![]() |
| Oleh M Raisah Firdaus |
Kabar Nusantara - Kalau mendengar kata politik, apa yang pertama kali terlintas di pikiran kita? Mungkin pemilu, kampanye, debat calon presiden, atau para pejabat yang sedang membicarakan kekuasaan. Tidak sedikit orang yang langsung merasa bosan ketika mendengar kata politik. Ada juga yang menganggap politik hanya urusan pemerintah dan orang-orang yang duduk di kursi kekuasaan.
Padahal, kalau kita mau melihat lebih dekat, politik sebenarnya tidak pernah jauh dari kehidupan sehari-hari. Bahkan, tanpa disadari, kita sering berhadapan dengan hal-hal yang berkaitan dengan politik, mulai dari lingkungan keluarga, kampus, sampai masyarakat sekitar.
Politik bukan hanya tentang siapa yang menang dalam pemilu, tetapi juga tentang bagaimana keputusan dibuat dan siapa yang merasakan dampaknya.
Coba kita ambil contoh sederhana di lingkungan kampus. Ketika mahasiswa berdiskusi untuk menentukan ketua kelas, membagi tugas kelompok, atau menyampaikan aspirasi kepada pihak kampus, di situ ada proses pengambilan keputusan. Setiap orang memiliki pendapat yang berbeda, kepentingan yang ingin diperjuangkan, dan cara masing-masing untuk meyakinkan orang lain.
Hal serupa juga terjadi di lingkungan masyarakat. Ketika warga berkumpul untuk menentukan jadwal kerja bakti, membahas pembangunan jalan, atau memperdebatkan penggunaan dana desa, mereka sedang terlibat dalam proses yang berkaitan dengan politik. Ada kepentingan yang perlu dipertemukan, keputusan yang harus disepakati, dan tanggung jawab yang perlu dijalankan bersama.
Dari contoh tersebut, kita bisa memahami bahwa politik tidak selalu berbicara tentang kekuasaan dalam skala besar. Politik juga berkaitan dengan kehidupan sederhana yang kita jalani setiap hari.
Mengapa Banyak Orang Menganggap Politik Itu Jauh dari Kehidupan Mereka?
Menurut saya, salah satu alasan orang menjauh dari politik adalah karena politik sering kali hanya terlihat melalui berita tentang persaingan antarpolitisi, janji kampanye, dan berbagai perdebatan yang muncul di ruang publik. Akibatnya, sebagian orang merasa politik hanya milik mereka yang memiliki jabatan atau kepentingan tertentu.
Padahal, keputusan politik bisa memengaruhi banyak hal yang kita rasakan secara langsung. Misalnya, biaya pendidikan, pembangunan fasilitas umum, transportasi, kesempatan kerja, hingga akses terhadap pelayanan kesehatan. Hal-hal tersebut bukan sekadar urusan pemerintah, melainkan bagian dari kehidupan masyarakat.
Sebagai mahasiswa, kita bisa merasakan bagaimana kebijakan pendidikan berpengaruh terhadap kegiatan perkuliahan. Begitu juga ketika pemerintah membangun jalan, mengatur transportasi, atau menentukan program bantuan masyarakat. Semua itu berkaitan dengan keputusan yang diambil oleh pihak yang memiliki kewenangan.
Artinya, kita mungkin tidak selalu membicarakan politik, tetapi bukan berarti kita terlepas dari pengaruhnya.
Politik Juga Ada di Media Sosial
Di era digital, politik tidak hanya ditemukan dalam ruang rapat, gedung pemerintahan, atau tempat pemungutan suara. Media sosial juga menjadi ruang tempat masyarakat menyampaikan pendapat, mengkritik kebijakan, dan membicarakan persoalan yang terjadi di sekitarnya.
Hari ini, seseorang bisa menyampaikan keluhan tentang jalan rusak melalui sebuah unggahan. Orang lain dapat membagikan informasi tentang pelayanan publik, sementara pengguna media sosial lainnya ikut memberikan tanggapan. Dari sana, sebuah persoalan yang awalnya hanya diketahui oleh segelintir orang bisa menjadi perhatian masyarakat yang lebih luas.
Menurut saya, perkembangan ini membuka kesempatan bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk ikut terlibat dalam pembicaraan mengenai persoalan publik. Kita tidak harus menjadi pejabat atau anggota partai politik untuk menyampaikan pendapat.
Namun, ada hal yang perlu diperhatikan. Kebebasan berbicara di media sosial juga harus diiringi dengan tanggung jawab. Tidak semua informasi yang ramai dibagikan benar, dan tidak semua pendapat yang berbeda harus berakhir dengan pertengkaran.
Sebelum membagikan informasi politik, kita perlu memeriksa sumbernya. Ketika berbeda pendapat, kita juga perlu belajar menyampaikan kritik tanpa merendahkan orang lain.
Sebab, keterlibatan dalam politik bukan sekadar berani berbicara, tetapi juga mampu berpikir kritis dan bertanggung jawab atas apa yang kita sampaikan.
Anak Muda Tidak Harus Menunggu Pemilu untuk Peduli
Ada anggapan bahwa keterlibatan masyarakat dalam politik baru terlihat ketika pemilu tiba. Padahal, kepedulian terhadap persoalan publik seharusnya tidak berhenti setelah proses pemungutan suara selesai.
Anak muda, termasuk mahasiswa, memiliki banyak cara untuk terlibat dalam kehidupan politik. Kita bisa memulai dari hal sederhana, seperti mengikuti perkembangan kebijakan pendidikan, menyampaikan aspirasi melalui organisasi mahasiswa, berdiskusi tentang masalah lingkungan, atau ikut mengawasi penggunaan fasilitas umum.
Misalnya, ketika menemukan fasilitas kampus yang rusak, mahasiswa dapat menyampaikan laporan dan mengusulkan perbaikan melalui jalur yang tersedia. Ketika melihat persoalan sampah di lingkungan tempat tinggal, masyarakat bisa berdiskusi untuk mencari solusi bersama.
Memang, tindakan seperti itu mungkin terlihat kecil. Namun, kepedulian terhadap persoalan bersama merupakan salah satu langkah untuk membangun masyarakat yang lebih aktif dan sadar akan hak serta tanggung jawabnya.
Kita juga tidak harus selalu setuju dengan pendapat orang lain. Dalam kehidupan demokratis, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar. Yang penting adalah bagaimana kita menyikapinya dengan terbuka, menggunakan alasan yang masuk akal, dan tetap menghargai orang lain.
Jangan Sampai Kita Baru Peduli Ketika Merasa Dirugikan
Menurut saya, salah satu hal yang perlu kita renungkan adalah kebiasaan untuk baru memperhatikan persoalan publik ketika dampaknya sudah dirasakan secara langsung.
Ketika jalan di sekitar rumah rusak, kita mulai mempertanyakan tanggung jawab pemerintah. Ketika biaya pendidikan terasa semakin berat, kita mulai memperhatikan kebijakan pendidikan. Ketika pelayanan publik tidak berjalan sesuai harapan, kita mulai mencari tahu siapa yang bertanggung jawab.
Padahal, persoalan tersebut sering kali sudah ada sebelum kita merasakan dampaknya sendiri.
Di sinilah pentingnya membangun kesadaran politik. Kita tidak perlu menunggu suatu masalah merugikan diri sendiri untuk mulai peduli. Dengan memahami persoalan sejak awal, kita dapat ikut berdiskusi, mencari informasi yang benar, dan menyampaikan aspirasi secara tepat.
Tentu saja, kepedulian saja tidak selalu langsung menghasilkan perubahan. Ada proses, aturan, dan berbagai kepentingan yang harus dihadapi. Namun, masyarakat yang mau mencari tahu dan terlibat memiliki kesempatan lebih besar untuk menyuarakan kebutuhan mereka daripada masyarakat yang sama sekali tidak memperhatikan persoalan bersama.
Politik Dimulai dari Kesadaran Kita Sendiri
Pada akhirnya, politik bukan sesuatu yang hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang belajar ilmu politik atau mereka yang bekerja di pemerintahan. Politik juga dapat dipahami melalui pengalaman sederhana yang kita temui setiap hari.
Ketika kita belajar mendengarkan pendapat orang lain, ikut menentukan keputusan bersama, berani menyampaikan aspirasi, dan peduli terhadap masalah di lingkungan sekitar, kita sedang belajar menjadi bagian dari masyarakat yang demokratis.
Pemilu memang penting karena menjadi salah satu cara masyarakat menentukan wakil dan pemimpinnya. Namun, kehidupan politik tidak berhenti pada hasil pemilu. Setelahnya, masyarakat tetap memiliki peran untuk mengawasi kebijakan, memberikan kritik, dan memastikan bahwa keputusan yang diambil memperhatikan kepentingan bersama.
Karena itu, menurut saya, sudah waktunya kita mengubah cara pandang terhadap politik. Jangan hanya menganggap politik sebagai urusan perebutan kekuasaan atau sesuatu yang ramai dibicarakan menjelang pemilu.
Sebab, politik bukan hanya tentang siapa yang duduk di kursi kekuasaan, tetapi juga tentang bagaimana kehidupan kita dipengaruhi oleh keputusan yang dibuat dan sejauh mana kita mau ikut peduli terhadapnya.
Kita tidak harus menjadi politisi untuk memahami politik. Kita hanya perlu mulai memperhatikan apa yang terjadi di sekitar kita, berani bertanya, mau mencari tahu, dan tidak bersikap acuh terhadap persoalan bersama.
Sebab, terkadang, langkah pertama untuk memahami politik bukanlah dengan melihat gedung pemerintahan atau menonton debat para pejabat, melainkan dengan membuka mata terhadap kehidupan sehari-hari.
