Iklan

,

Tembus NRC Student Bootcamp 2026, Tim Mahasiswa FK Unsri Sukses Ubah Edukasi Gizi Anak Palembang Lewat Gamifikasi

Kabar Nusantara
Rabu, 04 November 2026, 09.25 WIB Last Updated 2026-11-04T02:25:24Z


Kabar Nusantara - Palembang, Oktober 2026, Sekelompok mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK Unsri) yang  dipimpin oleh Muhammad Chaidar, Nadia Putri Syahira, dan Khanza Aulia Putri sukses merampungkan rangkaian program pengabdian masyarakat bertajuk SEHATI (Sehat, Aktif, Bergizi). Inisiatif inovatif ini dirancang khusus untuk menjawab tantangan krisis gizi modern serta membangun kesadaran pola hidup sehat pada anak-anak Gen Alpha di Kota Palembang.


Program SEHATI hadir sebagai solusi transformatif yang mengubah edukasi kesehatan dari sekadar "mengetahui" menjadi "melakukan" (from knowing into doing). Melalui pendekatan terpadu yang memadukan edukasi interaktif, pemeriksaan kesehatan sederhana, hingga aktivitas praktis, tim berhasil menyasar total 102 anak yang tersebar di empat lokasi berbeda di Kota Palembang. Keempat titik utama tersebut meliputi Lumbung Literasi Genlita (19 anak), Rumah Susun 26 Ilir (27 anak), Panti Asuhan Peduli Anak Yatim (28 anak), dan SD Negeri 156 Palembang (28 anak).


Pelaksanaan program di keempat wilayah ini dikemas secara menarik menggunakan media pembelajaran interaktif berbasis gamifikasi, yakni permainan papan edukatif berupa monopoli gizi bertema "Nutri-Canteen" serta simulasi "Isi Piringku". Melalui metode permainan kelompok ini, anak-anak diajak untuk mengenali kelompok makanan pokok, lauk-pauk, buah-buahan, dan sayuran secara menyenangkan. Selain itu, setiap rangkaian kegiatan diempat lokasi tersebut juga dilengkapi dengan pemeriksaan antropometri sederhana untuk memantau status gizi anak, serta sesi "Pohon Harapan" di mana anak-anak menuliskan komitmen hidup sehat mereka pada selembar catatan tempel (sticky notes).


Keberhasilan program SEHATI ini tercermin secara nyata dari lonjakan pemahaman gizi anak yang diukur melalui metode pre-test dan post-test sebelum dan sesudah intervensi. Berdasarkan rekapitulasi data evaluasi lapangan, seluruh lokasi menunjukkan peningkatan literasi gizi yang sangat signifikan dengan rata-rata kenaikan pemahaman mencapai +18,89%. Di Lumbung Literasi Genlita, skor pemahaman anak meningkat dari rata-rata 75,79% menjadi 94,03%. Sementara itu, di Rumah Susun 26 Ilir, pemahaman peserta melonjak dari 74,32% menjadi 92,59%. Capaian gemilang juga dicatatkan di Panti Asuhan Peduli Anak Yatim dengan peningkatan dari 79,19% menjadi 95,28%, serta di SD Negeri 156 Palembang dari 71,00% menjadi 94,00%.


Seluruh tahapan program, mulai dari tahap perencanaan, asesmen kebutuhan, penyusunan modul, pelatihan relawan (One Day Training), hingga pembuatan media pembelajaran dan eksekusi lapangan, berhasil dituntaskan dengan sempurna. Keterlibatan aktif para relawan dari unsur mahasiswa kedokteran Unsri serta dukungan penuh dari pihak mitra di setiap lokasi menjadi kunci utama kelancaran acara.


Bagi tim mahasiswa pelaksana, perjalanan program SEHATI memberikan arti mendalam bahwa ilmu kedokteran dan kesehatan masyarakat tidak hanya dipelajari di dalam ruang kuliah, tetapi harus dihadirkan secara nyata untuk merangkul dan mengedukasi masyarakat luas. Melalui kesuksesan eksekusi di empat titik wilayah dengan karakteristik sosial yang beragam ini, tim SEHATI berharap model edukasi kreatif berbasis permainan dapat terus menginspirasi lahirnya kebiasaan hidup sehat pada anak-anak sejak usia dini demi mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat dan hebat di masa depan.