Pasar Bandeng Gresik merupakan tradisi yang eksis sejak zaman Sunan Giri. Pasar ini menjadi daya tarik unik, karena menjual bandeng kawak atau bandeng ukuran besar. Ikan-ikan ini, mayoritas berasal dari petambak wilayah Mengare, Gresik.
Kunjungan ini menjadi momen hangat sekaligus edukatif bagi Gubernur Khofifah untuk memperkenalkan kekayaan tradisi lokal kepada generasi muda, di tengah suasana Ramadan menjelang Idul Fitri.
"Saya setiap tahun berusaha ke sini. Dan hari ini, saya membawa cucu saya, Aila. Jadi saya ajak dia untuk melihat langsung ikan bandeng di pasar ini. Ini kali ke-2 Aila ke sini," ujar Khofifah.
Menurutnya, pengenalan tradisi lokal sejak dini merupakan langkah penting dalam Ajak mengenali tradisi dan terus menjaga keberlangsungan kekayaan budaya Jawa Timur. Dengan melihat langsung aktivitas pasar, generasi muda dapat memahami nilai sosial, ekonomi, dan kultural yang hidup di tengah masyarakat.
“Saya ingin Aila, cucu saya, bisa mengenal tradisi Pasar Bandeng sejak dini. Dengan melihat langsung proses dan suasana pasar, dia bisa memahami budaya yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Gresik," imbuhnya.
Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Pasar Bandeng Gresik bukan sekadar aktivitas jual beli, tetapi merupakan tradisi yang sarat nilai sosial, kebersamaan, dan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Keberadaan tradisi seperti ini menjadi identitas budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan, terutama oleh generasi muda,” jelasnya.
Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa Pasar Bandeng Gresik bukan hanya sekadar tradisi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat, khususnya bagi para petambak dan pedagang lokal.
Ikan bandeng yang dijual di pasar tersebut umumnya berukuran besar, dengan bobot rata-rata 4–5 kilogram, dan membutuhkan waktu pemeliharaan hingga empat tahun di tambak.
"Artinya, pembesaran ikan bandeng membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga kita perlu menghargai mereka yang telah menyiapkan ikan-ikan ini untuk disajikan saat Lebaran," katanya.
Dalam kesempatan ini, Khofifah juga membeli sejumlah ikan bandeng dalam jumlah cukup banyak. Ikan-ikan tersebut akan digunakan dalam kegiatan lomba memasak yang melibatkan jajaran
Perangkat Daerah (PD) serta Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Kegiatan lomba memasak tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang telah memasuki penyelenggaraan ke-6. Kegiatan akan diawali dengan qiyamul lail pada pukul 01.00 WIB, dilanjutkan lomba memasak pada pukul 02.00 WIB, dan ditutup dengan sahur bersama menggunakan hasil olahan masakan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
"Belanja ikan bandeng memang agak banyak, karena dipakai untuk lomba masak bersama Perangkat Daerah dan BUMD di Grahadi. Tahun ini adalah penyelenggaraan yang ke-6," pungkasnya.

