Iklan

,

Sukses Gelar LDKO, Forum OSIS SMP Purwakarta Perkuat Kepemimpinan Pelajar

Kabar Nusantara
Minggu, 08 Februari 2026, 13.56 WIB Last Updated 2026-02-08T06:56:21Z


Kabar Nusantara - Forum OSIS SMP Purwakarta sukses menyelenggarakan kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Organisasi (LDKO) pada Minggu, 8 Januari 2026. Bertempat di SMP Negeri 1 Purwakarta, kegiatan ini menjadi wadah strategis bagi pengurus OSIS tingkat SMP untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, pemahaman organisasi, serta membangun karakter pelajar yang bertanggung jawab dan berintegritas.


LDKO yang diikuti oleh perwakilan OSIS dari berbagai SMP di Purwakarta ini berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme. Sejak awal kegiatan, peserta tampak aktif mengikuti rangkaian materi dan diskusi yang disusun secara sistematis. Forum OSIS SMP Purwakarta sebagai penyelenggara dinilai berhasil menghadirkan konsep pelatihan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan pemahaman substantif terkait dunia organisasi pelajar.


Keberhasilan pelaksanaan LDKO ini tidak terlepas dari pemilihan materi dan narasumber yang relevan. Forum OSIS SMP Purwakarta menghadirkan Zidan Ramdani sebagai pemateri utama. Dalam kegiatan tersebut, Zidan membawakan materi tentang organisasi, pentingnya komunikasi organisasi, pembangunan student government yang baik, serta strategi mengatur ritme konflik di dalam organisasi OSIS.


Dalam pemaparannya, Zidan menegaskan bahwa OSIS memiliki peran penting sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan bagi pelajar. OSIS bukan sekadar pelengkap struktur sekolah, melainkan miniatur student government yang mencerminkan praktik kepemimpinan, pengambilan keputusan, serta tanggung jawab kolektif. Pemahaman ini, menurutnya, penting agar pengurus OSIS mampu menjalankan perannya secara optimal dan berdampak bagi seluruh siswa.


Pada materi organisasi, Zidan menekankan pentingnya kesadaran tujuan bersama. Ia menjelaskan bahwa organisasi yang sehat harus dibangun di atas visi dan nilai yang dipahami oleh seluruh pengurus. Banyak organisasi pelajar berjalan tanpa arah karena hanya fokus pada program kerja, tanpa memahami esensi keberadaan organisasi itu sendiri. Oleh karena itu, setiap kegiatan OSIS harus berorientasi pada kebermanfaatan bagi siswa.


Selain itu, struktur organisasi dan pembagian peran juga menjadi perhatian utama. Zidan menyampaikan bahwa kepemimpinan tidak diukur dari dominasi seorang ketua, melainkan dari kemampuan membangun kerja tim yang solid. Ketua OSIS berperan sebagai penggerak dan penghubung, bukan sebagai pusat dari seluruh pekerjaan organisasi.


Materi komunikasi organisasi menjadi salah satu sesi yang paling menarik perhatian peserta. Zidan mengungkapkan bahwa banyak persoalan dalam OSIS berawal dari lemahnya komunikasi internal. Kurangnya keterbukaan, miskomunikasi antarbidang, serta rendahnya keberanian menyampaikan pendapat sering kali memicu konflik yang berlarut-larut. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya membangun komunikasi dua arah yang terbuka dan saling menghargai.



Dalam konteks pembangunan student government, Zidan menegaskan bahwa OSIS harus mampu menjadi jembatan antara siswa dan pihak sekolah. OSIS tidak boleh hanya berfungsi sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga sebagai penyalur aspirasi siswa secara konstruktif. Transparansi, kedekatan dengan siswa, serta konsistensi sikap menjadi kunci dalam membangun kepercayaan terhadap OSIS sebagai organisasi perwakilan siswa.

Zidan juga membahas pengelolaan konflik sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan organisasi. Menurutnya, konflik bukan sesuatu yang harus dihindari, melainkan dikelola secara dewasa. Konflik yang dikelola dengan baik justru dapat menjadi sarana evaluasi dan pendewasaan organisasi. Musyawarah dan sikap profesional menjadi kunci utama dalam menyelesaikan perbedaan pendapat di internal OSIS.

Dalam sesi tersebut, Zidan turut membagikan pengalaman pribadinya dalam berorganisasi. Ia menceritakan perjalanan kepemimpinannya yang berawal dari Ketua OSIS SMP Negeri 189. Dari pengalaman tersebut, ia belajar tentang tanggung jawab, komunikasi, serta dinamika konflik sejak usia dini. Pengalaman itu terus membentuk dirinya hingga aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (DEMA FDIKOM) UIN Jakarta periode 2026/2027.

Kisah perjalanan tersebut menjadi inspirasi tersendiri bagi para peserta. Forum OSIS SMP Purwakarta menilai bahwa kehadiran pemateri dengan rekam jejak organisasi yang jelas mampu memberikan gambaran nyata bahwa kepemimpinan pelajar memiliki dampak jangka panjang bagi masa depan.

Secara keseluruhan, pelaksanaan LDKO Forum OSIS SMP Purwakarta berjalan dengan lancar dan sukses. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta tentang organisasi dan kepemimpinan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya membangun student government yang sehat, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan bersama. Keberhasilan LDKO ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mencetak generasi pemimpin pelajar yang matang, komunikatif, dan siap berkontribusi bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat.