Kabar Nusantara - Untuk memperkuat kemampuan berpikir kritis dan analitis mahasiswa, Program Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan seri kuliah tamu internasional. Bertempat di Auditorium Gedung B lantai empat, acara ini mengumpulkan mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan, menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif untuk mempertajam penalaran ilmiah mereka.
Tema dan Narasumber Utama
Kuliah tamu bertema "Menegaskan Peran
Vital Riset dalam Memajukan Keilmuan Islam dan Membangun Generasi Literat
Berlandaskan Nilai" ini menampilkan tiga pakar terkemuka: Assoc. Prof. Dr.
Zawawi Ismail dari Universitas Malaya, Malaysia; Prof. Dr. H. Mudjia Raharjo,
M.Si. dari UIN Malang; serta Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd., Direktur
Pascasarjana UIN Malang. Inisiatif ini dirancang khusus untuk memicu pemikiran
mendalam dan keterampilan analisis di kalangan mahasiswa.
Visi Internasionalisasi Riset
Prof. Dr. Hj. Suti'ah, M.Pd., Ketua Program
S3 MPI dan koordinator acara, menegaskan tujuan inti kegiatan ini:
"Kegiatan ini mengajak bersama bagaimana 'nalar international' menjadi
kebutuhan mahasiswa dalam menmbersamai Globalisasipendidikan dan perkembangannya
yang merupakan manifestasi semangat kami untuk menstimulasi kemampuan berpikir
mahasiswa dalam konteks riset internasional. Dengan kolaborasi lintas negara
ini, kami membimbing mereka untuk mengembangkan metodologi riset yang
komprehensif, relevan, dan berintegritas, yang merupakan fondasi pemikiran
ilmiah yang kuat."
Tantangan Nasional dan Fondasi Riset ala
Suti'ah
Prof. Dr. Hj. Suti'ah juga menyampaikan tantangan
besar yang dihadapi bangsa, sambil menekankan peran kuliah tamu ini dalam
membangun kesadaran. "Rendahnya kebijakan yang mendukung pengembangan ilmu
dan teknologi berbasis riset masih menjadi tantangan besar bagi kemajuan
bangsa. Tanpa riset yang kuat, tidak ada inovasi, dan tanpa inovasi, peradaban
sulit bergerak maju. Melalui kuliah tamu internasional ini, kita ingin
membangkitkan kembali kesadaran bahwa riset adalah fondasi perubahan dan kunci
masa depan," ungkapnya. Beliau menambahkan, "Mahasiswa Pascasarjana
UIN Malang ditempa menjadi ilmuwan Muslim yang literat, berkarakter, dan mampu
bersaing di tingkat global. Saya percaya, perubahan besar hanya lahir dari
mereka yang berani meneliti, berpikir kritis, dan berkomitmen pada nilai-nilai
kebenaran yang dapat membuat perubahan besar."
Wawasan Dasar Riset dari Zawawi Ismail
Assoc. Prof. Dr. Zawawi Ismail secara
khusus mengupas dasar-dasar riset dan pentingnya pertanyaan mendalam.
Ia menjelaskan, "Riset adalah proses pencarian kebenaran ilmiah, tetapi
apakah kebenaran itu ditemukan atau diciptakan, ini adalah pertanyaan filosofis
yang menuntut pemikiran kritis." Ia juga menyoroti kesalahan
umum dalam riset kualitatif, seperti kurangnya pemahaman filosofis dan
kegagalan menggali pertanyaan yang cukup sulit, yang semuanya menghambat
pengembangan kemampuan berpikir analitis mahasiswa. Ia
menekankan, "Peneliti harus mampu mengajukan pertanyaan yang tepat,
menggali lebih dalam, dan tidak puas dengan pertanyaan dangkal tentang manusia
dan dunia."
Fondasi Ilmu Pengetahuan ala Mudjia
Raharjo
Sementara itu, Prof. Dr. H. Mudjia Raharjo
menyoroti peran ilmu pengetahuan sebagai landasan proses berpikir
manusia. "Ilmu pengetahuan adalah dasar fundamental bagi pemikiran
manusia dalam melakukan berbagai riset," ujarnya. Beliau juga
menekankan pentingnya riset mandiri yang dilakukan dosen dan mahasiswa untuk
meningkatkan kualitas. "Untuk upaya ini, pengetahuan dan keterampilan
berpikir metodologis dosen, terutama dalam Metodologi Riset, sangat penting.
Melalui riset, diharapkan muncul pengetahuan baru yang
dihasilkan dari proses berpikir inovatif."
Refleksi Strategis dari Agus Maimun
Prof. Dr. H. Agus Maimun mengawali dengan
refleksi tentang kebiasaan riset mahasiswa di Indonesia, mengingatkan agar
mahasiswa tidak tergesa-gesa memilih metode tanpa mempertimbangkan kecocokannya
dengan masalah. Hal ini menuntut kemampuan berpikir strategis dalam
menentukan pendekatan riset yang paling tepat.
Respons Antusias Peserta
Acara yang berlangsung lancar ini disambut
antusias oleh seluruh peserta, terbukti dari banyaknya pertanyaan kritis yang
diajukan mahasiswa kepada para narasumber. Interaksi ini menunjukkan bahwa
acara berhasil memantik kemampuan berpikir kritis dan rasa
ingin tahu yang tinggi di kalangan mahasiswa.
Dampak Jangka Panjang
Dengan menghadirkan perspektif global tentang pentingnya kemampuan berpikir yang
mendalam, UIN Malang terus beupaya meningkatkan kualitas riset dan membekali
mahasiswa dengan perangkat intelektual yang diperlukan untuk
menjadi pemimpin yang inovatif dan etis di masa depan.
