Iklan

,

Pastikan Aman dan Nyaman, Gubernur Khofifah Tinjau Stadion Gajayana Jelang Mujahadah Kubro 1 Abad NU

Kabar Nusantara
Kamis, 05 Februari 2026, 15.37 WIB Last Updated 2026-02-05T08:37:24Z

 

Kabar Nusantara - MALANG, 5 FEBRUARI 2026, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau kesiapan Stadion Gajayana Kota Malang jelang dilaksanakannya rangkaian kegiatan Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU), Rabu (4/2).


Peninjauan ini dilakukan Gubernur Khofifah guna memastikan gelaran Mujahadah Kubro 1 Abad NU yang akan dilaksanakan 7–8 Februari 2026 berjalan aman dan nyaman bagi para Nadhliyin yang akan hadir dari berbagai daerah di Indonesia. Terlebih kegiatan ini Insya Allah akan dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.


Secara detail, Gubernur Khofifah memastikan kesiapan sarana dan prasarana utama, termasuk pengaturan alur jamaah, aksesibilitas hingga aspek keamanan dan kenyamanan para peserta nantinya.


“Insya Allah Bapak Presiden Prabowo Subianto direncanakan akan hadir. Dan diperkirakan lebih seratus ribu warga Nahdliyin juga akan menyatu di sini. Sehingga sebagai tuan rumah, kita ingin para tamu bisa nyaman dan aman selama berjalannya acara,” kata Khofifah.


Selain meninjau Stadion Gajayana, Gubernur Khofifah juga meninjau titik titik yang akan dijadikan tempat transit jama'ah. Antara lain Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur di Jalan Kawi, Kota Malang, serta sejumlah SMA dan SMK negeri yang disiapkan sebagai lokasi transit peserta.


Lokasi-lokasi ini akan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran mobilisasi dan kenyamanan peserta.


“Pemprov Jawa Timur mendukung penuh pelaksanaan Mujahadah Kubro ini, peringatan 1 Abad NU, maka kita memastikan semua kesiapan harus sudah dalam kondisi siap dan aman,” ungkap Khofifah.

Lebih jauh, Khofifah menjelaskan bahwa Mujahadah Kubro 1 Abad NU sejatinya merupakan sebuah ketukan pintu langit, di mana lebih seratus ribu hati menyatu dalam ikhtiar batiniah.


Doa-doa dipanjatkan sebagai ungkapan syukur sekaligus permohonan perlindungan, agar perjalanan NU, Jawa Timur, dan bangsa Indonesia ke depan senantiasa berada dalam naungan keberkahan.


“Mujahadah Kubro ini adalah ikhtiar batiniah yang sangat penting. Kita berharap doa-doa yang dipanjatkan bersama dapat menguatkan ikhtiar lahiriah dalam mewujudkan Jawa Timur dan Indonesia yang aman, damai, serta penuh keberkahan,” ujarnya.


Momentum 1 Abad NU, lanjut Khofifah, menjadi pengingat atas kontribusi besar NU dalam menjaga persatuan, merawat kebangsaan, serta menghadirkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin di tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


Karena itu, Mujahadah Kubro diharapkan tidak hanya memperkuat dimensi spiritual warga Nahdliyin, tetapi juga meneguhkan peran NU dalam kehidupan kebangsaan.


Lebih lanjut Gubernur Khofifah mengapresiasi sinergi yang terbangun antara PWNU Jawa Timur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, serta seluruh pemangku kepentingan. Menurutnya, sinergi inilah yang menjadi kunci agar Mujahadah Kubro 1 Abad NU dapat berlangsung dengan lancar, tertib, aman, dan khidmat.


“Alhamdulillah Bapak Presiden Insya Allah direncanakan akan hadir. Semoga Mujahadah Kubro ini membawa keberkahan bagi Jawa Timur, bagi NU, dan bagi Indonesia secara keseluruhan,” pungkasnya.