
Kabar Nusantara - Suasana akrab dan penuh keseruan tampak di Perumahan Permata Regency Telang, Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, pada Senin, 28 September 2026. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Devano Arkyan Revaldo, Erika Anggun Ramadani, Grace Vedra Yosephin Sipayung, Abdul Wahab, Farikhah Rahma Dina, menggelar pelatihan lintas negara yang unik dengan kedatangan tamu istimewa, yakni mahasiswa asing asal Universitas Palacký Olomouc, Republik Ceko.
Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa KKNT UTM memperkenalkan salah satu jajanan pasar tradisional yang sangat populer di Madura, yaitu kue koci-koci (yang di beberapa daerah Jawa dikenal sebagai kue mendhut). Uniknya, kue yang diperkenalkan menggunakan isian khas yang diracik sendiri oleh tim mahasiswa UTM, yakni perpaduan kacang bambara yang dicampur dengan kelapa dan gula pasir.
Seluruh persiapan dasar telah disiapkan sepenuhnya oleh tim mahasiswa KKNT UTM, mulai dari pembuatan adonan, isian kacang bambara, hingga lembaran daun pisang yang sebelumnya telah dilemaskan dengan cara dijemur di bawah terik matahari agar lentur, lemas, dan tidak mudah robek saat dilipat. Fokus utama kegiatan ini murni bergeser pada sesi praktik interaktif: mengajarkan teknik detail melipat dan membungkus kue menggunakan daun pisang kepada para mahasiswa asing.
Bagi mahasiswa asal Ceko tersebut, membungkus kue tradisional dengan lembaran daun pisang memberikan pengalaman yang sama sekali baru. Di bawah bimbingan langsung mahasiswa KKNT UTM, mereka diajarkan teknik membungkus secara step-by-step:
- Pengolesan Minyak: Tahap awal yang diajarkan adalah mengoleskan sedikit minyak secara merata ke permukaan daun pisang terlebih dahulu agar adonan ketan tidak menempel pada kulit daun saat proses pengukusan nanti.
- Pembentukan Kerucut/Corong: Daun pisang yang sudah lemas dibentuk dan digulung sedemikian rupa menjadi bentuk corong atau kerucut kecil yang rapat di bagian dasarnya.
- Pengisian Adonan & Isian: Adonan ketan yang sudah disiapkan dimasukkan terlebih dahulu ke dalam corong daun. Selanjutnya, para mahasiswa asing secara mandiri menempatkan isian kacang bambara yang manis dan gurih tepat di bagian tengah adonan tersebut.
- Teknik Mengunci dan Melipat: Tahap akhir yang paling menantang adalah teknik melipat. Sisi kiri dan kanan daun dilipat ke arah tengah secara bergantian untuk memadatkan isi di dalamnya, kemudian sisa ujung daun dilipat ke bagian bawah atau diselipkan dengan rapi guna membentuk limas segitiga yang padat, kokoh, dan terkunci sempurna agar tidak ada celah terbuka.

Proses belajar ini berjalan santai dan penuh gelak tawa saat bentuk lipatan pertama mereka mencoba menyesuaikan diri dengan standar kue tradisional. Melalui kegiatan sederhana namun sarat makna ini, mahasiswa KKNT UTM berhasil memperkenalkan warisan kuliner Nusantara kepada mahasiswa internasional secara langsung.
Acara ditutup dengan momen hangat saat mahasiswa asing tersebut mencicipi kue koci-koci matang berisian kacang bambara yang telah disiapkan sebelumnya sebuah bukti nyata bahwa kelezatan kuliner tradisional mampu menjadi jembatan kebersamaan lintas budaya dari Madura hingga Republik Ceko.
