Iklan

,

Modul Kewirausahaan Berbasis Pangan Lokal di Kecamatan Panti

Kabar Nusantara
Minggu, 18 Januari 2026, 22.03 WIB Last Updated 2026-01-18T15:04:13Z


Kabar Nusantara - Jember, Sabtu 17 Januari 2026. Dosen dan mahasiswa UNEJ kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Acara ini diisi oleh Dosen PGPAUD UNEJ Nur Fatwikiningsih, S.Psi., M.Psi., Psikolog bersama dosen Pendidikan Ekonomi UNEJ Putri Wulandari, S.Pd., M.Pd., serta mahasiswa PGPAUD UNEJ Siti Mar’atur Rodiyah dan Juliana Kristianingsih menggelar kegiatan peningkatan kompetensi pendidik PAUD di Kecamatan Panti, Kabupaten Jember.



Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Gedung Yayasan Argopuro, Kecamatan Panti, Jember, mulai pukul 07.30 hingga 12.00 WIB. Acara tersebut diikuti oleh 62 guru PAUD yang tergabung dalam Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kecamatan Panti.

Materi pertama yang disampaikan membahas tentang pendidikan berwawasan kewirausahaan bagi anak usia dini yang menekankan pada penanaman nilai-nilai kewirausahaan secara sederhana dan kontekstual sesuai dengan perkembangan anak. Materi kedua berfokus pada pengembangan modul ajar kewirausahaan berbasis komoditas pangan lokal, yang dilengkapi dengan praktik pembuatan media pembelajaran.



Dalam sesi praktik, para guru PAUD dilatih membuat media pembelajaran kewirausahaan berbasis komunitas pangan lokal dengan memanfaatkan bahan daur ulang, seperti kardus bekas, sedotan, dan gelas plastik bekas air mineral. Kegiatan ini bertujuan mendorong kreativitas pendidik sekaligus menanamkan nilai kepedulian lingkungan. Selain itu guru PAUD di Kecamatan Panti Jember diharapkan mampu mengembangkan modul ajar kewirausahaan berbasis komoditas pangan lokal agar anak-anak memiliki rasa percaya diri, integritas, kemampuan bernalar kritis, kreativitas, kemandirian, kemampuan bekerja sama, serta keberanian mengambil keputusan sejak usia dini. Nilai-nilai tersebut selaras dengan Profil Pelajar Pancasila, khususnya pada dimensi beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mandiri, kreatif, bernalar kritis, dan bergotong royong.


Pemanfaatan sumber daya pangan lokal sebagai sumber belajar juga diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan anak terhadap potensi daerah, meningkatkan kesadaran nilai ekonomi sumber daya lokal, serta menanamkan sikap kewargaan dan identitas budaya sejak dini.