![]() |
| Team Pengabdi bersama SMKN 6 Kota Serang |
Kabar Nusantara - SERANG - Pada hari Rabu, 6 Mei 2026, suasana di SMKN 6 Kota Serang begitu hangat dan sangat antusias menyambut kedatangan tim PKM. Tema kegiatan ini sangat sesuai dengan tuntutan zaman saat ini: etika pelayanan publik sebagai bekal untuk memasuki dunia kerja.
Lulusan SMK dikenal sebagai tenaga kerja yang siap dipekerjakan. Mereka dilatih dengan keterampilan teknis tertentu yang sesuai dengan jurusan mereka masing-masing. Namun, dalam praktiknya, perusahaan dan lembaga pemerintah mencari individu yang tidak hanya mampu bekerja, tetapi juga mengerti bagaimana bersikap, berkomunikasi, dan melayani dengan etika yang baik.
Beberapa survei dari berbagai lembaga terkait ketenagakerjaan menunjukkan bahwa salah satu alasan utama mengapa karyawan baru gagal selama masa percobaan bukan karena kurangnya kemampuan teknis, melainkan karena sikap dan etika kerja yang belum berkembang. Mereka belum terbiasa untuk melayani rekan kerja, atasan, atau pelanggan secara profesional dan etis (BPS,2024).
Inilah celah yang berusaha diisi oleh Universitas Pamulang melalui inisiatif pengabdian masyarakat ini. Dengan berkunjung langsung ke SMKN 6 Kota Serang, para dosen dan mahasiswa Unpam ingin memastikan bahwa siswa tidak hanya dibekali dengan keterampilan, tetapi juga memiliki karakter yang siap ketika memasuki dunia kerja.
Inisiatif ini disambut baik oleh Kepala SMKN 6 Kota Serang, Hj. Ani Risma, S.Kom., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pendidikan karakter merupakan aspek yang tidak bisa ditawar dalam proses pembelajaran di sekolah.
Pernyataan tersebut mencerminkan kesadaran yang semakin berkembang di kalangan pendidik bahwa sekolah bukan hanya sekadar tempat untuk mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat untuk membentuk karakter yang akan dibawa oleh siswa sepanjang hidup mereka.
Ia juga berharap kegiatan semacam ini tidak hanya berlangsung satu kali, melainkan menjadi awal bagi kerja sama yang lebih panjang dan berkelanjutan antara Universitas Pamulang dan SMKN 6 Kota Serang.
Kegiatan ini juga didampingi langsung oleh dosen pembimbing Yulvia Chrisdiana, S.AP.,M.A.P., yang memberikan arahan kepada tim pengabdi selama kegiatan berlangsung. Bagi Yulvia, pengabdian kepada Masyarakat bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan bentuk tanggung jawab nyata perguruan tinggi kepada masyarakat sekitar,”
“Kami berharap kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi siswa serta menjadi bentuk kontribusi mahasiswa kepada masyarakat melalui dunia pendidikan. Ungkap Yulvia Chrisdiana.
Lalu, sambutan dari ketua pelaksana PKM Misa Pebiani: dalam sambutannya, ia berharap para siswa berdiskusi aktif saat acara berlangsung.
Setelah acara sambutan dilanjutkan dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh Indah Susilawati, ia memulai dengan kata “Apa itu etika publik?
Secara sederhana, etika pelayanan publik merupakan kumpulan nilai, norma, dan perilaku yang harus dimiliki oleh setiap individu yang bekerja di bidang pelayanan, baik di instansi pemerintah maupun swasta. Nilai-nilai ini mencakup kejujuran, tanggung jawab, keadilan, transparansi, dan sikap yang tidak diskriminatif.
Dalam konteks dunia kerja yang modern, etika pelayanan publik relevan tidak hanya untuk pegawai negeri atau aparatur sipil negara. Siapa pun yang bekerja di sektor jasa, ritel, perhotelan, kesehatan, pendidikan, atau industri lainnya pada dasarnya berperan sebagai pelayan entah itu untuk pelanggan, klien, maupun masyarakat secara keseluruhan.
Oleh karena itu, menanamkan nilai-nilai etika pelayanan publik kepada siswa SMK sejak dini merupakan langkah strategis yang sangat tepat. Mereka adalah calon tenaga kerja yang dalam dua sampai tiga tahun ke depan akan terjun langsung ke berbagai bidang tersebut.
Kegiatan sosialisasi ini dirancang bukan sekadar untuk menyampaikan materi di depan kelas. Ada empat tujuan utama yang ingin dicapai melalui kegiatan ini.
Pertama, penting untuk menanamkan kesadaran etis sejak usia dini. Para siswa diajak untuk mengerti bahwa nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, dan profesionalisme bukanlah hal yang bisa dipelajari secara mendadak. Karakter baik perlu ditekuni dan dilatih sejak masa sekolah agar nantinya dapat menjadi bagian alami dari diri mereka di dunia kerja.
Kedua, penting untuk mengembangkan keterampilan komunikasi yang baik. Dalam lingkungan kerja, kemampuan seseorang dalam berbicara, mendengarkan, dan mengemukakan pendapat sangat memengaruhi kualitas interaksi profesional. Pelatihan ini memberikan pengetahuan kepada siswa tentang cara berkomunikasi dengan santun, tegas sambil tetap mengedepankan penghormatan terhadap lawan bicara, serta cara menyampaikan kritik atau pandangan dengan cara yang positif.
Ketiga, penanaman nilai integritas dan etos kerja sangat krusial. Integritas merupakan modal utama yang akan memajukan karier seseorang. Siswa didorong untuk menyadari bahwa bekerja dengan jujur, menghindari segala bentuk kecurangan, dan senantiasa mengerahkan yang terbaik adalah investasi yang berharga dan memberikan manfaat jangka panjang yang jauh lebih tinggi daripada sekadar menerima gaji setiap bulannya.
Keempat, memperkuat hubungan antara universitas dan sekolah menjadi fokus penting. Kegiatan ini juga berfungsi sebagai jembatan untuk kolaborasi jangka panjang antara Universitas Pamulang dan SMKN 6 Kota Serang. Diharapkan di masa mendatang akan ada lebih banyak program kolaboratif yang saling menguntungkan, yang sekaligus memperkaya pengalaman belajar bagi para siswa serta mahasiswa.
Siswa juga dikenalkan dengan prinsip-prinsip utama etika di pelayanan publik yang meliputi kejujuran, keadilan, transparansi, dan tanggung jawab. Selain itu, diskusi juga menyentuh peran etika dalam komunikasi sehari-hari, mulai dari cara memberi salam, berkomunikasi dengan atasan, hingga cara menangani situasi yang sulit di tempat kerja dengan tenang dan profesional.
Bagian paling hidup dalam acara ini yaitu sesi tanya jawab. Pemateri membuka sesi pertanyaan dengan bertanya mengenai keadilan: “Adik-adik, menurut kalian keadilan itu apa?
Seorang siswa bernama Hadid menjawab dengan percaya diri. “ Keadilan itu tidak membeda-bedakan siswa. Jadi meskipun dekat atau kenal, tidak boleh dibeda-bedakan,”ujarnya.
Jawaban Hadid langsung mendapat respons positif dari pemateri: “Wah, jawabannya betul sekali, Hadid. Keadilan itu diperlakukan setara tanpa pilih kasih. Dalam etika publik, sikap inilah yang kita sebut tidak diskriminatif,” jawab pemateri antusias.
Dengan akhir sesi tanya jawab, pemateri menyampaikan pesan yang berkesan kepada siswa. "Dari jawaban kalian, saya merasa senang karena kalian tidak hanya mendengarkan, tetapi juga sepenuhnya memahami dan dapat menghubungkan materi dengan pengalaman nyata di sekolah. Ingat, etika publik dan komunikasi yang baik bukan hanya sekadar teori, melainkan harus dijalankan setiap hari."
Saat ini, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam hal reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik. Pemerintah telah meluncurkan beragam program untuk memperbaiki standar pelayanan di berbagai level, mulai dari tingkat kelurahan hingga kementerian. Namun, seluruh program tersebut hanya akan berhasil jika didukung oleh sumber daya manusia yang mempunyai pemahaman mendalam tentang nilai-nilai etika dalam memberikan pelayanan.
Di sinilah pentingnya pembekalan etika bagi generasi muda sejak awal. Siswa SMK yang kini berada di bangku sekolah adalah aparatur, karyawan, dan pelayan publik masa depan. Jika mereka diberikan pemahaman yang benar tentang etika pelayanan sejak dini, maka kualitas layanan publik Indonesia di masa yang akan datang akan jauh lebih baik.
Lebih jauh, dalam dunia industri yang semakin kompetitif, etika kerja yang baik menjadi pembeda yang signifikan. Perusahaan besar tidak hanya mencari karyawan yang pintar, tetapi juga mereka yang dapat diandalkan, mampu berkolaborasi, dan paham tentang cara memperlakukan orang lain dengan rasa hormat dan profesional.
Lewat aktivitas ini, para mahasiswa dari Universitas Pamulang Kampus Serang berharap agar prinsip-prinsip etika dalam pelayanan publik yang telah dibagikan tidak hanya sekadar diingat untuk sementara waktu, melainkan benar-benar diinternalisasi dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh siswa-siswi SMKN 6 Kota Serang.

