Abaikan Physical Distancing, Santri Melek IT Jombang Ciptakan Aplikasi Jogo Covid-19

Abaikan Physical Distancing, Santri Melek IT Jombang Ciptakan Aplikasi Jogo Covid-19

Minggu, 21 Juni 2020

Jogo Covid Jombang
Antrian Pemeriksaan Penumpang Oleh Tim Gugus Tugas Covid (Sumber)FB Berita Jombang
Kabar Nusantara - Kondisi pemeriksaan penumpang KAI yang datang oleh petugas Gugus Tugas Covid-19 Jombang banyak dikeluhkan masyarakat yang datang ke Kabupaten Jombang khususnya yang menggunakan moda transportasi Kereta Api yakni terkait pemeriksaan petugas covid-19 yang cukup lama. padahal masyarakat yang mayoritas warga jombang yang bekerja diluar kota ingin segera sampai rumah.

Niat pemerintah dan petugas baik untuk mengecek kondisi penumpang yang datang ke jombang, hanya saja caranya cukup lama dan manual. ungkap zain warga tambakberas yang bekerja di surabaya. tiap hari kami yang datang diperiksa, mengisi formulir, padahal yang antri cukup banyak yang pada akhhirnya berdesakan dan abai physical distancing , kemudian KTP penumpang dipegang dan di foto oleh petugas. "proses nya cukup lama, bahkan bisa berpotensi terjadi penularan baik itu bakteri maupun virus". mestinya petugasnya harus lebih canggih bagaimana mengatasi hal ini. ungkap zain.

Santri Melek Teknologi Informasi (SAKTI) Jombang membangun Aplikasi untuk membantu pencegahan penyebaran COVID-19 di kabupaten Jombang yang bernama JOGO COVID (Jombang Gateway Online System to preventing Covid-19). Aplikasi ini didedikasikan untuk membantu Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 di Jombang.
Inovasi teknologi informasi yang diinisiasi dosen Prodi Sistem Informasi Unipdu Jombang ini didasarkan pada keluhan masyarakat yang datang ke Kabupaten Jombang khususnya yang menggunakan moda transportasi Kereta Api.  Koordinator tim SAKTI Jombang, Mohamad Ali Murtadho S.Kom M.Kom menjelaskan bahwa masyarakat mengeluhkan pemeriksaan dan pendataan yang dilakukan oleh Tim Gugus Tugas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kabupaten Jombang di Stasiun Jombang, pasalnya pendataan tersebut dilakukan secara manual yang mengakibatkan proses pemeriksaan membutuhkan waktu cukup lama. Sementara secara psikologis semua orang yang tiba dari perjalanan ingin segera pulang, sehingga panjangnya antrian membuat orang berdesak-desakan dan mengabaikan physical distancing.

Anggota aktif ISNU dan BAZNAS Kabupaten Jombang tersebut menambahkan bahwa pemindahtanganan KTP dari penumpang kereta api kepada petugas untuk difoto juga menjadi masalah tersendiri yang berpotensi menjadi media penyebaran Covid-19. “Pada kondisi seperti ini, peran inovasi teknologi informasi sangat dibutuhkan.” terang Ali yang juga tercatat sebagai Wakil Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Unipdu Jombang.

Hal senada disampaikan Kepala Laboratorium Pengembangan Sistem Informasi Unipdu Jombang Ivan Dwi Fibrian S.Kom M.I.Kom M.Kom, menurutnya tujuan pemeriksaan dan pendataan penumpang kereta api yang tiba di Jombang sangat baik, data yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi informasi penting untuk tracing penyebaran Covid-19 apabila dikemudian hari ditemukan penumpang yang carier atau berpotensi sebagai pembawa virus Covid-19. Namun, lanjut Ketua Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Jombang tersebut, bila pendataan dilakukan secara manual dan terburu-buru pasti data yang dihasilkan tidak maksimal, bahkan kalau datanya tidak diorganisir dengan baik, pasti tidak dapat diolah dan tidak bisa dimanfaatkan untuk pengambilan kebijakan. “Saat ini tim SAKTI Jombang yang bermarkas di Unipdu, sedang menyiapkan aplikasi untuk membantu tugas Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jombang” pungkasnya.
Aplikasi Jogo Covid Jombang
Tim SAKTI saat tunjukan aplikasi Jogo-Covid
Aplikasi yang dibangun tim SAKTI Jombang tersebut bernama JOGO COVID kepanjangan dari Jombang Gateway Online System to preventing Covid-19. Aplikasi ini didedikasikan untuk membantu Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 dalam pendataan para pendatang baik yang menggunakan moda transportasi umum melalui penyekatan di stasiun kereta api atau terminal bus, serta dalam pengembangannya akan digunakan untuk pelaporan pendatang melalui RT disetiap desa/kelurahan di Kabupaten Jombang. Nufan Balafif S.Kom MM senior programmer tim SAKTI menjelaskan bahwa aplikasi JOGO COVID dibangun berbasis mobile android agar mudah digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat, pengoperasiannya juga sangat mudah dan cepat.

M Anshori Aris Widya S.HI S.Kom M.Kom mobile programmer tim SAKTI menambahkan bahwa secara teknis penumpang kereta atau siapapun yang akan datang ke jombang wajib mengisi konfirmasi rencana kedatangan melalui aplikasi JOGO COVID, lalu penumpang wajib scan QR Code dari aplikasi JOGO COVID di pintu keluar stasiun atau terminal sebagai tanda kedatangan sekaligus data-data terkait penumpang tersebut akan direkam oleh sistem kedalam database. “Data yang terkumpul dapat dimanfaatkan untuk keperluan tracing tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jombang” jelasnya.

Apresiasi positif disampaikan oleh Zainal Muttaqin salah satu alumni Prodi Sistem Informasi Unipdu Jombang yang saat ini bekerja sebagai Humas Kantor Gubernur Jawa Timur, “saat ini Teknologi Informasi bukan sekedar kebutuhan tapi sudah menjadi kewajiban peradaban, siapa pun yang memiliki keahlian dibidang Teknologi Informasi/Sistem Informasi akan mudah berkontribusi di masyarakat” tuturnya. Ia menyebutkan bahwa aplikasi JOGO COVID yang didasarkan pada permasalahan pendataan pendatang di Kabupaten Jombang sangat bermanfaat bila benar-benar menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Jombang dan diimplementasikan dilapangan dengan baik demi menjaga Jombang dalam menghadapi tatanan baru (new normal) nanti. (spr)