Kabar Nusantara - Upaya Desa Klepu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo, untuk memperkuat diri sebagai desa wisata unggulan memasuki babak baru. Berkolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, desa ini resmi meluncurkan Sistem Informasi Geografis (Web GIS) Pariwisata yang menjadi fondasi pengembangan Desa Wisata Cerdas (Smart Tourism Village). Ponorogo (20/11/2025)
Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (ABMAS) ITS yang berfokus pada digitalisasi pariwisata dan pengelolaan destinasi berbasis data spasial.
Langkah konkret digitalisasi pariwisata
Desa Klepu dikenal memiliki kekayaan wisata alam dan budaya, termasuk paket edukasi “Live In” yang menjadi favorit wisatawan. Selama ini, informasi wisata lebih banyak tersebar melalui media sosial pribadi maupun komunikasi dari mulut ke mulut.
Melihat potensi tersebut, tim ITS mengembangkan platform Web GIS yang diberi nama MAPAN (Map Pariwisata Andalan). Melalui platform ini, pengunjung dan pengelola dapat mengakses:
Peta digital destinasi wisata
Informasi jalur akses
Fasilitas umum desa
Foto dan deskripsi budaya
Sistem ini dapat diakses kapan saja dan dari berbagai perangkat melalui laman daring https//mapan.klepu-sooko.desa.id, sehingga memudahkan wisatawan dalam merencanakan kunjungan sekaligus membantu pengelola dalam pengambilan keputusan.
Didukung lintas departemen dan pemangku kepentingan daerah
Pengembangan Web GIS MAPAN melibatkan tim lintas disiplin dari beberapa departemen di ITS, yaitu:
Departemen Matematika, yang bertanggung jawab atas perancangan sistem dan koordinasi teknis
Departemen Teknik Informatika, yang mengembangkan aplikasi Web GIS
Departemen Studi Pembangunan, yang melakukan analisis social mapping
Selain itu, program ini juga didukung oleh:
PDKU Unmer Malang di Ponorogo, yang berperan dalam analisis administrasi publik
Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo, yang memastikan sistem selaras dengan arah pengembangan pariwisata daerah
Kolaborasi multi-disiplin ini menjadikan Web GIS tidak hanya kokoh dari sisi teknis, tetapi juga relevan secara sosial, budaya, serta sejalan dengan arah kebijakan pembangunan pariwisata daerah.
Pelatihan dan social mapping: menuju kemandirian digital
Pelatihan penggunaan Web GIS digelar di Balai Desa Klepu dan diikuti oleh seluruh perangkat desa serta pengelola wisata. Peserta mendapatkan pendampingan langsung mengenai cara mengoperasikan dan memperbarui data dalam sistem.
Tidak hanya pelatihan teknis, tim dari Departemen Studi Pembangunan ITS juga memberikan materi social mapping, yakni pemetaan sosial desa untuk memahami:
Kelompok masyarakat penggerak wisata
Dinamika sosial budaya
Aktor-aktor kunci dalam pengembangan pariwisata
Pendekatan ini dipandang penting agar transformasi digital tidak berhenti pada pemanfaatan teknologi, tetapi benar-benar menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pengembangan desa wisata.
Di sela kegiatan, peserta disuguhkan penampilan kesenian tradisional Gejog Lesung, yang sekaligus menegaskan komitmen Desa Klepu dalam melestarikan budaya lokal
![]() |
Serah terima Sistem oleh Ketua Pengabdi dan Kepala Desa Klepu |
Peresmian oleh Kepala Desa
Rangkaian pelatihan ditutup dengan launching resmi Web GIS oleh Kepala Desa Klepu, Andreas Gimin, SE. Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Desa Klepu secara simbolis menerima sistem dari tim ITS sebagai mitra pengabdian.
Dalam sambutannya, Andreas Gimin menyatakan bahwa kehadiran Web GIS menjadi sarana strategis untuk meningkatkan promosi wisata dan mempermudah perencanaan pembangunan desa berbasis data.
“Dengan sistem ini, kami berharap informasi destinasi wisata Desa Klepu dapat tersaji lebih lengkap, akurat, dan mudah diakses, sehingga bisa menarik lebih banyak wisatawan dan investor,” ujarnya.
Pesan Ketua Tim Pengabdi ITS: kolaborasi berkelanjutan
Ketua Tim Pengabdi ITS, Dr. Budi Setiyono, S.Si., MT, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar program jangka pendek.
“Program pengabdian ini tidak berhenti hanya pada tahap peluncuran sistem. Kami berharap kemitraan antara ITS dan Desa Klepu akan terus berkesinambungan. Sistem Web GIS ini adalah langkah awal menuju ekosistem Desa Wisata Cerdas yang dapat tumbuh dan berkembang secara mandiri,” tuturnya.
Dr. Budi juga menekankan pentingnya pembaruan data secara rutin serta partisipasi aktif perangkat desa dan pelaku wisata agar sistem tetap relevan dan memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.
Anggota Tim pengabdi
Dalam pelaksanaan program ini, terlibat tim pengabdi sebagai berikut:
Dr. Budi Setiyono, S.Si., MT (Departemen Matematika / FSAD)
Dr. Dwi Ratna Sulistyaningrum, S.Si., MT (Departemen Matematika / FSAD)
M. Yusuf Hakim W., S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D (Departemen Matematika / FSAD)
Dr. Windiani, S.Sos., M.Si (Departemen Studi Pembangunan / FDKBD)
Bintang Nuralamsyah, S.Kom., M.Kom. (Departemen Teknik Informatika / FTEIC)
Anton Subagyo, SE., M.Si (Administrasi Publik / PDKU Ponorogo – Unmer Malang)
Umang Prasetyo (Disbudparpora Ponorogo)
Klepu memasuki era baru desa wisata
Dengan peluncuran Web GIS MAPAN, Desa Klepu resmi memasuki era baru digitalisasi pariwisata. Platform ini diharapkan mampu:
Memperluas jangkauan promosi wisata
Meningkatkan pengalaman wisatawan
Mempermudah pengelolaan destinasi
Mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat
Ke depan, Desa Klepu berpotensi menjadi model desa wisata digital yang dapat direplikasi oleh desa-desa lain di Indonesia, khususnya dalam pemanfaatan teknologi spasial untuk pengelolaan dan pengembangan destinasi berbasis potensi lokal.
