![]() |
| Siswa Genesis Global Community School berfoto bersama pelatih Alpha International Basketball Academy dalam acara Genesis School Visit, Rabu (28/10/2026). |
Kabar Nusantara – Waktu di lapangan olahraga sering dianggap mengurangi waktu belajar anak, dan keraguan itu kerap membayangi orang tua yang sedang memilih sekolah. Genesis Global Community School (GGCS) menjawabnya lewat praktik, yakni mempertemukan 40 siswa varsity team basket sekolah dengan tiga pebasket internasional dalam kunjungan Alpha International Basketball Academy, Rabu (28/10/2026).
Para siswa menyimak paparan dari Jamarr Johnson, Samuel Bronzoff, dan Maciej Lampe, mengajukan pertanyaan langsung kepada mereka, lalu berlatih dalam coaching clinic di lapangan basket indoor sekolah.
Bagi GGCS, kegiatan ini bagian dari upaya mendampingi bakat siswa tanpa mengabaikan aspek perkembangan lainnya. Olahraga diposisikan sebagai salah satu pilar belajar, sejajar dengan akademik, seni, dan pembentukan karakter.Soal kekhawatiran orang tua tadi, School Director GGCS, Kenji Seng, mengajak untuk melihatnya dari sudut yang lebih luas.
“Kekhawatiran itu wajar. Meski begitu, saya menilai yang patut diperhatikan justru apa yang dipelajari anak ketika berlatih secara rutin, yaitu mengatur waktu, menerima kekalahan, bangkit kembali, dan bekerja sama dengan orang lain. Hal-hal ini sulit jika diajarkan lewat ceramah, karena anak harus mengalaminya sendiri baru paham,” tutur Kenji seusai acara.
Sesi pertama dibawakan Jamarr Johnson melalui topik “Bring Your A-Game”. Pebasket naturalisasi asal Amerika Serikat ini dikenal sebagai salah satu pemain dominan di IBL, dengan dua gelar juara dan dua gelar MVP. Kini ia mengelola akademi basket serta terlibat dalam program diplomasi olahraga untuk generasi muda.
Dalam pemaparannya, Jamarr juga menyoroti peran orang tua dalam proses anak berlatih.
“Salah satu hal yang saya lakukan dalam clinic adalah mengajak para orang tua terlibat aktif, sebab sebagaimana orang tua memegang tanggung jawab terhadap anak setiap saat, kami sebagai pelatih pun memikul tanggung jawab yang sama,” katanya.
Pembagian peran antara keluarga dan pelatih ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi orang tua yang sedang memilih sekolah, yaitu siapa yang mendampingi anak saat berlatih dan bagaimana komunikasinya dengan keluarga.
Komitmen GGCS terhadap generasi muda juga diwujudkan lewat kemitraan strategis dengan Dewa United Academy. Dalam kerja sama berjangka panjang ini, Dewa United Academy turut mendukung murid-murid GGCS melalui coaching clinic, workshop, dan bimbingan. Harapannya, selain tumbuh sebagai atlet yang tangguh, siswa berkembang menjadi pribadi yang berintegritas, disiplin, dan berpikir jernih, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Sesi kedua, “The European Basketball Journey”, diisi Samuel Bronzoff, pelatih pengembangan pemain basket internasional asal Prancis. Ia telah membekali atlet belia dengan fondasi kuat lewat pendekatan menyeluruh yang menggabungkan teknik, kebugaran fisik, dan pemahaman taktik, serta aktif melatih di berbagai sekolah dan akademi basket internasional, termasuk Alpha International Basketball Academy.
“Selagi meniti perjalanan basket ini, ingat-ingat tiga pelajaran ini. Kuasai dasar-dasarnya, selalu siap, dan jadilah rekan satu tim yang baik. Itu yang terpenting,” pesan Samuel kepada para siswa.
Ketiga pesan itu beririsan dengan arah pembelajaran GGCS. Menguasai dasar sejalan dengan pembelajaran yang mendorong siswa memahami sampai ke akarnya. Kesiapan terkait dengan ketekunan dan disiplin, sedangkan menjadi rekan tim yang baik terkait dengan sportivitas dan karakter, dua hal yang juga ditekankan sekolah.
Sesi terakhir, “From Dreams to the World Stage”, dibawakan Maciej Lampe. Pebasket asal Polandia ini pernah berkiprah di NBA, sementara di luar Amerika Serikat ia membela Real Madrid dan FC Barcelona serta merebut gelar EuroCup. Kini ia menjadi mentor global sekaligus mengembangkan inisiatif olahraga bagi pebasket muda di sejumlah negara.
“Meski bakat bisa membuka jalan menuju sebuah karier, justru kebiasaanlah yang membangun karier itu. Karena itu, kendalikan tiga hal ini setiap hari, yaitu bekerja keras, beradaptasi, dan percaya. Itulah kunci meniti karier, lebih-lebih lagi sebagai pebasket profesional,” kata Maciej.
Setelah ketiga sesi bicara, para siswa berkesempatan bertanya langsung kepada para pembicara dalam sesi tanya-jawab interaktif, kemudian berlatih bersama para coach dalam coaching clinic.
Kenji juga berbicara tentang arti kehadiran para tamu bagi siswa.
“Anak-anak mendengar nasihat orang dewasa setiap hari, dari orang tua dan guru. Tetapi nasihat yang sama dari orang yang sudah mewujudkan sendiri impiannya itu seperti punya bobot berbeda. Pengalaman bertemu langsung dengan orang-orang yang menekuni bidangnya punya nilai belajar tersendiri, di luar apa yang bisa dijelaskan buku,” tuturnya.
![]() |
| Siswa Genesis Global Community School mengikuti coaching clinic bersama pelatih Alpha International Basketball Academy dalam acara Genesis School Visit, Rabu (28/10/2026). |

