Kabar Nusantara - Purbalingga, September
2025, Tim pengabdi dari Fakultas Pertanian Universitas
Jenderal Soedirman (Unsoed) telah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada
masyarakat berbasis penerapan IPTEKS di Kelompok Wanita Tani (KWT) Barokah
Lumintu, Desa Siwarak, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. KWT ini menjalankan
usaha produktif dalam bidang pengolahan hasil pertanian, khususnya olahan nanas
yang beranggotakan ibu-ibu rumah tangga di Desa Siwarak. Ketersediaan bahan
baku buah nanas yang mudah didapatkan oleh KWT Barokah Lumintu dan Lokasi desa
yang menjadi desa wisata di Kabupaten Purbalingga karena letaknya yang berada
di wilayah objek Wisata Goa Lawa serta objek wisata lainnya di sekitar Desa Siwarak
yang membuat peluang pasar terhadap produk olahan nanas menjadi semakin terbuka
lebar.
Pada saat
ini terdapat satu produk olahan nanas yang masih dalam tahap pengembangan yaitu
olahan pie nanas. Pembuatan olahan pie nanas ini merupakan hasil dari
pemanfaatan ampas nanas yang diperoleh dari sisa produksi minuman sari nanas
yang kemudian diolah untuk menjadi selai pada pie nanas. Perkembangan olahan
pie nanas ini masih cukup terhambat karena produksinya masih dilakukan secara
manual dan tidak kontinyu setiap harinya. Produksi pie nanas ini dilakukan
hanya ketika ada pesanan saja. Proses produksinya pun masih dilakukan secara
manual dengan tenaga manusia. Dalam satu kali produksi pengolahan pie nanas
hanya mampu memproduksi 1,2kg saja padahal kapasitas permintaan bisa sampai 10
kg, yang berarti untuk memenuhi permintaan tersebut KWT Barokah Lumintu harus
melakuka kegiatan produksi sebanyak kurang lebih 8-10 kali pengulangan yang
menjadi tidak efisien.
Sebagai wujud
nyata dari salah satu kegiatan Tridharma Perguruan tinggi, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan
kapasitas produksi olahan nanas melalui penerapan teknologi tepat guna yang
dapat mendukung usaha produktif di KWT Barokah Lumintu. Terdapat dua jenis alat
besar yang diserahkan kepada KWT Barokah Lumintu melalui ketua kelompok, Ibu
Tri Wahyuningsih yaitu mesin pengaduk adonan multifungsi (mixer rakitan)
kapasitas 5-7kg yang digunakan untuk mengolah adonan dalam proses produksi olahan
nanas serta smart slow juicer yang memungkinkan ekstraksi sari nanas
dengan kualitas optimal, yaitu antara ampas dan sari nanas langsung terpisah
(tanpa perlu diperas lagi untuk mendapatkan sari dan ampas nanas). Kedua alat
tersebut diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan
efisiensi waktu produksi, konsistensi kualitas produk, serta kapasitas produksi
olahan nanas yang dihasilkan oleh KWT Barokah Lumintu.
Kegiatan
Pengabdian ini telah berjalan dari tanggal 28 Juli 2025 dan dilaksanakan oleh Dewanti
Risa Utami, S.P., M.Sc. selaku ketua tim pengabdi bersama dengan anggota tim
lainnya yaitu Lutfi Zulkilfi, S.P., M.Si. dan Malinda Aptika Rachmah, S.P.,
M.Sc. Fakultas Pertanian UNSOED. Kegiatan ini merupakan wujud nyata dari tri
dharma perguruan tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
"Kami berharap dengan adanya bantuan alat dan pendampingan teknologi ini,
KWT Barokah Lumintu dapat meningkatkan produktivitas usaha olahan nanas mereka,
sehingga dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih baik bagi kesejahteraan
anggota kelompok," ujar ketua Tim.
Sementara itu,
Ibu Tri Wahyuningsih selaku ketua KWT Barokah Lumintu mengungkapkan rasa terima
kasih atas dukungan yang diberikan. "Alat-alat ini sangat membantu kami
dalam mengembangkan usaha olahan nanas. Dengan teknologi yang lebih baik, kami
optimis dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan,"
katanya.
Kegiatan
pengabdian masyarakat berbasis penerapan IPTEKS dengan pendanaan dari Lembaga
Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UNSOED ini juga mendapatkan
dukungan dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Karangreja yang turut mendampingi
pelaksanaan program. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi komitmen Bersama
dalam memberdayakan Masyarakat melalui penerapan teknologi tepat sasaran yang
berkelanjutan.
