![]() |
| Kepala Dinas Sosial Provinsi Gorontalo Sagita Wartabone bersama para lansia penerima bantuan, Sabtu (10/1/2026). (foto: mcgorontaloprov/owan) |
Kabar Nusantara – Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Komisi Daerah Lanjut Usia (Komda Lansia) Provinsi Gorontalo menyalurkan Bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) serta bantuan bagi Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) sebagai upaya mendorong kemandirian dan keberdayaan kelompok lanjut usia.
Penyaluran bantuan yang berlangsung di Kelurahan Buladu, Kota Gorontalo, Sabtu (10/1/2026), merupakan realisasi program anggaran tahun 2025 yang mulai diwujudkan pada awal tahun baru.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Gorontalo Sagita Wartabone, yang hadir mewakili Wakil Gubernur Gorontalo, mengatakan bahwa program tersebut difokuskan kepada lansia yang masih aktif menjalankan kegiatan ekonomi. “Sebanyak 36 lansia penerima manfaat menerima bantuan berupa 50 kilogram beras, 25 kilogram minyak goreng, 50 kilogram gula pasir, air mineral, dan mie instan. Bantuan ini diperuntukkan sebagai tambahan modal usaha dagang agar dapat diputar kembali dan berkelanjutan,” ujar Sagita.
Program ini menyasar para pelaku usaha mikro, seperti pemilik kios atau warung sembako, agar mereka dapat memperluas usaha dan meningkatkan pendapatan.
Sagita menegaskan bahwa program sosial yang langsung menyentuh dan memberdayakan masyarakat tetap menjadi prioritas pemerintah daerah. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus Komda Lansia Provinsi Gorontalo atas kerja keras dan persiapan yang matang sehingga penyaluran bantuan berjalan lancar.
Ke depan, ia berharap program yang dijalankan Komda Lansia semakin variatif dan inovatif agar para lansia tidak hanya sejahtera secara ekonomi, tetapi juga dapat terus berkontribusi, hidup mandiri, dan tetap bermartabat di tengah masyarakat.
Kegiatan penyaluran bantuan turut dihadiri oleh Sularno Suhono dari Bidang Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Provinsi Gorontalo, Pekerja Sosial (Peksos) Herlina Naki, serta para pengurus Komda Lansia Provinsi Gorontalo, menandai kuatnya kolaborasi antar pemangku kepentingan.
