Iklan

,

Industri di persimpangan digital: Adaptasi atau tertinggal

Kabar Nusantara
Selasa, 06 Januari 2026, 21.09 WIB Last Updated 2026-01-06T14:36:09Z


Kabar Nusantara - Kemajuan teknologi digital telah membawa transformasi besar dalam dunia industri. Kini, digitalisasi bukan lagi sekadar opsi strategis, melainkan kebutuhan penting bagi perusahaan untuk bertahan dalam persaingan yang semakin ketat. Industri yang tidak beradaptasi dengan perubahan ini terancam ketinggalan, bahkan dapat tersisih oleh pemain baru yang lebih inovatif dan peka terhadap perubahan zaman. 


Keberadaan teknologi digital seperti kecerdasan buatan, big data, dan otomatisasi telah merombak cara industri beroperasi. Proses produksi lebih efisien, distribusi berjalan lebih cepat, dan interaksi dengan konsumen bisa dilakukan secara langsung melalui berbagai platform digital. Namun, perubahan ini juga menuntut perusahaan untuk memiliki tenaga kerja yang adaptif dan terampil dalam teknologi. 


Namun, proses transformasi digital tidak selalu berjalan lancar. Banyak pelaku industri, terutama di sektor menengah dan kecil, masih menghadapi masalah dalam hal modal, minimnya pengetahuan digital, dan ketidakpahaman terhadap perubahan. Situasi ini menciptakan kesenjangan antara industri besar yang dapat berinvestasi dalam teknologi dan industri kecil yang masih bergantung pada metode tradisional. 


Selain itu, digitalisasi industri menghadirkan tantangan sosial, khususnya bagi tenaga kerja. Otomatisasi berpotensi mengurangi kebutuhan akan tenaga manusia di beberapa sektor pekerjaan. Jika hal ini tidak diimbangi dengan peningkatan keterampilan dan pelatihan ulang, situasi ini dapat menyebabkan peningkatan pengangguran struktural.


Oleh karena itu, peran perusahaan dan pemerintah sangat penting dalam menyiapkan program pengembangan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri di masa depan. Di tengah tantangan yang ada, digitalisasi tetap menawarkan peluang besar. Industri yang dapat menggunakan teknologi secara efektif akan menciptakan nilai tambah, meningkatkan daya saing, dan meraih pasar yang lebih luas. Kunci utamanya terletak pada strategi adaptasi yang berkelanjutan, kolaborasi antarsektor, serta komunikasi yang efektif antara perusahaan, tenaga kerja, dan pemangku kepentingan lainnya. 


Pada akhirnya, dunia industri saat ini berada di persimpangan yang signifikan. Adaptasi terhadap teknologi digital bukan sekadar mengikuti tren, tetapi tentang keberlangsungan bisnis itu sendiri. Industri yang mampu memahami perubahan dan meresponsnya dengan strategi yang tepat akan tetap bertahan, sementara industri yang mengabaikannya berisiko tertinggal oleh perkembangan zaman.



Penulis:

Arifah Hainum Putri Metalita, Mahasiswa Ilmu Komunikasi