Iklan

,

SMK Yapis TIK Biak Raih Nilai 94 dalam Monev Sales Naik Kelas

Kabar Nusantara
Kamis, 03 September 2026, 10.57 WIB Last Updated 2026-09-03T03:57:50Z

 

Monitoring dan Evaluasi menunjukkan komitmen sekolah, pendampingan guru, serta keterlibatan industri dalam menguatkan kesiapan siswa Pemasaran Bisnis Retail.


Kabar Nusantara - BIAK NUMFOR, 2 September 2026 SMK Yapis TIK Biak Numfor memperoleh nilai 94 dengan kategori Baik dalam Monitoring dan Evaluasi Program Gerakan 1.000 Siswa SMK Sales Naik Kelas yang dilaksanakan pada 1 September 2026.


Monev dilakukan Ahmad Madani melalui verifikasi dokumen serta wawancara dengan guru, siswa, dan mitra industri. Perwakilan PT Hasjrat Abadi, dealer Yamaha, turut memberikan gambaran mengenai hubungan program dengan kebutuhan dunia kerja.


Hasil evaluasi memperlihatkan bahwa administrasi program tersedia, guru pendamping menjalankan perannya, dan keterlibatan industri mulai terhubung dengan pembelajaran. Sekolah juga mempunyai relasi dengan mitra seperti FIF Group dan Hadi Retail.


“Nilai 94 merupakan apresiasi atas kerja bersama, tetapi sekaligus menjadi tanggung jawab untuk terus memperbaiki kualitas pendampingan. Kami ingin program ini benar-benar membentuk keberanian, kedisiplinan, dan kesiapan kerja siswa, bukan berhenti pada kelengkapan administrasi,” ujar Kepala SMK Yapis TIK Biak Numfor, Darsini, S.Pd., M.Pd.


Ketua Program Keahlian Pemasaran Bisnis Retail, Fatma Dewi Wuwu, S.Pd., menjelaskan bahwa siswa telah memperoleh manfaat dari materi LinkedIn, personal branding, profesi sales, dan tahapan penjualan.


“Sebagian siswa mulai melihat bahwa belajar pemasaran bukan hanya memahami produk, tetapi juga membangun komunikasi, keberanian, dan jejak profesional. Kami tetap perlu memperkuat pengulangan materi serta pendampingan tugas agar semua siswa berkembang,” katanya.


Guru Program Keahlian Pemasaran Bisnis Retail, Army Astuti Apriliyanti, S.E., Gr., menambahkan bahwa kondisi siswa membutuhkan pendekatan bertahap.


“Ada siswa yang cepat bergerak, tetapi ada pula yang masih malu, kesulitan mengatur waktu, atau belum percaya pada kemampuannya. Guru perlu mendampingi proses kecil mereka agar keberanian tumbuh melalui pengalaman,” ujarnya.


Ahmad Madani mengatakan bahwa Monev tidak boleh hanya berakhir pada angka dan instrumen. Evaluasi perlu menjadi pintu untuk memahami cerita di balik capaian serta menemukan bagian yang perlu diperkuat.


“Sekolah mempunyai fondasi yang baik. Tantangannya adalah memastikan materi dapat dipelajari kembali, termasuk ketika jaringan internet terbatas, serta mengubah setiap tugas menjadi pengalaman dan portofolio siswa,” kata Ahmad Madani


Sebagai tindak lanjut temuan lapangan, Ahmad Madani memberikan dua sesi penguatan pada 2 September 2026. Sesi pagi diikuti siswa kelas X dan XI Jurusan Pemasaran, sedangkan sesi siang ditujukan kepada para guru.


Materi siswa bertajuk “Sales Itu Bukan Soal Bakat: Berani Mulai, Berani Menjual, Berani Punya Masa Depan.” Sesi guru mengangkat tema “Dari Menyuruh Menjadi Menumbuhkan: Strategi Membangun Motivasi, Ownership, dan Keberanian Siswa Pemasaran.”


Rangkaian tersebut diharapkan memperkuat pelaksanaan program berikutnya sekaligus mendekatkan pembelajaran pemasaran dengan tuntutan dunia kerja.


Tentang Ahmad Madani


Ahmad Madani adalah praktisi pemasaran dan vokasi, trainer, konsultan, guru, serta narasumber tamu SMK Jurusan Pemasaran. Ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal KOMISI, Co-Founder AGMARI, dan Juri LKS Digital Marketing Tingkat Nasional 2026. Informasi lebih lanjut tersedia di ahmadmadani.id.