Pertemuan tersebut turut dihadiri Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Bambang Pramujati, jajaran perangkat daerah Pemprov Jawa Timur, serta perwakilan pelaku industri perkapalan. Kehadiran kalangan akademisi dan dunia usaha menunjukkan komitmen bersama dalam membangun kerja sama yang konkret dan berkelanjutan antara Jawa Timur dan Saint Petersburg.
Melalui kunjungan ini, Gubernur Khofifah menyatakan kedepan ingin melakukan kerjasama yang dijalin dengan Saint Petersburg Rusia terutama di bidang industri perkapalan dan juga kesehatan.
“Selamat datang di Jawa Timur. Ini sebuah kehormatan bagi kami di jajaran Pemprov Jatim, mudah mudahan pertemuan ini menjadi pertemuan produktif yang bisa kita tindak lanjuti bersama,” kata Gubernur Khofifah.
“Kami bersama Kepala Perangkat Daerah Pemprov Jatim, Rektor ITS serta industri perkapalan. Kami mengapresiasi komitmen yang dibangun untuk memperkuat hubungan dan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara Jawa Timur dan Saint Petersburg,” imbuhnya.
Pertemuan ini, lanjutnya, difasilitasi oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), sebagai bagian dari upaya memperkuat kerjasama internasional di bidang pendidikan, riset, inovasi, dan teknologi khususnya untuk pengembangan industri kapal cepat.
“Yang memiliki kemampuan Sumber Daya Manusia, dan kemampuan untuk melakukan _research and development_ memang Perguruan Tinggi. Sehingga sinergi bersama ITS, Perguruan Tinggi yang sangat kuat dibidang kemampuan teknologinya ini menjadi sangat penting bagi Jatim dan Indonesia secara keseluruhan,” ungkapnya.
Selain itu, posisi Saint Petersburg sebagai kota pelabuhan utama Rusia dinilai sangat relevan dengan kekuatan ITS dan Jawa Timur dalam pengembangan sektor maritim. Kolaborasi di bidang transportasi laut, logistik, teknologi pelabuhan, dan ekonomi maritim diyakini mampu membuka peluang baru yang menjanjikan bagi kedua pihak.
Menurutnya, teknologi dan industri perkapalan yang dimiliki Saint Petersburg sangat maju, untuk itu, kerjasama ini diharapkan bisa mendorong peran Jawa Timur sebagai penghubung antara Indonesia Barat dan Timur.
“Teknologi dan industri perkapalan di Saint Petersburg sangat maju dan Jatim menjadi bagian penghubung antara Indonesia Barat dan Timur, hub nya di Jatim. Maka di Indonesia ada 41 jalur tol laut, 24 nya dari Jatim. Jadi Jatim ini memberikan kontribusi yang sangat besar bagi nasional,” tambahnya.
“Maka kerjasama yang bisa memberikan penguatan bagi Jatim di bidang digital teknologi, penelitian, pendidikan, industri, ini menjadi sangat penting bagi perkembangan Jawa Timur kedepan,” terangnya.
Gubernur Khofifah menilai, Saint Petersburg memiliki posisi strategis sebagai pusat pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, budaya, industri, sekaligus kota pelabuhan utama Rusia.
Karakteristik tersebut memiliki banyak kesamaan dengan Jawa Timur yang saat ini berkembang sebagai pusat industri, perdagangan, logistik, pendidikan, dan inovasi di kawasan timur Indonesia.
“Jatim ini paling luas wilayahnya di Jawa. Jawa Timur merupakan provinsi dengan jumlah penduduk 42,35 juta jiwa dan menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional.
“Jadi Jatim memberikan kontribusi yang sangat besar untuk nasional. Dan pada posisi antara Indonesia Barat dan Timur.
Selain kerjasama di bidang perkapalan, Gubernur Khofifah juga menekankan potensi kerjasama dibidang kesehatan. Yang mana, ada _cancer center_ di Saint Petersburg, diharapkan ke depan bisa diimplentasikan di Jawa Timur dan bisa meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Jatim.
“Saat ini _cancer center_ di Saint Petersburg sangat maju, dan bagi kita sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Jatim ingin melakukan kerjasama secara lebih khusus untuk menyiapkan _cancer center_” terangnya.
“Mudah-mudahan bisa ditindaklanjuti, apalagi Rumah Sakit terbesar itu di Jatim dan itu milik Pemprov. Maka kita banyak melakukan pengembangan di bidang kesehatan,” katanya.
Di akhir, Gubernur Khofifah berharap hubungan antara Jawa Timur dan Saint Petersburg dapat menjadi contoh sukses kemitraan yang mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kolaborasi adalah kunci, sinergi adalah energi, dan persahabatan adalah jembatan menuju kemajuan bersama. Ini langkah awal membangun kemitraan yang lebih erat, lebih produktif, dan lebih berdampak bagi kesejahteraan masyarakat Jawa Timur maupun Saint Petersburg,” pungkasnya.
“Terima kasih, mudah-mudahan bisa dilanjutkan untuk kerjasama berikutnya. Kami akan koordinasi dengan Kemenlu dan Kemendagri untuk tindak lanjut dari kerjasama yang bisa kita lakukan setelah pertemuan ini,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Legislatif Alexander N. Belskiy menyampaikan apresiasinya atas terbentuknya kerjasama kemitraan strategus antara Saint Petersburg Federasi Rusia dengan Pemprov Jawa Timur.
“Kami senang sekali atas kerjasama Indonesia dengan Federasi Rusia. Kami memberikan perhatian khusus peluang kerjasama kemitraan strategis Saint Petersburg dengan Jawa Timur dibidang industri perkapalan hingga kesehatan,” kata Alexander.
“Potensi kerjasama antara Saint Petersburg dan Pemprov Jatim sangat besar. Kami harap bisa menjadi mitra bersama yang produktif, inovatif, dan berdampak langsung,” pungkasnya.
Turut dihadiri Kepala Perangkat Daerah Pemprov Jatim, Rektor Institut Teknologi Sepuluh November Bambang Pramujati, dan perwakilan dari industri perkapalan.

