Sebanyak 41 peserta yang didominasi mahasiswa dan pekerja muda mengikuti rangkaian kegiatan yang mengusung konsep healing through culture. Dalam program ini, peserta diajak menikmati sesi yoga di alam terbuka sebelum melanjutkan workshop membatik menggunakan canting pada media tote bag. Konsep tersebut dipilih untuk menciptakan suasana yang lebih rileks sekaligus memberikan pengalaman belajar budaya secara menyenangkan.
Ketua pelaksana dari Kelompok ADIBRATA menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi strategi brand activation untuk memperkenalkan Batik Blimbing sebagai salah satu UMKM batik khas Kota Malang. Melalui pengalaman membatik secara langsung, peserta diharapkan tidak hanya mengenal produk batik, tetapi juga memahami nilai budaya, filosofi, dan proses kreatif yang melatarbelakanginya.
Sebelum acara puncak berlangsung, tim ADIBRATA terlebih dahulu menggelar kegiatan pra-event di kawasan Car Free Day Jalan Ijen dan Kayutangan Heritage, Kota Malang, pada 14 dan 20 Juni 2026. Pada kesempatan tersebut, masyarakat diajak berpartisipasi mewarnai kain batik sepanjang dua meter yang telah dicanting dengan motif Topeng Malang menggunakan pewarna tekstil berwarna merah muda, biru, dan oranye. Aktivitas tersebut menjadi sarana interaktif untuk memperkenalkan Batik Blimbing sekaligus mengajak masyarakat menghadiri kegiatan utama.
Workshop membatik menjadi salah satu sesi yang paling mendapat perhatian peserta. Selain memperoleh penjelasan mengenai Batik Blimbing, mereka juga merasakan langsung proses membatik menggunakan canting. Didukung suasana Coban Putri yang sejuk dan asri, peserta mengaku lebih nyaman mengikuti setiap tahapan workshop. Bagi sebagian besar peserta, kegiatan ini merupakan pengalaman pertama mereka membatik sehingga memberikan kesan yang berbeda dibandingkan aktivitas serupa yang pernah diikuti.
Untuk melengkapi pengalaman selama kegiatan, panitia menyediakan konsumsi berupa susu kambing, salad wrap, polo pendem, dan air mineral yang disesuaikan dengan konsep hidup sehat dan healing yang menjadi tema acara.
Salah satu peserta, Daniel, mengungkapkan bahwa konsep kegiatan yang menggabungkan yoga dan workshop membatik memberikan pengalaman yang unik sekaligus menambah apresiasinya terhadap budaya lokal.
"Saya baru pertama kali mencoba membatik menggunakan canting. Dipadukan dengan suasana alam yang sejuk, kegiatan ini menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus menambah apresiasi saya terhadap Batik Blimbing sebagai budaya khas Kota Malang," ujajn Daniel.
Melalui penyelenggaraan Breathe in Malang: Healing with Batik Blimbing, Kelompok ADIBRATA berharap Batik Blimbing semakin dikenal oleh masyarakat, khususnya generasi muda. Program ini diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat untuk mengenal dan melestarikan budaya membatik melalui pengalaman yang kreatif, edukatif, dan sesuai dengan gaya hidup masa kini.
Tentang Pelaksana:
Program Breathe in Malang: Healing with Batik Blimbing diselenggarakan oleh Kelompok ADIBRATA, mahasiswa Semester 6 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), sebagai bagian dari pelaksanaan Praktikum Public Relations 3.
Anggota Kelompok ADIBRATA:
Navika Islamay Putri
Devita Agustin
Nisa Nurrizky
Falah Ageng Putri
Hasnaa Aurelia Nabrisqy
Raka Bagus Yudhanto
Irzaki Ilham Satyatama
Mayrio Huseini Mustika Aji