Iklan

,

UNJ Hadirkan Program SERASI, Perkuat Kolaborasi Rumah dan Sekolah untuk Optimalkan Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus

Kabar Nusantara
Rabu, 15 Juli 2026, 16.50 WIB Last Updated 2026-07-15T09:54:57Z


Kabar Nusantara - Jakarta, 15 Juli 2026, Tim Pengabdian kepada masyarakat universitas negeri jakarta (UNJ) melaksanakan kegiatan bertajuk program SERASI (Structured Environment for Inclusive Education) : Model Kolaborasi Rumah-Sekolah Berbasis Parent Empowered untuk optimalisasi perkembangan anak berkebutuhan khusus di SDN 14 Jatinegara Kaum, Jakarta Timur. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat yang menjadi tanggung jawab setiap sivitas akademika. Melalui kegiatan ini, Universitas Negeri Jakarta tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan melalui pendidikan dan penelitian, tetapi juga memastikan bahwa hasil pemikiran, inovasi, dan karya ilmiah yang dihasilkan dapat diimplementasikan secara nyata untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Program SERASI menjadi wujud nyata komitmen tersebut dengan menghadirkan model kolaborasi rumah dan sekolah yang dapat diterapkan secara langsung dalam mendukung perkembangan anak berkebutuhan khusus di lingkungan pendidikan inklusif.

Program SERASI bertujuan membangun kolaborasi yang lebih efektif antara guru dan orang tua melalui pendekatan parent empowerment atau pemberdayaan orang tua. Pendekatan ini menempatkan orang tua sebagai mitra aktif sekolah dalam mendampingi proses belajar dan perkembangan anak, sehingga strategi pembelajaran dan pengasuhan dapat berjalan secara selaras baik di rumah maupun di sekolah.


Kepala SDN 14 Jatinegara Kaum turut mengapresiasi pelaksanaan Program SERASI sebagai upaya memperkuat pendidikan inklusif di sekolah. Menurutnya, setiap anak memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda sehingga memerlukan pendekatan yang tepat sesuai dengan kebutuhannya.


"Maka dari hal itu kita harus gali lebih dalam lagi, karena setiap anak itu unik dan memiliki potensi yang berbeda-beda," ujar Kepala SDN 14 Jatinegara Kaum.

Ia berharap melalui Program SERASI, guru dan orang tua dapat semakin memahami karakteristik setiap anak serta membangun kolaborasi yang lebih erat dalam memberikan pendampingan yang sesuai. Dengan demikian, potensi anak berkebutuhan khusus dapat berkembang secara optimal melalui dukungan yang berkesinambungan, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Kepala Satuan Pendidikan menyambut baik pelaksanaan Program SERASI sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan inklusif. Menurutnya, pemahaman terhadap karakteristik setiap anak menjadi langkah awal dalam memberikan layanan pendidikan yang tepat.


"Setiap anak memiliki berbagai karakter. Karena setiap anak memiliki keunggulan dan kekurangan yang berbeda, maka keunggulan dan kekurangan tersebut harus kita jadikan motivasi tersendiri untuk memberikan pendampingan dan layanan pendidikan yang sesuai," ujar Kepala Satuan Pendidikan.


Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara guru, orang tua, dan perguruan tinggi merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, sehingga setiap anak berkebutuhan khusus dapat berkembang sesuai dengan potensi yang dimilikinya.


Kegiatan ini diikuti oleh kepala sekolah wilayah jatinegara kaum, guru, orang tua peserta didik, serta tim dosen dan mahasiswa UNJ. Selama pelaksanaan program, peserta memperoleh materi mengenai pentingnya kolaborasi rumah dan sekolah dalam pendidikan inklusif, strategi pendampingan anak berkebutuhan khusus di lingkungan keluarga, serta praktik komunikasi yang efektif antara guru dan orang tua. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif dan sesi berbagi pengalaman untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam mendampingi anak.


Pelaksanaan Program SERASI dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya berbagai tantangan dalam penyelenggaraan pendidikan inklusif, terutama belum optimalnya komunikasi dan kerja sama antara sekolah dengan orang tua. Padahal, keberhasilan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus tidak hanya bergantung pada proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga pada konsistensi pendampingan yang diberikan di rumah. Oleh karena itu, diperlukan sebuah model kolaborasi yang mampu memperkuat peran kedua belah pihak secara berkelanjutan.


Melalui Program SERASI, Tim Pengabdian kepada Masyarakat UNJ mengembangkan lingkungan belajar yang lebih terstruktur, inklusif, dan kolaboratif dengan mendorong keterlibatan aktif orang tua dalam setiap proses pendampingan anak. Model ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman orang tua mengenai kebutuhan belajar anak, memperkuat komunikasi dengan guru, serta menciptakan kesinambungan strategi pembelajaran antara rumah dan sekolah.


Ketua tim pengabdian masyarakat menyampaikan bahwa keberhasilan pendidikan inklusif memerlukan komitmen bersama dari seluruh pihak. "Anak berkebutuhan khusus akan berkembang secara optimal ketika rumah dan sekolah memiliki tujuan, strategi, dan komunikasi yang sejalan. Melalui Program SERASI, kami berharap tercipta kemitraan yang kuat antara guru dan orang tua sehingga setiap anak memperoleh dukungan yang konsisten dalam proses belajar maupun kehidupan sehari-hari," ujarnya.


Melalui kegiatan ini, Universitas Negeri Jakarta berharap Program SERASI dapat menjadi salah satu praktik baik dalam penguatan pendidikan inklusif di sekolah dasar. Ke depan, model kolaborasi rumah–sekolah berbasis parent empowerment ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai satuan pendidikan sehingga semakin banyak anak berkebutuhan khusus memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berpusat pada kebutuhan mereka.