_Gubernur Khofifah Raih Rekor MURI Sebagai Pemrakarsa Pembangunan Palang Pintu dan Pos Jaga Kereta Api Terbanyak_
Kabar Nusantara - SURABAYA, 19 MARET 2026, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberangkatkan 4.000 pemudik dalam Program Mudik Gratis Angkutan Lebaran Pemerintah Provinsi Jawa Timur Tahun 2026/1447 H di depan Kantor Dinas Perhubungan Jatim, Kamis (19/3) pagi.
Pemberangkatan mudik gratis ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang berkelanjutan dalam menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, terjangkau bagi masyarakat dan berkeselamatan hingga ke tujuan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa mudik bukan sekadar perjalanan pulang ke kampung halaman, melainkan momentum penting untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kebersamaan, serta menjaga nilai gotong royong yang menjadi jati diri bangsa.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami mengucapkan selamat kepada seluruh peserta mudik. Semoga perjalanan ini menjadi awal kebahagiaan, mempererat tali kekeluargaan, serta membawa keberkahan bagi panjenengan semua,” ujarnya.
Program ini, lanjutnya, juga dirancang untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, menekan angka kecelakaan, serta meringankan beban biaya transportasi masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan.
Pada tahun 2026, Pemprov Jawa Timur menghadirkan mudik gratis dengan berbagai moda transportasi, mulai dari bus, truk pengangkut sepeda motor, hingga kapal laut untuk penumpang dan sepeda motor. Selain itu, tersedia pula layanan mudik gratis rute Jakarta–Jawa Timur bagi warga Jatim di perantauan.
Khusus moda bus, disiapkan sebanyak 158 unit armada bus non-ekonomi. Rinciannya, 58 unit bus melayani rute Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Jakarta–Surabaya dengan jumlah pemudik sebanyak 2.230 yang telah diberangkatkan pada 18 Maret 2026, sedangkan 100 unit bus melayani 20 jurusan Angkutan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) ke berbagai kabupaten/kota di Jawa Timur.
“Terima kasih. Ini bagian dari layanan publik yang ingin kita maksimalkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga Jawa Timur. Baik yang dari Jakarta ke Jawa Timur, kemarin sudah diberangkatkan oleh Kepala Dinas Perhubungan sebanyak 2.230 warga Jawa Timur. Hari ini ada 4.000 warga Jawa Timur yang akan diberangkatkan ke 20 titik tujuan melalui 100 bus, masing-masing mengangkut sekitar 40 orang,” terangnya
“Kemudian pada 15 Maret lalu, kita juga memberangkatkan melalui kapal laut dari Jangkar ke Raas dan Sapudi, baik untuk mudik maupun balik, dengan total 3.000 penumpang. Jadi total keseluruhan mencapai 9.230 orang,” imbuhnya.
Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa kemudahan akses menjadi perhatian penting dalam program ini. Oleh karena itu, pendaftaran dilakukan secara online agar lebih praktis, namun tetap disediakan layanan offline bagi masyarakat yang belum familiar dengan sistem digital.
“Ini bagian dari komitmen pelayanan yang inklusif, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan manfaat program mudik gratis,” jelasnya.
Di Mudik kali ini ada inovasi baru dimana setiap armada bus yang dioperasikan untuk melayani mudik bareng gratis ini telah dipasang _Global Positioning System_ (GPS). Tujuannya agar pemudik maupun keluarga pemudik dapat memantau perjalanan bus yang dapat diakses melalui aplikasi Transjatim Ajaib.
"Semua armada bus bisa di pantau posisinya melalui Transjatim ajaib , sehingga keluarga yang menunggu kedatangan pemudik bisa mendapat kepastian waktu perjalanan dan sampai mana posisi busnya," terangnya.
Mudik bareng gratis ini memiliki dua indikator utama keberhasilan yakni aspek keselamatan dan aspek ekonomi. Dari sisi keselamatan, program ini diharapkan mampu menekan angka kecelakaan bahkan menuju _zero accident._
Upaya tersebut didukung oleh peralihan moda transportasi pemudik dari sepeda motor ke bus, mengingat sepeda motor selama ini memberikan kontribusi besar terhadap tingginya angka kecelakaan di jalan raya.
Di sisi lain, penguatan keselamatan juga dilakukan melalui pembangunan infrastruktur pendukung, termasuk palang pintu dan pos jaga di perlintasan sebidang kereta api.
Atas komitmen tersebut, Gubernur Khofifah menerima Piagam Penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan nomor 12665/R.MURI/III/2026 sebagai Pemrakarsa Pembangunan Palang Pintu dan Pos Jaga Kereta Api Terbanyak, yakni sebanyak 132 palang pintu dan pos jaga kereta api.
Sementara dari sisi ekonomi, program ini menjadi bentuk keberpihakan pemerintah dalam membantu masyarakat agar beban biaya perjalanan lebih ringan saat merayakan Idul Fitri di kampung halaman. Tingginya animo masyarakat menunjukkan bahwa program ini memberikan manfaat nyata.
Ke depan, Gubernur Khofifah berharap program mudik gratis sebagai agenda tahunan dapat terus dipertahankan sekaligus ditingkatkan kualitas dan jangkauannya sebagai bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan keselamatan transportasi, khususnya pada masa angkutan Lebaran.
Dalam kesempatan tersebut, selain melepas peserta mudik, Gubernur Khofifah juga menyerahkan paket aneka snack dan air mineral kepada para pemudik sebagai bekal perjalanan. Tak hanya itu, Gubernur Khofifah turut menyerahkan Kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada perwakilan sopir dan kru angkutan Lebaran sebagai bentuk perlindungan bagi para petugas transportasi.
Di akhir, Gubernur Khofifah juga mengingatkan seluruh peserta mudik untuk menjaga kesehatan, mematuhi arahan petugas, serta menjaga ketertiban selama perjalanan. Ia juga berpesan kepada para pengemudi dan kru transportasi agar senantiasa mengutamakan keselamatan penumpang.
Sebagai panduan, ia membagikan tips mudik aman dengan prinsip 4S, yaitu siap kendaraan, siap pengemudi, siap aturan, dan siap doa.
“Mari kita jadikan mudik tahun ini sebagai perjalanan yang aman, nyaman, dan penuh makna. Sampaikan salam hangat kami untuk keluarga di kampung halaman,” katanya.
“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga perjalanan panjenengan semua lancar, selamat, dan membawa kebahagiaan,” pungkasnya.

