Penyaluran ini menjadi bansos pertama pada Tahun Anggaran 2026 sekaligus bagian dari strategi terpadu penguatan ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat.
Gubernur Khofifah menegaskan, bantuan yang disalurkan tidak sekadar distribusi anggaran, melainkan bagian dari desain besar pembangunan yang mengintegrasikan perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi desa.
“Ini adalah bansos pertama di tahun anggaran 2026,Bansosnya kita bangun sinergi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, maka tadi ada juga BK untuk Bumdes, ada juga BK untuk Jatim Puspa,” ujarnya.
Menurut Khofifah, penanganan kemiskinan tidak bisa dilakukan secara parsial. Perlindungan sosial harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi agar masyarakat rentan dapat naik kelas secara bertahap dan berkelanjutan.
“Perlindungan sosial kita kuatkan, desa kita berdayakan, agar masyarakat naik kelas secara bertahap dan berkelanjutan,” katanya.
Dari total Rp7.735.250.000 tersebut, alokasi Tahap I Tahun 2026 yang disalurkan di Kabupaten Pasuruan sebesar Rp4.589.450.000. Anggaran tersebut bersumber dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur, serta dukungan BUMD Provinsi Jawa Timur.
Untuk Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I, bantuan diberikan kepada 1.747 keluarga masing-masing sebesar Rp500.000 dengan total Rp873.500.000. Program ini akan disalurkan dalam empat tahap sehingga total bantuan PKH Plus Tahun 2026 di Kabupaten Pasuruan mencapai Rp3.494.000.000.
Sementara itu, Bantuan Sosial Kemiskinan Ekstrem Tahap I disalurkan sebesar Rp2.254.500.000 kepada 1.503 jiwa. Intervensi ini merupakan bagian dari percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem berbasis data presisi.
Pada sektor disabilitas, Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) Tahap I diberikan kepada 83 penerima, masing-masing Rp900.000 dengan total Rp74.700.000. Selama empat tahap, total alokasi ASPD mencapai Rp298.800.000 sebagai wujud komitmen inklusivitas dan keadilan sosial.
Di bidang pemberdayaan ekonomi, melalui program KIP Putri Jawara (Kewirausahaan Inklusif Produktif Perempuan Tangguh Jawa Timur Sejahtera), disalurkan Rp300.000.000 kepada 100 penerima manfaat, masing-masing Rp3.000.000. Program ini mendorong tumbuhnya wirausaha perempuan yang tangguh dan mandiri.
Kemudian, KIP PPKS Jawara (Kewirausahaan Inklusif Produktif Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial Jawa Timur Sejahtera) disalurkan sebesar Rp30.000.000 kepada 10 penerima manfaat, masing-masing Rp3.000.000, guna memperkuat kapasitas usaha kelompok PPKS agar lebih produktif dan berdaya saing.
Pemprov Jatim juga memperkuat peran pilar sosial sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat. Pada Tahap I, bantuan diberikan kepada 182 penerima dengan total Rp100.400.000, dan selama empat tahap dukungan mencapai Rp401.600.000.
Selain perlindungan sosial, penguatan ekonomi desa menjadi fokus penting. Bantuan sebesar Rp941.350.000 disalurkan melalui program BUMDesa, Desa Berdaya, dan Jatim Puspa. Dukungan tersebut diperkuat dengan zakat produktif BUMD sebesar Rp15.000.000 untuk 30 penerima manfaat guna mendorong usaha produktif masyarakat.
Dengan bantuan yang disalurkan, Khofifah menegaskan, desa harus menjadi episentrum pertumbuhan baru. BUMDesa dan program pemberdayaan bukan hanya instrumen ekonomi, melainkan fondasi kemandirian jangka panjang.
“Kalau desa kuat, ekonomi daerah akan kuat. Kalau keluarga rentan kita jaga, maka stabilitas sosial terjaga. Inilah desain besar pembangunan Jawa Timur dalam pertumbuhan yang inklusif dan berkeadilan,” katanya.
Ia optimistis, dengan intervensi yang terukur, konsisten setiap tahap, serta kolaborasi lintas sektor, angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Pasuruan dapat ditekan secara signifikan.
“Kita bergerak bersama, dari provinsi sampai desa. Dengan sinergi yang solid, insya Allah masyarakat Pasuruan semakin sejahtera dan semakin mandiri,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Pasuruan Mochamad Rusdi Sutejo menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia menilai bantuan tersebut menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ibu Gubernur dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bantuan ini sangat berarti bagi warga kami di Kabupaten Pasuruan. Kehadiran Pemprov Jatim memberikan semangat dan harapan baru bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan,” pungkasnya.

