Iklan

,

Modifikasi Cuaca di Cisarua Dinilai Efektif Percepat Pencarian Korban Longsor

Senin, 26 Januari 2026, 07.30 WIB Last Updated 2026-01-26T00:30:00Z

Sejumlah 10 orang meninggal dunia, dan 114 warga masih dalam proses pencarian bencana akibat longsor disertai banjir bandang di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2026). (Foto: ANTARA/Polsek Cisarua

Kabar Nusantara – Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mendorong penerapan modifikasi cuaca sebagai langkah strategis untuk mengatasi kendala pencarian dan evakuasi korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.


Dorongan tersebut disampaikan Bima Arya saat meninjau langsung lokasi bencana, Sabtu (24/1/2026). Menurutnya, kondisi cuaca menjadi faktor krusial dalam menentukan keselamatan tim pencari serta efektivitas proses evakuasi di lapangan.


Modifikasi cuaca akan difokuskan pada wilayah terdampak guna menekan intensitas hujan, sehingga medan pencarian menjadi lebih aman dan memungkinkan operasi SAR berjalan optimal. Ia menegaskan, keselamatan petugas dan perhatian penuh terhadap warga terdampak menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana ini.


Selain upaya teknis di lapangan, pemerintah daerah juga telah menyiapkan hunian sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Dukungan logistik serta bantuan sementara selama dua bulan disalurkan untuk menjamin kebutuhan dasar masyarakat terdampak sambil menunggu penanganan jangka panjang.


“Koordinasi terus dilakukan dengan pemerintah provinsi agar penanganan berjalan terpadu dan tidak ada warga yang terabaikan,” ujar Bima.


Sementara itu, Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian menjelaskan bahwa proses evakuasi sempat mengalami kendala akibat kondisi medan yang sulit serta material longsoran yang bercampur air. Bahkan, pada hari pertama operasi pencarian sempat dihentikan sementara demi alasan keselamatan tim.


Hingga saat ini, tercatat sepuluh korban meninggal dunia, dengan sembilan korban ditemukan dalam kondisi utuh dan satu korban berupa bagian tubuh. Selain itu, sebanyak 81 orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian.


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat longsor terjadi di lereng Gunung Burangrang dan diduga dipicu hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak dini hari.


Upaya modifikasi cuaca diharapkan dapat menciptakan kondisi yang lebih kondusif sehingga proses pencarian dan evakuasi korban dapat dilanjutkan secara maksimal, aman, dan berkelanjutan.


Dilansir dari InfoPublik.id

Sumber