Iklan

,

Prestasi Mendunia: SoilPIN Karya Talenta Muda Indonesia Diakui Global

Kamis, 15 Januari 2026, 12.30 WIB Last Updated 2026-01-15T05:30:00Z

 

Pelajar Indonesia berusia 15 tahun meraih Medali Emas pada ajang Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition atau IPITEx 2026 di Bangkok, Thailand. (Foto: Dok.Humas Kemkomdigi)

Kabar Nusantara – Kiprah pelajar Indonesia kembali mencuri perhatian dunia. Tujuh remaja berusia 15 tahun berhasil membawa pulang Medali Emas dari ajang Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2026 di Thailand. Mereka menang melalui karya inovatif bernama SoilPIN—alat pemantau kesehatan tanah berbasis kecerdasan buatan yang dirancang sebagai pendukung keputusan cepat bagi para petani.


Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menilai keberhasilan ini sebagai bukti bahwa generasi muda Indonesia mampu bersaing sekaligus menghasilkan solusi teknologi yang membumi. Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menyebut SoilPIN sebagai contoh konkret bagaimana kreativitas anak muda dapat menjawab kebutuhan sektor pertanian.


“Anak-anak ini mampu menerjemahkan persoalan nyata di lapangan dan mengolahnya menjadi inovasi yang bermanfaat. SoilPIN menunjukkan bahwa pemanfaatan digital bisa langsung membantu petani dan menjaga kualitas tanah,” ujar Edwin di Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026).


Edwin menekankan kelebihan utama SoilPIN pada desainnya yang praktis sehingga mudah digunakan petani, termasuk mereka yang berada di wilayah dengan layanan agronomi terbatas. Alat ini mampu mengukur delapan indikator tanah—mulai dari pH, kelembaban, suhu, salinitas, hingga kandungan unsur hara N, P, dan K. Semua data kemudian diproses oleh AI dan diubah menjadi rekomendasi yang langsung diterima pengguna melalui aplikasi ponsel.


Armand Muhammad Abdullah, salah satu anggota tim inovator, mengatakan SoilPIN dikembangkan untuk memberikan akses data tanah yang cepat dan akurat. “Selama ini banyak keputusan pertanian diambil berdasarkan perkiraan. Dengan SoilPIN, petani bisa tahu kondisi tanah dalam hitungan menit,” tuturnya.


Kemkomdigi juga memastikan inovasi ini tidak berhenti sebagai proyek kompetisi. Melalui Garuda Spark Innovation Hub, pemerintah membantu menghubungkan karya tersebut dengan kebutuhan masyarakat. Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Ditjen Ekosistem Digital Kemkomdigi, Sonny Sudaryana, menjelaskan bahwa SoilPIN tengah disiapkan untuk uji lapangan yang lebih luas.


“Kami ingin inovasi ini benar-benar dipakai di dunia nyata. Garuda Spark berperan menjembatani agar solusi seperti SoilPIN dapat masuk ke ekosistem pertanian dan memberi manfaat bagi petani,” kata Sonny. Ia menambahkan, nilai sebuah inovasi terletak pada dampaknya bagi publik—baik dalam efisiensi biaya, peningkatan produktivitas, maupun konservasi tanah.


Sebelum meraih emas di IPITEx 2026, SoilPIN telah melalui pengujian di Bandung dan Jakarta serta memperoleh perlindungan hak cipta dari Kementerian Hukum RI.


Keberhasilan ini memperlihatkan potensi besar talenta muda Indonesia dalam pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan. Dengan dukungan ekosistem inovasi yang kuat, generasi muda Indonesia diyakini mampu menghadirkan solusi nyata untuk menjawab tantangan pangan dan lingkungan di masa depan.


Sumber