Iklan

,

Sambut Ramadan 1447 H, Khofifah Santuni Ratusan Bunda Ojol dan Jemaah Islamic Center Surabaya

Kabar Nusantara
Rabu, 18 Februari 2026, 09.32 WIB Last Updated 2026-02-18T02:32:54Z

 

Kabar Nusantara - SURABAYA, 18 FEBRUARI 2026, Menjelang datangnya bulan Ramadhan 1447 Hijriah, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyapa dan berbagi kebahagiaan bersama 850 Bunda Ojek Online (Ojol) serta 455 jemaah pengajian Islamic Center dalam kegiatan _Marhaban Ya Ramadhan_ di Islamic Center Jawa Timur di Surabaya, Selasa (17/2).


Kegiatan ini digelar sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus ajakan memperkuat kesiapan spiritual dan sosial masyarakat dalam menyambut Ramadhan.


Gubernur Khofifah menegaskan bahwa menyambut Ramadhan tidak hanya membutuhkan kesiapan ibadah, tetapi juga kesiapan fisik dan mental, khususnya bagi para bunda ojol yang setiap hari bekerja di jalan demi memenuhi kebutuhan keluarga.


"Selamat menyambut bulan Ramadan 1447 Hijriah, mudah-mudahan kuat puasanya, bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan khusyuk dan penuh keberkahan,” ujar Gubernur Khofifah.


“Saya tahu pekerjaan panjenengan berat harus membawa penumpang pagi, siang sampai sore. Tapi mudah-mudahan semuanya diberikan kekuatan untuk menjalankan ibadah Ramadan dengan baik," katanya.


Gubernur Khofifah kemudian menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada Forkopimda, tokoh agama, serta para jemaah yang hadir. Ia turut menyampaikan doa dan harapan bagi masyarakat Jawa Timur.


"Mudah-mudahan panjenengan bisa menyekolahkan putra-putri setinggi-tingginya, bisa sampai doktor, bisa sampai profesor, ilmunya manfaat, barokah, dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa, dan negara," lanjut Gubernur Khofifah.


Di Acara Marhaban Ya Ramadan 1447 Hijriah ini, Gubernur Khofifah mengapresiasi peran muzakki dan mustahik dalam proses pengelolaan zakat terutama saat Ramadan.


"Muzakki dan mustahik menjadi bagian penting di dalam proses menerima dan menyalurkan zakat. Oleh karena itu, ini merupakan amanat besar dan berat kepada Badan Amil Zakat dan Infak Sedekah. Mudah-mudahan semua amanah dan bisa menjalankan tugas dengan baik," tegasnya.


Dalam kesempatan tersebut, diserahkan bantuan Program Baznas Jatim kepada sejumlah mustahik. Bantuan yang diberikan antara lain Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) kepada Aditya Angga, mahasiswa Universitas Merdeka Surabaya, sebesar Rp. 2 juta per semester. Dan bantuan beasiswa Felysia Tiara Lestari, siswk SMK Kawung 2 Surabaya sebesar Rp. 1 juta.


Adapula bantuan pemberdayaan ekonomi mustahik berupa permodalan dan pembuatan outlet. Bantuan ini disalurkan lewat program ZChiken, ZAuto, serta ZCoffe kepada sejumlah pelaku usaha kecil menengah.


Tak hanya itu, diberikan juga bantuan alat kerja berupa rombong kepada Yuni Sulistyowati, penjual nasi pecel. Tak hanya itu, ia juga memberikan bantuan modal usaha UMKM diberikan kepada penjual makanan Basuki sebesar Rp. 1,5 juta.


Bahkan terdapat bantuan program Renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang diserahkan kepada Syamsul Hadi dari Sidoarjo dengan bantuan renovasi sebesar Rp. 20 juta .


Sedangkan kepada 850 Bunda Ojol dan 455 jamaah pengajian Islamic Center, Gubernur Khofifah membagikan paket sembako berisikan beras 5 kg, minyak 1 liter, gula 1 kg, 5 pcs mie instan, serta teh kotak.


Acara menyambut Bulan Ramadhan ini sendiri berjalan khidmat dengan pembacaan shalawat, ayat suci Al-Qur'an, dan tausiyah Ramadhan yang diberikan langsung oleh Ketua Baznas Jatim Ali Maschan Moesa.


Sementara itu, Pimpinan Baznas RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum Nur Chamdani mengaku terharu melihat antusiasme lebih dari seribu orang yang hadir dalam acara Marhaban Ya Ramadan. Kepada Bunda Ojol, dirinya lalu mengingatkan pentingnya menjaga diri dari fitnah akhir zaman di tengah gempuran era teknologi.


"Kita sekarang ini menghadapi masa di mana tidak ada yang terlepas dari online. Tapi, apa yang perlu paling kita waspadai adalah adanya fitnah. Maka untuk puasa ini, mari kita siapkan tiga hal. Bukan hanya sekedar mengatur perut, tetapi juga lisan kita dan hati kita," katanya.


Ia kemudian mengutip perkataan Sayyidina Ali bin Abi Tholib. Di mana, Khalifah tersebut dikenal mengatakan bahwa puasa hati lebih baik dari puasa lisan, dan puasa lisan lebih baik dari puasa perut.


"Ramadan ini juga jadi kesempatan saya untuk mohon maaf atas segala kekurangan saya dalam membina Baznas di Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Jawa Timur, Maluku dan Papua. Karena banyak sekali kekurangan saya di dalam membina wilayah yang menjadi tanggung jawab saya. Maafkan saya," pungkasnya.