Iklan

,

Gubernur Khofifah Dampingi Kepala Basarnas Tinjau Siaga SAR di Tanjung Perak, Pastikan Kesiapan Maksimal

Kabar Nusantara
Minggu, 22 Maret 2026, 16.12 WIB Last Updated 2026-03-22T09:12:31Z


 _Terima Penghargaan dari Basarnas Atas Dukungan Operasi Penyelamatan Korban Reruntuhan Bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny_


Kabar Nusantara - SURABAYA, 22 Maret 2026, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendampingi Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dalam rangka pemantauan Siaga SAR Khusus Lebaran 1447 Hijriah di Jawa Timur, Minggu (22/3).


Dalam agenda tersebut, Gubernur Khofifah turut mendampingi langsung ke Posko Terpadu Penyelenggaraan Angkutan Laut Lebaran Tahun 2026 di titik strategis Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, sebagai salah satu simpul utama mobilitas masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran.


Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Kepala Basarnas untuk memastikan kesiapan personel, sarana prasarana, serta sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi kondisi darurat selama periode Lebaran Idul Fitri 1447 H.


Gubernur Khofifah menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus dilakukan secara menyeluruh, terukur, dan terkoordinasi dengan baik antar instansi.


“Kami ingin memastikan seluruh elemen sudah dalam kondisi siap siaga secara maksimal, baik dari sisi personel, peralatan, maupun sistem koordinasi. Momentum lebaran ini mobilitas masyarakat meningkat signifikan, sehingga seluruh potensi risiko harus diantisipasi sejak dini,” tegas Khofifah.


Ia menambahkan bahwa kesiapsiagaan tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga harus didukung oleh langkah-langkah mitigasi dan edukasi yang berkelanjutan.


“Kesiapsiagaan maksimal berarti kita tidak hanya siap merespons, tetapi juga mampu memitigasi risiko sejak awal melalui koordinasi yang solid dan kesiapan yang terukur,” imbuhnya.


Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengatakan pentingnya penguatan edukasi kebencanaan sejak dini, khususnya di lingkungan pendidikan. Hal ini dinilai penting untuk membangun kesadaran dan budaya tanggap bencana sejak usia sekolah.


Ia bahkan mendorong agar kurikulum Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dapat mengintegrasikan pendidikan kewaspadaan kebencanaan secara lebih terstruktur.


“Kita perlu mengenalkan kebencanaan kepada anak-anak sejak dini agar awareness terbentuk kuat. Ini penting untuk membangun budaya siaga bencana sejak awal,” ujarnya.


Khofifah juga mengusulkan agar peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei mendatang dapat menjadi momentum penguatan kesiapsiagaan bencana di lingkungan sekolah, termasuk melalui pembentukan tim siaga bencana yang melibatkan siswa.


“Jika ini dapat diimplementasikan, maka pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2 Mei mendatang, apabila dipusatkan di Pamekasan, Jawa Timur siap mengintegrasikan kegiatan SAR dengan aktivitas siswa SMA/SMK,” katanya.


Pada kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah menerima Piagam Penghargaan dari Basarnas RI atas dukungan dalam operasi penyelamatan korban reruntuhan bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo.


Penghargaan dengan Nomor: PP-237/OPS.02.04/II/BSN-2026 tersebut diberikan langsung oleh Kepala Basarnas RI sebagai bentuk apresiasi atas sinergi dan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam penanganan operasi kemanusiaan.


Usai menerima penghargaan, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa apresiasi tersebut merupakan milik seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyelamatan.


“Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, melainkan untuk seluruh tim yang bekerja di lapangan. Ini juga menjadi bentuk penghormatan bagi para korban dan keluarga yang terdampak,” ujar Khofifah.


Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari tim SAR, relawan, tenaga medis, hingga TNI-Polri yang telah bekerja tanpa kenal lelah.


“Kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh tim SAR, relawan, tenaga medis, TNI-Polri, serta semua pihak yang telah menunjukkan dedikasi dan ketulusan luar biasa dalam proses penyelamatan,” imbuhnya.


Lebih lanjut, Khofifah menekankan bahwa peristiwa di Ponpes Al Khoziny menjadi pelajaran penting akan urgensi penguatan sistem penanggulangan bencana secara menyeluruh dan terintegrasi.


“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan pascabencana harus terintegrasi diperkuat secara sistematis dan berkelanjutan,” tegasnya.


Lebih lanjut, Khofifah menekankan bahwa peristiwa di Ponpes Al Khoziny menjadi pelajaran penting akan urgensi penguatan sistem penanggulangan bencana secara menyeluruh dan terintegrasi.


"Peristiwa ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan pascabencana yang terintegrasi," katanya.


Pemprov Jatim, lanjutnya, akan terus hadir dalam setiap tahapan penanganan bencana, mulai dari upaya mitigasi, tanggap darurat, hingga pemulihan.


"Kami akan berupaya untuk terus mendampingi masyarakat, tidak hanya saat tanggap darurat, tetapi juga dalam proses pemulihan agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas dengan baik,” katanya.


Sementara itu, Kepala Basarnas RI Mohammad Syafii menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam berbagai operasi kemanusiaan.


"Terima kasih atas dukungan Pemprov Jatim, khususnya Ibu Gubernur Khofifah yang selalu hadir dan memberi perhatian khusus dalam setiap penanganan bencana. Bahkan dalam situasi darurat, beliau terus memantau tanpa mengenal waktu, memastikan proses penyelamatan berjalan optimal,” katanya.


Pada kesempatan tersebut, ia juga menyatakan dukungannya terhadap usulan Gubernur Khofifah terkait penguatan edukasi kebencanaan sejak dini di lingkungan sekolah.


"Menurut kami ini peluang yang sangat baik dalam rangka menyiapkan budaya safety sejak dini. Apa yang disampaikan Ibu Gubernur sangat bagus dan relevan dengan kebutuhan ke depan,” ujar Syafii.


Jatim lanjutnya, berpotensi menjadi daerah percontohan dalam pengembangan program tersebut secara lebih luas.


"Leading sector untuk inisiatif besar ini harus dimulai dari Jawa Timur. Kami melihat kesiapan dan komitmen yang kuat dari Pemprov Jatim,” katanya.