Iklan

,

Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Presiden Prabowo Resmikan 1.179 SPPG dan 18 Gudang Polri

Kabar Nusantara
Sabtu, 14 Februari 2026, 17.26 WIB Last Updated 2026-02-14T10:26:08Z


Kabar Nusantara - Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri bersamaan dengan peresmian gudang ketahanan pangan Polri yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Peresmian dilakukan serentak terhadap 1.179 unit SPPG dan 18 gudang ketahanan pangan. Kepala Negara hadir langsung dalam acara peresmian dan peletakan batu pertama pembangunan SPPG yang berlangsung di SPPG Palmerah, Polsek Palmerah, Jakarta Barat, Jumat pagi. Kedatangan Presiden disambut oleh Kapolri beserta jajaran pejabat Polri.


Dalam sambutannya, Presiden menyatakan peresmian tersebut sekaligus menandai dimulainya pembangunan tambahan unit SPPG Polri di seluruh Indonesia. Program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat layanan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak.


Sebelum acara utama, Presiden meninjau sejumlah fasilitas penunjang di kawasan SPPG Palmerah, mulai dari dapur pengolahan makanan, kolam ikan bioflok, hingga area budidaya tanaman hidroponik. Kegiatan peresmian di daerah lain juga diikuti secara daring dan disaksikan langsung oleh para peserta di lokasi acara.


Sejumlah menteri dan pejabat negara turut hadir, termasuk jajaran menteri koordinator, pimpinan lembaga negara, serta perwakilan pemerintah daerah. Kehadiran para pejabat tersebut menegaskan dukungan lintas sektor terhadap pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional.


Program SPPG Polri dirancang untuk membantu meningkatkan kualitas gizi anak, mencegah terjadinya kekurangan gizi, serta mendukung tumbuh kembang generasi muda. Inisiatif ini menjadi bagian dari kontribusi Polri dalam mendukung agenda pembangunan nasional dan visi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.


Presiden Tekankan Penyajian Makanan Harus Hangat

Saat meninjau langsung operasional SPPG Palmerah, Presiden memberikan perhatian khusus pada aspek penyajian makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia meminta agar makanan yang dibagikan kepada penerima manfaat disajikan dalam kondisi hangat. Pihak pengelola SPPG menyatakan kesiapan untuk memenuhi arahan tersebut, seiring dengan dukungan fasilitas yang memadai. SPPG Palmerah berdiri di atas lahan seluas sekitar 900 meter persegi dengan bangunan utama seluas 400 meter persegi dan dilengkapi peralatan standar pendukung higienitas.


Fasilitas tersebut mencakup sistem pemurnian air, pemanas air untuk pencucian wadah makanan, alat pengering elektrik, sterilisator ultraviolet, hingga sistem pengelolaan limbah dapur. Selain itu, SPPG Palmerah telah mengantongi sejumlah sertifikasi terkait kebersihan, kompetensi, dan jaminan halal.


Dalam kunjungan tersebut, Presiden juga meninjau langsung alur kerja SPPG dengan menggunakan alat pelindung diri. Proses operasional dimulai dari penerimaan bahan baku, tahap pencucian dan persiapan, pemorsian, hingga distribusi makanan. Menu yang disiapkan pada hari peninjauan adalah selat Solo, yang sebelumnya melalui uji keamanan pangan oleh tim Kedokteran dan Kesehatan Polri. SPPG Polri menerapkan standar pemeriksaan keamanan makanan yang ketat, meliputi pengujian kandungan zat berbahaya seperti nitrit, formalin, sianida, dan arsenik. Makanan yang tidak memenuhi standar dipastikan tidak akan didistribusikan.


Dengan beroperasinya ratusan SPPG Polri di berbagai daerah, pemerintah berharap layanan pemenuhan gizi dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat


Sumber: dilansir dari infopublik.id