
Kabar Nusantara - BANDUNG – Pembelajaran sains tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Melalui kegiatan Gebyar Eco-STEM In-Saintek 2026 yang diselenggarakan pada Rabu, 4 November 2026, Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR) menghadirkan ruang pembelajaran yang memadukan diskusi, aktivitas sains, dan eksplorasi berbagai karya dalam satu rangkaian kegiatan edukatif. Kegiatan yang diinisiasi oleh Pusat Studi Kajian Pembelajaran STEM (Pusdi STEM) UNPAR ini diikuti oleh sekitar 600 peserta, yang terdiri atas siswa jenjang SD hingga SMA, mahasiswa, guru, orang tua, dan dosen.
Kegiatan ini mengangkat semangat Eco-STEM Sustainability for Community, yang menempatkan sains dan teknologi sebagai bagian penting dalam memahami persoalan lingkungan dan keberlanjutan.
Salah satu agenda utama kegiatan adalah talkshow yang dirancang sebagai ruang berbagi pengetahuan dan perspektif mengenai penerapan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Melalui forum diskusi ini, pembelajaran sains diharapkan tidak hanya dipahami sebagai penguasaan konsep, tetapi juga sebagai cara berpikir untuk mengenali persoalan dan mencari solusi dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan Gebyar Eco-STEM, kemudian dilanjutkan dengan sesi talkshow pada pukul 09.00–10.00 WIB. Forum ini menjadi pengantar bagi peserta sebelum memasuki rangkaian aktivitas yang lebih menekankan pengalaman belajar secara langsung.
Setelah sesi diskusi, kegiatan berlanjut dengan aktivitas sains yang memberikan ruang bagi peserta untuk mengeksplorasi konsep-konsep ilmiah melalui pendekatan yang lebih interaktif. Pendekatan tersebut menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan bahwa sains dapat dipelajari melalui pengamatan, percobaan, dan pengalaman yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Pengalaman belajar kemudian diperluas melalui kegiatan kunjungan booth. Dalam sesi ini, peserta memperoleh kesempatan untuk mengenal berbagai karya dan aktivitas yang ditampilkan sebagai bagian dari Gebyar Eco-STEM 2026.
Perpaduan antara diskusi dan eksplorasi menjadi salah satu pendekatan penting dalam pembelajaran STEM. Peserta tidak hanya diajak memahami pengetahuan secara teoretis, tetapi juga didorong untuk menghubungkan konsep sains dengan penerapannya dalam konteks nyata.
Melalui penyelenggaraan Gebyar Eco-STEM In-Saintek 2026, Pusdi STEM UNPAR berupaya memperluas ruang pembelajaran sains yang terbuka, kontekstual, dan relevan dengan tantangan masa kini. Kegiatan ini sekaligus membawa pesan bahwa membangun ketertarikan terhadap sains dapat dimulai dari pengalaman sederhana yang mengundang rasa ingin tahu, eksplorasi, dan pemikiran kritis.
Penulis : Yunita Miftahul Jannah
