKM. Cara praktis dan manjur dalam pengelolaan dana pada UMKM dengan menerapkan akuntansi yang baik sehingga dapat memberikan informasi keuangan yang penting dalam menjalankan perusahaan. Masih banyak pelaku UMKM yang belum menggunakan informasi akuntansi secara maksimal pada usahanya atau mungkin belum menerapkannya sama sekali, begitu pula dengan UMKM yang beranggapan apabila dalam usahanya menerapkan akuntansi hanya akan menambah rumit pekerjaan. Hal seperti ini tentunya sering ditemukan pada UMKM, karena belum adanya kesadaran dari para pelaku UMKM tentang pentingnya pencatatan akuntansi pada usahanya. Seharusnya para pelaku UMKM dapat memahami manfaat dari pencatatan akuntansi, hal ini karena aspek penting dari pengelolaan suatu usaha adalah keuangan, maka apabila pengelolaan keuangan pada suatu usaha tidak terkelola dengan baik dapat dipastikan usaha tersebut akan mengalami masalah bahkan hingga mengalami kebangkrutan (Savitri dan Saipudin, 2018).


Usaha kerajinan dari anyaman pandan sangat menarik, Daun pandan duri (pandanus tectorius) merupakan salah satu tumbuhan yang banyak tumbuh di daerah pesisir pantai, tumbuhan ini sangat terkenal dikalangan masyarakat (Hasan & Zelviani, 2019). Untuk Pandan ini tumbuh di pesisir Hutan , Hanya saja persoalan kurangnya antusias masyarakat dan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan, mengelola dan menciptakan inovasi baru menjadi salah satu titik masalah yang ada di desa Munungkerep. Di era pasca pandemi Covid-19, masyarakat membutuhkan dorongan dan dukungan yang penuh dengan disediakan fasilitas yang mendukung, ide pemikiran, tenaga, dan ilmu pengetahuan dalam memunculkan inovasi baru demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Pengolahan dan pembuatan anyaman pandan dengan berbagai inovasi yang baru dapat berpengaruh terhadap nilai ekonomis yang lebih tinggi dari produk sebelumnya. Pada akhirnya, kegiatan pengembangan dalam pengolahan struktur yang dilakukan, berdampak kepada masyarakat pada pemberdayaan dalam mengembangkan anyaman pandan (Desnica, Widiawati, & Nugraha, 2019).




Sasaran kegiatan ini adalah Usaha Mikro  Anya Craft dan pengrajin di Desa Munungkerep, yang direkomendasikan oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro sebagai Mitra Dosen Berkegiatan Industri 2023  diharapkan dari kegiatan ini memberikan motivasi  inovasi dan kreatifitas ini, masyarakat dapat membuat berbagai variasi hasil anyaman Pandan yang dapat meningkatkan hasil jual di pasar lokal. Hal ini disebabkan karena anyaman Pandan kurang memiliki nilai jual apabila belum di olah terlebih dahulu. Selain itu, perkembangan dunia bisnis yang semakin hari semakin pesat dengan teknologi, maka dari itu disarankan untuk pelaku usaha lebih kreatif dan inovatif dalam menciptakan suatu produk yang unik dan menarik, meningkatkan pengetahuan mitra dalam memanfaatkan teknologi dan media sosial sebagai sarana promosi. Sehingga hasil kerajinan Pandan menjadi produk unggulan yang menarik dan diminati serta dapat meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Munungkerep



Dari kegiatan Dosen berkegiatan di Industri tahun 2023 ini menghasilkan penerapan pencatatan sederhana yaitu akuntansi usaha mikro bagaimana menentukan harga bahan baku pandan , Biaya tenaga kerja dari pengrajin dan biaya lain-lain. Sehingga mempunyai Nilai jual yang lebih tinggi dengan pengembangan inovasi yaitu sandal variasi batik yang sudah berhasil dalam penggunghanan Hak Cipta


oleh :

Dina Eka Shofiana, SE. MA ( Dosen Unipdu Jombang, DBI_2023 kemristekdikbud)

Arifian Ardi Achmadi, S.KP. MKP ( Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kab. Jombang )