Iklan

,

Anak Marketing Punya Masa Depan Luas, SMKN 1 Turen Ajak Siswa Bangun Skill dan Jejak Digital

Kabar Nusantara
Sabtu, 07 November 2026, 20.46 WIB Last Updated 2026-11-07T13:46:45Z

 


Kabar Nusantara - MALANG, 6 November 2026 — Menjadi siswa Jurusan Pemasaran bukan berarti pilihan kariernya hanya terbatas pada pekerjaan menawarkan atau menjual produk. Perkembangan bisnis digital membuka berbagai bidang pekerjaan yang membutuhkan keterampilan komunikasi, kreativitas, riset konsumen, analisis data, dan strategi pemasaran.


Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Guest Lecture bertema Inspirasi Digital Marketing di SMK Negeri 1 Turen, Kabupaten Malang, Jumat (6/11/2026), dengan menghadirkan Ahmad Madani, praktisi pemasaran dan vokasi, sebagai narasumber.


Melalui dua materi bertajuk "Jangan Cuma Jadi Anak Marketing" untuk kelas X dan "Jangan Cuma Bisa Posting" untuk kelas XI, siswa diajak melihat pembelajaran pemasaran sebagai bekal membangun karier profesional yang lebih luas.


Ahmad Madani menjelaskan bahwa dunia pemasaran membutuhkan beragam kompetensi. Industri tidak hanya membutuhkan pembuat konten, tetapi juga tenaga profesional yang mampu memahami pelanggan, membangun hubungan, mengelola saluran pemasaran, menjalankan kampanye digital, serta mengevaluasi kinerja pemasaran.


"Anak Pemasaran tidak perlu merasa bahwa masa depannya hanya menjadi penjual. Keterampilan pemasaran bisa berkembang menjadi banyak profesi. Tetapi peluang itu harus disiapkan melalui kemampuan nyata, bukan hanya penguasaan aplikasi," ujarnya.


Dalam pembahasan untuk kelas X, Madani mengajak siswa mulai mengenali bidang keterampilan yang diminati. Ia menekankan pentingnya membangun kemampuan komunikasi, keberanian mencoba, kebiasaan belajar, serta jejak digital yang bertanggung jawab.


Sementara itu, pada sesi kelas XI, pembahasan diarahkan pada kemampuan berpikir seperti digital marketer profesional. Siswa dikenalkan pada pentingnya tujuan pemasaran, target audiens, customer insight, marketing funnel, data analytics, dan hasil bisnis.


Membantu siswa mengenali peluang


Kepala SMK Negeri 1 Turen, Dr. Suyitno, M.Pd., dalam draf keterangannya menyampaikan bahwa pembelajaran vokasi perlu membantu siswa memahami hubungan antara kompetensi yang dipelajari dan peluang karier yang tersedia.


"Melalui kegiatan bersama praktisi, kami berharap siswa semakin memahami potensi bidang keahlian yang mereka pilih. Sekolah memiliki peran untuk menumbuhkan kepercayaan diri sekaligus membantu mereka mempersiapkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja," jelasnya.


Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Aulia Arie Fatmi, S.E., M.M., menekankan pentingnya kesinambungan antara pembelajaran di kelas dan pengalaman nyata.


"Kami ingin siswa terbiasa menghubungkan teori dengan praktik. Ketika memahami manfaat suatu kompetensi, mereka akan memiliki alasan yang lebih kuat untuk belajar, berlatih, dan terus meningkatkan kualitas hasil pekerjaannya," tuturnya.


Ketua Konsentrasi Keahlian Bisnis Digital, Laeli Chodriyah, S.Pd., M.M., mengingatkan bahwa dunia pemasaran terus berkembang sehingga kemampuan beradaptasi harus dibangun sejak sekolah.


"Penguasaan teknologi perlu berjalan bersama kreativitas, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, dan pemahaman terhadap kebutuhan konsumen. Inilah bekal yang perlu terus kami kuatkan dalam pembelajaran Bisnis Digital," ujarnya.


Karya siswa perlu menjadi identitas profesional


Salah satu pesan penting dalam kegiatan tersebut adalah ajakan agar siswa tidak menunggu kelulusan untuk mulai membangun portofolio.


Proyek sekolah, aktivitas pemasaran, kegiatan praktik industri, dan berbagai karya digital dapat menjadi bukti pengembangan keterampilan apabila didokumentasikan secara tepat.


Bagi Viona Azzahra Maharani, siswi kelas XI Jurusan Pemasaran Bisnis Digital, materi ini memberikan perspektif mengenai pentingnya mengembangkan kemampuan secara lebih terarah.


"Kami jadi memahami bahwa membuat konten merupakan bagian dari proses pemasaran yang lebih besar. Sebagai siswa, kami perlu terus belajar agar mampu menjelaskan strategi dan tujuan di balik karya yang kami buat," ungkapnya dalam draf tanggapan peserta.


Madani menambahkan bahwa kehadiran teknologi AI juga membuat kemampuan berpikir kritis dan kreativitas semakin penting. Teknologi dapat membantu pekerjaan, tetapi pemahaman manusia terhadap pelanggan, konteks bisnis, dan hubungan profesional tetap dibutuhkan.


Kegiatan ini menegaskan pentingnya membangun karakter dan kompetensi profesional sejak masa sekolah. Siswa diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan karya digital, tetapi juga dapat menjelaskan nilai dan kontribusi dari keterampilan yang mereka miliki.


"Jangan cuma punya skill. Bangun kemampuan, tunjukkan karya, dan siapkan masa depan melalui proses belajar yang nyata," menjadi pesan yang mengakhiri pembahasan mengenai kesiapan karier siswa Pemasaran.