![]() |
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) dan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari (kiri) Rabu (7/1/2026)/ SC Video BNPB.
Kabar Nusantra - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengerahkan ribuan relawan kesehatan untuk memperkuat layanan medis dan psikososial di wilayah terdampak bencana di Sumatra. Berdasarkan data Health Emergency Operation Center (HEOC), sekitar 4.000 relawan telah terdaftar dan dikoordinasikan untuk mendukung penanganan darurat di lapangan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, selain relawan yang terdata secara resmi, terdapat pula sekitar seribu tenaga kesehatan lain yang datang langsung ke wilayah terdampak untuk memberikan bantuan.
“Sekitar 4.000 relawan sudah mendaftar. Di luar itu, masih ada sekitar seribu orang yang langsung terjun ke lapangan. Kami tidak melarang, tetapi akan lebih baik jika seluruh relawan terdata agar penanganannya bisa lebih terkoordinasi,” ujar Budi dalam konferensi pers bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rabu (7/1/2025).
Budi menjelaskan, para relawan berasal dari berbagai latar belakang institusi, mulai dari organisasi kemanusiaan internasional seperti Médecins Sans Frontières (MSF), rumah sakit, organisasi profesi kesehatan, fakultas kedokteran, hingga Politeknik Kesehatan.
Menurut dia, partisipasi relawan tersebut mencerminkan tingginya kepedulian sosial masyarakat Indonesia dalam membantu sesama di tengah situasi bencana.
“Sebagian besar ini murni partisipasi masyarakat. Rasa sosial masyarakat Indonesia sangat tinggi, dan itu kami rangkul agar penanganan kesehatan bisa berjalan optimal,” katanya.
Melalui HEOC, Kemenkes mengatur penempatan, distribusi, dan rotasi relawan agar layanan kesehatan tetap tersedia secara merata di wilayah terdampak. Selain memberikan pelayanan medis, para relawan juga diharapkan memiliki ketangguhan fisik serta kemampuan komunikasi untuk membantu pemulihan psikososial warga.
“Jika ditemukan kasus yang membutuhkan penanganan lanjutan, relawan bisa segera berkoordinasi untuk proses rujukan, termasuk evakuasi udara bila diperlukan,” jelas Budi.
Ia menambahkan, pada setiap gelombang pengiriman relawan kesehatan, Kemenkes turut menyertakan sekitar 30 hingga 35 psikolog klinis. Kehadiran psikolog tersebut ditujukan untuk membantu warga yang mengalami trauma, duka, dan tekanan mental akibat bencana.
“Tugas mereka mendampingi, menghibur, dan membantu pemulihan mental. Karena tidak semua dampak bencana bersifat fisik, ada juga trauma akibat kehilangan anggota keluarga,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menegaskan bahwa cepatnya pengerahan personel dan peralatan oleh kementerian dan lembaga terkait menunjukkan komitmen negara dalam penanganan bencana.
Menurutnya, percepatan respons tersebut diharapkan dapat mendukung pemulihan masyarakat terdampak di sejumlah provinsi di Sumatra agar dapat kembali bangkit dan menjalani aktivitas secara normal.
Berita ini dilansir dari Infopublik.id
