Iklan

,

Transformasi Digital Nasional Dioptimalkan lewat Kolaborasi Indonesia–ASEAN

Kamis, 22 Januari 2026, 08.46 WIB Last Updated 2026-01-22T01:46:34Z

Pertemuan ASEAN Digital Ministers’ Meeting di Hanoi, Vietnam (foto: Humas Kemkomdigi)


Kabar Nusantara – Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa langkah transformasi digital dalam negeri akan berjalan seiring dengan agenda digital ASEAN. Penegasan ini bertujuan memastikan bahwa perkembangan teknologi tidak hanya menjadi proyek besar di atas kertas, tetapi betul-betul menghadirkan manfaat bagi masyarakat, sektor usaha, hingga pemerintah daerah di kawasan.


Komitmen tersebut tercermin dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) 2025–2029. Dokumen itu menempatkan tiga fokus besar: peningkatan layanan publik berbasis digital, penguatan keamanan siber, dan pemerataan ekonomi digital.


“Renstra Komdigi disusun selaras dengan arah digitalisasi ASEAN. Indonesia berkomitmen aktif mendorong kerja sama yang konkret dan bermanfaat bagi warga, dunia usaha, maupun pemerintah daerah,” ujar Sekretaris Jenderal Kemkomdigi, Ismail, dalam pernyataannya usai menghadiri ASEAN Digital Ministers’ Meeting (ADGMIN) di Hanoi, Vietnam, Kamis (15/01/2026).


ADGMIN sendiri merupakan forum para menteri dan pemimpin digital ASEAN yang tiap tahun membahas perkembangan teknologi regional serta strategi peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui digitalisasi.


Dalam forum tersebut, Ismail menyoroti bahwa tantangan utama transformasi digital kini bukan lagi sekadar memperluas akses jaringan. Ia menyebut tugas besar berikutnya adalah memastikan teknologi dimanfaatkan secara aman, saling terhubung, dan memberi dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.


“Konektivitas sudah makin luas. Fokus kita berikutnya adalah penggunaan teknologi yang aman dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga,” jelasnya.


Ia juga mengingatkan bahwa tanpa aturan bersama dan koordinasi antarnegara, percepatan teknologi justru bisa memperlebar kesenjangan dan memicu risiko keamanan digital. Oleh karena itu, Indonesia menempatkan perlindungan masyarakat sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan.


Ismail menilai kerja sama kawasan menjadi pondasi untuk membangun ekosistem digital ASEAN yang inklusif. Harmonisasi kebijakan dan interoperabilitas sistem, menurutnya, akan mempermudah layanan lintas negara, perdagangan digital, hingga perlindungan data.


“Teknologi harus mempersempit jurang digital, bukan memperlebar. Yang terhubung harus memberdayakan,” ujarnya.


Renstra Kemkomdigi 2025–2029 sendiri diusung dengan visi “Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga”. Konsep Terhubung merujuk pada akses digital merata hingga pelosok; Tumbuh berarti digitalisasi dimanfaatkan untuk membuka peluang ekonomi dan efisiensi layanan publik; sementara Terjaga menegaskan pentingnya keamanan data, ketahanan siber, dan kepercayaan masyarakat.


Dengan penyelarasan strategi nasional dan agenda ASEAN, Indonesia ingin memastikan transformasi digital tak hanya mendorong inovasi, tetapi juga memberikan manfaat yang adil, terukur, dan berkelanjutan bagi seluruh warga.

SUMBER