Iklan

,

Mengasah Nalar Mahasiswa: Pascasarjana UIN Malang Gelar Kuliah Tamu Internasional untuk Kemampuan Berpikir Kritis

Kabar Nusantara
Kamis, 13 November 2025, 09.00 WIB Last Updated 2025-11-13T02:01:24Z

Kabar Nusantara - Untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis dan analitis mahasiswa, Program Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan seri kuliah tamu internasional. Bertempat di Auditorium Gedung B lantai empat, acara ini mengumpulkan mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan, menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif untuk mempertajam penalaran ilmiah mereka.


Tema dan Narasumber Utama

Kuliah tamu bertema "Menegaskan Peran Vital Riset dalam Memajukan Keilmuan Islam dan Membangun Generasi Literat Berlandaskan Nilai" ini menampilkan tiga pakar terkemuka: Assoc. Prof. Dr. Zawawi Ismail dari Universitas Malaya, Malaysia; Prof. Dr. H. Mudjia Raharjo, M.Si. dari UIN Malang; serta Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd., Direktur Pascasarjana UIN Malang. Inisiatif ini dirancang khusus untuk memicu pemikiran mendalam dan keterampilan analisis di kalangan mahasiswa.


Visi Internasionalisasi Riset

Prof. Dr. Hj. Suti'ah, M.Pd., Ketua Program S3 MPI dan koordinator acara, menegaskan tujuan inti kegiatan ini: "Kegiatan ini mengajak bersama bagaimana 'nalar international' menjadi kebutuhan mahasiswa dalam menmbersamai Globalisasipendidikan dan perkembangannya yang merupakan manifestasi semangat kami untuk menstimulasi kemampuan berpikir mahasiswa dalam konteks riset internasional. Dengan kolaborasi lintas negara ini, kami membimbing mereka untuk mengembangkan metodologi riset yang komprehensif, relevan, dan berintegritas, yang merupakan fondasi pemikiran ilmiah yang kuat."


Tantangan Nasional dan Fondasi Riset ala Suti'ah

Prof. Dr. Hj. Suti'ah juga menyampaikan tantangan besar yang dihadapi bangsa, sambil menekankan peran kuliah tamu ini dalam membangun kesadaran. "Rendahnya kebijakan yang mendukung pengembangan ilmu dan teknologi berbasis riset masih menjadi tantangan besar bagi kemajuan bangsa. Tanpa riset yang kuat, tidak ada inovasi, dan tanpa inovasi, peradaban sulit bergerak maju. Melalui kuliah tamu internasional ini, kita ingin membangkitkan kembali kesadaran bahwa riset adalah fondasi perubahan dan kunci masa depan," ungkapnya. Beliau menambahkan, "Mahasiswa Pascasarjana UIN Malang ditempa menjadi ilmuwan Muslim yang literat, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat global. Saya percaya, perubahan besar hanya lahir dari mereka yang berani meneliti, berpikir kritis, dan berkomitmen pada nilai-nilai kebenaran yang dapat membuat perubahan besar."


Wawasan Dasar Riset dari Zawawi Ismail

Assoc. Prof. Dr. Zawawi Ismail secara khusus mengupas dasar-dasar riset dan pentingnya pertanyaan mendalam. Ia menjelaskan, "Riset adalah proses pencarian kebenaran ilmiah, tetapi apakah kebenaran itu ditemukan atau diciptakan, ini adalah pertanyaan filosofis yang menuntut pemikiran kritis." Ia juga menyoroti kesalahan umum dalam riset kualitatif, seperti kurangnya pemahaman filosofis dan kegagalan menggali pertanyaan yang cukup sulit, yang semuanya menghambat pengembangan kemampuan berpikir analitis mahasiswa. Ia menekankan, "Peneliti harus mampu mengajukan pertanyaan yang tepat, menggali lebih dalam, dan tidak puas dengan pertanyaan dangkal tentang manusia dan dunia."


Fondasi Ilmu Pengetahuan ala Mudjia Raharjo

Sementara itu, Prof. Dr. H. Mudjia Raharjo menyoroti peran ilmu pengetahuan sebagai landasan proses berpikir manusia. "Ilmu pengetahuan adalah dasar fundamental bagi pemikiran manusia dalam melakukan berbagai riset," ujarnya. Beliau juga menekankan pentingnya riset mandiri yang dilakukan dosen dan mahasiswa untuk meningkatkan kualitas. "Untuk upaya ini, pengetahuan dan keterampilan berpikir metodologis dosen, terutama dalam Metodologi Riset, sangat penting. Melalui riset, diharapkan muncul pengetahuan baru yang dihasilkan dari proses berpikir inovatif."


Refleksi Strategis dari Agus Maimun

Prof. Dr. H. Agus Maimun mengawali dengan refleksi tentang kebiasaan riset mahasiswa di Indonesia, mengingatkan agar mahasiswa tidak tergesa-gesa memilih metode tanpa mempertimbangkan kecocokannya dengan masalah. Hal ini menuntut kemampuan berpikir strategis dalam menentukan pendekatan riset yang paling tepat.


Respons Antusias Peserta

Acara yang berlangsung lancar ini disambut antusias oleh seluruh peserta, terbukti dari banyaknya pertanyaan kritis yang diajukan mahasiswa kepada para narasumber. Interaksi ini menunjukkan bahwa acara berhasil memantik kemampuan berpikir kritis dan rasa ingin tahu yang tinggi di kalangan mahasiswa.


Dampak Jangka Panjang

Dengan menghadirkan perspektif global  tentang  pentingnya kemampuan berpikir yang mendalam, UIN Malang terus beupaya meningkatkan kualitas riset dan membekali mahasiswa dengan perangkat intelektual yang diperlukan untuk menjadi pemimpin yang inovatif dan etis di masa depan.