
Kabar Nusantara - Komitmen dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif terus diperkuat melalui penelitian berjudul"Pengembangan NVDA (Non Visual Desktop Access) sebagai Teknologi Asistif Pembelajaran Mahasiswa Tunanetra" yang dilaksanakan oleh tim peneliti dari Program Studi Pendidikan Khusus Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) di Laboratorium PKh dan ULD UNJ. Penelitian ini diketuai oleh Dr. Lalan Erlani, M.Ed. bersama tim peneliti lintas bidang yang memiliki kepakaran dalam pendidikan khusus dan teknologi asistif.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin meningkatnya kebutuhan layanan pendidikan yang aksesibel bagi mahasiswa penyandang disabilitas, khususnya mahasiswa tunanetra, di perguruan tinggi. Meskipun berbagai sumber belajar telah tersedia dalam format digital, tidak semua mahasiswa tunanetra memiliki tingkat literasi digital dan aksesibilitas yang memadai untuk memanfaatkan sumber belajar tersebut secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan teknologi asistif yang mampu menjembatani kebutuhan belajar mahasiswa tunanetra secara efektif.
Melalui penelitian ini, tim peneliti mengembangkan pemanfaatan NVDA (Non Visual Desktop Access), sebuah perangkat lunak pembaca layar yang memungkinkan pengguna tunanetra mengakses informasi digital melalui umpan balik suara. Teknologi ini dirancang untuk mendukung proses pembelajaran, meningkatkan kemandirian belajar, serta memperluas akses mahasiswa tunanetra terhadap berbagai sumber informasi akademik yang tersedia secara digital.
Menurut Ketua Peneliti, Dr. Lalan Erlani, M.Ed., pengembangan teknologi asistif berbasis NVDA merupakan bagian dari upaya memperkuat layanan pendidikan inklusif di perguruan tinggi.
“Mahasiswa tunanetra memiliki hak yang sama untuk memperoleh pengalaman belajar yang berkualitas. Melalui pengembangan teknologi asistif berbasis NVDA, kami berharap tercipta lingkungan pembelajaran yang lebih aksesibel, mandiri, dan setara bagi seluruh mahasiswa,” ujarnya.

Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) yang meliputi tahap analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan produk awal, serta uji coba pendahuluan. Hasil akhir yang ditargetkan berupa prototipe teknologi asistif yang dapat mendukung proses pembelajaran mahasiswa tunanetra serta menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis bukti bagi pengembangan layanan disabilitas di perguruan Tinggi.
Selain menghasilkan inovasi teknologi, penelitian ini juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas, penguatan implementasi pendidikan inklusif, serta mendukung pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan kebijakan akomodasi yang layak di lingkungan pendidikan tinggi.
Ke depan, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan teknologi asistif yang dapat direplikasi oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia dalam mewujudkan kampus yang inklusif, ramah disabilitas, dan berorientasi pada kesetaraan akses pendidikan bagi semua mahasiswa.
