Kabar Nusantara - Sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan limbah kertas, sekelompok Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Negeri Yogyakarta yang tergabung dalam kelompok proyek Pendidikan dan Pembangunan Berkelanjutan telah mengumpulkan kertas bekas dari beberapa mahasiswa lain yang dapat dimanfaatkan menjadi paper seed sebagai media daur ulang yang ramah lingkungan.
Hal ini telah sejalan dengan implementasi SDGs 12-Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, di mana kita tidak hanya bisa membeli dan memakai kertas, kertas yang telah terpakai juga bisa dimanfaatkan kembali menjadi barang baru yang lebih banyak manfaatnya.
Kegiatan ini sendiri didasari oleh masalah limbah kertas yangbanyak menumpuk di rumah tangga, terutama rumah yang masih memiliki pelajar atau mahasiswa di dalamnya. Karena, semakin tahun, maka pelajar akan membutuhkan semakin banyak kertas untuk menunjang kegiatan akademik, sementara kertas yang telah dipakai hanya dibiarkan menumpuk di sudut ruangan tanpa tindakan yang berarti. Tak sedikit juga kertas yang berakhir di tempat pembuangan sampah atau dibakar, yang semakin mencemari lingkungan sekitar. Ada juga yang akhirnya mengantar kertas bekas milik mereka ke tempat rongsokan untuk kemudian ditukar menjadi uang.
Padahal, dalam pembuatan kertas, dibutuhkan batang pohon yang diproses hingga kemudian sampai di tangan kita menjadi lembaran kertas siap pakai. Rasanya tidak sepadan jika melihat bahan kertas, yakni pohon, yang akan berakhir begitu saja di tempat pembuangan sampah hingga menjadi sisa abu pembakaran.
Berdasarkan permasalahan dan keresahan yang semakin menumpuk, akhirnya tercetus sebuah ide sebagai solusi sederhana. Dengan cara mendaur ulang limbah kertas hingga menjadi kertas baru yang sudah diberi benih tanaman. Sehingga, saat kertas baru sudah selesai dipakai, bisa langsung ditanam dan terurai di tanah, tidak lagi menambah limbah kertas di rumah.
Langkah pertama yang dilakukan untuk melaksanakan proyek ini adalah pengumpulan limbah kertas dari lingkungan sekitar, atau dari sesama mahasiswa yang bersedia untuk menyumbangkan kertas bekas miliknya.
Kertas yang berhasil dikumpulkan memiliki jenis yang cukup beragam, ada yang merupakan kertas bekas hasil print out hingga kertas bekas tulis tangan. Proses awal ini tidak hanya berhasil mengumpulkan sumber daya yang akan digunakan untuk memproduksi kertas daur ulang, tapi juga turut membantu mahasiswa untuk mengurangi tumpukan kertas yang telah mereka simpan selama ini. Selain mengurangi limbah kertas, proses ini juga membantu meningkatkan kepedulian tentang lingkungan serta memberikan edukasi sederhana mengenai daur ulang kertas yang sudah tidak terpakai kepada mahasiswa lain.
Setelah kertas bekas sudah terkumpul, selanjutnya para mahasiswa yang terlibat langsung mengolah limbah kertas tersebut. Secara sederhana, cara daur ulang kertas dengan motode seperti ini dimulai dengan menghancurkan kertas menjadi bubur kertas atau lebih dikenal sebagai pulp. Baru setelahnya diberi benih tanaman, lalu dicetak dan dikeringkan di bawah sinar matahari. Proses pengeringan sendiri tidak membutuhkan waktu yang lama, apabila matahari terik, maka satu hari sudah cukup untuk mengeringkan kertas baru dengan sempurna.
Tampilan fisik dari kertas daur ulang ini memang tidak mulus, ditambah dengan bintik-bintik hitam dari benih tanaman. Namun, ketidaksempurnaan tampilan ini malah bisa menjadi daya tarik tersendiri.
Kertas hasil daur ulang ini sendiri lebih cocok untuk penggunaan estetika, seperti membuat jurnal atau buku harian, karena kertasnya yang cenderung tebal tidak membuat tinta mudah menembus hingga halaman belakangnya. Begitu kertas hasil daur ulang ini telah selesai digunakan dan sudah tidak dipakai, bisa langsung ditanam untuk selanjutnya menghasilkan tanaman baru.
Dari ide sederhana ini, diharapkan akan memberikan dampak yang bisa lebih luas lagi di masa depan. Di mana tidak ada lagi tumpukan kertas di sudut rumah, dan menghasilkan kertas baru yang siap digunakan kembali.
Kedepannya, pengelolaan paper seed ini bisa lebih dikembangkan, hingga manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat di luar lingkungan universitas.
Harapannya, semua lapisan masyarakat, tidak berhenti pada mahasiwa saja, bisa lebih peduli pada lingkungan. Kita semua harus mengetahui urgensi penumpukan limbah kertas yang belum bisa dikelola dengan baik.
Dengan adanya program ini, sebuah langkah kecil dicoba untuk mengubah kebiasaan membuang kertas menjadi budayaya daur ulang yang sederhana.
Anggota Tim:
- Nabila Husnul Lathifah(25080130042)
- Fairus Firda Adiska (25080130053)
- Muhammad Agam Jiddan(25080130054)
- Alvarina Arista Kurnia (25080130056)
- Farihah Ihda Husnayain (25080130063)
- Michael Crispo Munthe (25080130229)
- Dosen Pengampu: Dr. Tristanti, S.Pd., M.Pd.

